Sukses

Pengertian Tygacil

Tygacil merupakan antibiotik serbuk injeksi yang di produksi oleh Pfizer Indonesia. Obat ini mengandung Tigecycline yang diindikasikan infeksi intra-abdominal, infeksi kulit dan struktur kulit dengan komplikasi. Mekanisme kerja obat ini adalah mencegah sintesis protein dari bakteri yang rentan dengan mengikat subunit ribosom 30-an. Umumnya dianggap sebagai agen bakteriostatik (menghambat pertumbuhan bakteri), dengan aktivitas bakterisidal melawan S. pneumonia dan L. pneumophilia. Aktivitas antibakteri Tigecycline mencakup bakteri gram positif fakultatif (termasuk MRSA, Enterococcus faecalis yang rentan terhadap vankomisin) dan bakteri gm-ve, dan bakteri anaerob.

Keterangan Tygacil

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Antibiotik Tetracycline
  • Kandungan : Tigecycline 50 mg
  • Bentuk : Serbuk Injeksi
  • Satuan Penjualan : Vial
  • Kemasan : Dus, 10 Vial @ 50 mg
  • Farmasi : Pfizer Indonesia

Kegunaan Tygacil

Tygacil diindikasikan infeksi intra-abdominal, infeksi kulit dan struktur kulit dengan komplikasi.

Dosis & Cara Penggunaan Tygacil

Tygacil merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Tygacil juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan Tygacil injeksi harus dibantu oleh tenaga ahli medis.

Dosis awal: 100 mg dilanjutkan dengan dosis 50 mg setelah 12 jam. Berikan melalui infus intravena selama kurang lebih 30-60 menit. Lama pengobatan: 5-14 hari.

Efek Samping Tygacil

Efek samping mungkin terjadi selama penggunaan Tygacil adalah mual, muntah, diare, gangguan makan, sakit perut, dispepsia, gatal seluruh tubuh, ruam, sakit kepala, pusing, flebitis, tromboflebitis. Waktu protrombin yang lama, bilirubinemia, peningkatan BUN.

Kontraindikasi:
Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif terhadap tigecycline.

Interaksi Obat:
Amfoterisin B, kompleks lipid amfoterisin B, diazepam, esomeprazole, dan omeprazole tidak boleh diberikan secara bersamaan.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Tygacil ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait