Sukses

Pengertian Valisanbe

Valisanbe adalah obat yang berguna untuk mengurangi gangguan kecemasan hingga insomnia. Kandungan valisanbe adalah zat aktif diazepam yang termasuk golongan obat benzodiazepine long-acting.

Obat valisanbe tersedia dalam bentuk Injeksi dan tablet. Perbedaan sediaan ini diformulasikan untuk memudahkan pasien yang sulit menelan dan menutupi rasa yang tidak enak pada obat.

Selain itu, valisanbe tersedia dua kekuatan dosis yang berbeda, yaitu valisanbe tablet 2 mg dan 5 mg. Perbedaan kekuatan dosis dimaksudkan untuk membedakan tingkat tujuan terapi atau rasa sakit yang diderita oleh pasien.

Artikel Lainnya: 7 Gejala Fisik Akibat Gangguan Kecemasan

Keterangan Valisanbe

Sebelum menggunakan obat valisanbe, perhatikan keterangan-keterangan berikut ini:

1. Valisanbe Injeksi

  • Golongan: Psikotropik
  • Kelas Terapi: Anxiolytics
  • Kandungan: Diazepam 10 mg/2 mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Dus, 10 Ampul @ 2 ml
  • Farmasi: Sanbe Farma
  • Harga: Rp. 16.000 - Rp. 22.000/ Ampul

2. Valisanbe Tablet

  • Golongan: Psikotropik
  • Kelas Terapi: Anxiolytics
  • Kandungan: Diazepam 2 mg; Diazepam 5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @10 Tablet
  • Farmasi: Sanbe Farma
  • Harga Valisanbe 2 mg: Rp. 2.000 - Rp. 25.000/ Strip
  • Harga Valisanbe 5 mg: Rp. 3.000 - Rp. 33.000/ Strip

Kegunaan Valisanbe

Obat valisanbe digunakan untuk premedikasi atau pemeliharaan dan pemulihan anestesi serta untuk memberikan efek tenang dalam prosedur bedah dan medis minor. Selain itu, manfaat valisanbe juga dapat dirasakan pasien dengan kondisi berikut:

  • Kecemasan parah.
  • Kejang otot.
  • Sindrom penarikan alkohol.
  • Insomnia yang berhubungan dengan kecemasan.

Artikel Lainnya: Penyebab Gangguan Kecemasan Sering Muncul di Malam Hari

Dosis dan Cara Penggunaan Valisanbe

Valisanbe termasuk ke dalam golongan obat keras. Dosis dan cara penggunaan valisanbe atau diazepam harus dikonsultasikan kepada dokter atau tenaga medis profesional. Pasalnya, dosis penggunaan pada setiap individu akan berbeda-beda, tergantung dari berat atau tidaknya penyakit.

Dosis yang umum dianjurkan adalah sebagai berikut:

Simpan valisanbe pada suhu di bawah 30 derajat Celsius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Valisanbe

Efek samping dari penggunaan valisanbe yang dapat terjadi, di antaranya:

  • Sedasi.
  • Kantuk.
  • Tremor.
  • Kelelahan.
  • Sakit kepala.
  • Vertigo.
  • Kelemahan otot
  • Gangguan penglihatan.
  • Halusinasi.
  • Gangguan tidur.

Selain itu, terdapat efek samping valisanbe yang jarang terjadi, antara lain:

  • Hipersensitivitas.
  • Kelainan darah.
  • Penyakit kuning.

Artikel Lainnya: Sering Gelisah Tak Tentu Arah? Coba Makan Ini

Overdosis

1. Gejala

Gejala overdosis yang mungkin ditunjukkan, yaitu:

  • Ataksia (gangguan saraf).
  • Mengantuk.
  • Disartria (terhambatnya proses berbicara).
  • Kelemahan otot.
  • Tidur nyenyak.
  • Hipotensi (tekanan darah rendah).
  • Gelisah.
  • Nistagmus (gerakan bola mata yang tidak terkendali).
  • Kebingungan.

Pada kasus yang parah, overdosis valisanbe dapat menyebabkan ataksia, depresi kardiorespirasi, koma, dan yang sangat jarang, kematian.

2. Penanganan

Penanganan pada kasus overdosis valisanbe hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional dengan bentuk pengobatan suportif dan simptomatik.

Mulailah pemberian cairan intravena (melalui pembuluh darah), ventilasi yang adekuat, dan bersihkan jalan napas. Selain itu, pemberian arang aktif dapat diberikan dalam waktu 1 jam setelah konsumsi.

Jika hipotensi terjadi, angkat kaki diatas tempat tidur dan berikan cairan yang sesuai:

  • Agen α-adrenergik, seperti norepinefrin, dapat diberikan guna menurunkan resistensi vaskular sistemik.
  • Flumazenil dapat digunakan untuk pemulihan lengkap atau sebagian dari efek sedatif, asalkan tindakan yang diperlukan dalam pengobatan suportif awal ditetapkan.

Artikel Lainnya: Mengenal Hipokondriasis, Penyakit yang Terjadi Akibat Kecemasan

Kontraindikasi

Penggunaan valisanbe sebaiknya dihindari pada kondisi-kondisi berikut:

  • Pasien yang hipersensitif terhadap diazepam.
  • Penderita psikosis (gangguan mental) yang parah.
  • Penderita glaukoma sudut sempit akut.
  • Penderita serangan asma akut.
  • Penderita myasthenia gravis (melemahnya otot tubuh akibat gangguan pada saraf).
  • Kehamilan trimester pertama.
  • Bayi prematur atau neonatus.

Interaksi Obat

Penggunaan valisanbe atau diazepam dengan obat lain dapat memberikan interaksi obat.

Beberapa obat yang bisa menimbulkan interaksi dengan valisanbe adalah amprenavir, ritonavir, tizanidine, baclofen, omeprazole, cimetidine, rifampisin, dan lainnya.

Kategori Kehamilan

Kategori D. Artinya, terdapat risiko pada janin manusia. Selain itu, meskipun manfaat valisanbe pada ibu hamil dapat diterima, tetap saja ada risiko.

Obat dapat diberikan dalam situasi yang berbahaya, atau ketika ada penyakit serius di mana obat-obatan lain sama sekali tidak efektif.

Artikel
    Penyakit Terkait