Obat Gangguan Pencernaan

Lansoprazole

apt. Evita Fitriani., S. Farm, 19 April 2022

Ditinjau Oleh Apt. Maria Dyah Kartika L.S., S.Farm

Icon ShareBagikan
Icon Like

Lansoprazole adalah salah satu obat yang sering diresepkan oleh dokter untuk mengatasi asam lambung. Apa saja manfaat obat Lansoprazole?

Lansoprazole

Golongan

Obat Keras

Kategori

Antirefluks dan Antiulserasi

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan Anak

Bentuk Obat

Kapsul dan Injeksi

Lansoprazole untuk ibu hamil dan menyusui

Kategori B

Informasikan ke dokter jika Anda akan mengonsumsi obat ini saat hamil.

Peringatan Menyusui 

Lansoprazole dapat masuk ke dalam ASI. Sebaiknya, tanyakan terlebih dahulu kepada dokter sebelum menggunakan obat ini.

Merek Dagang

Lanvell, Lexid, Sopralan, Inhipraz, Lancid, Pysolan, Laz, Gastrolan, Digest, Lanpracid, Prazotec, Lanzogran, Lasgan

Pengertian

Penyakit asam lambung terjadi ketika cairan asam dari lambung naik menuju kerongkongan. Kondisi ini dapat membuat rasa nyeri dan terbakar di ulu hati.

Untuk mengobati kondisi tersebut, dokter dapat meresepkan Lansoprazole. Apa itu Lansoprazole?

Lansoprazole adalah kelompok obat penghambat pompa proton (proton pump inhibitor). Obat ini bekerja dengan menurunkan jumlah asam yang diproduksi di lambung. 

Obat tersebut termasuk dalam golongan obat keras. Penggunaannya harus berdasarkan resep dokter.  

Terlebih, Lansoprazole dalam bentuk sediaan injeksi hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis. Kita simak, yuk, seluk-beluk mengenai Lansoprazole obat apa di bawah ini.

Keterangan

  • Golongan: obat keras
  • Kategori: antasid, obat antirefluks, antiulserasi
  • Kandungan: kapsul mengandung Lansoprazole 30 mg
  • Kemasan: strip @10 kapsul
  • Farmasi: Kalbe Farma, Novell Pharma, Mersifarma TM, Bernofarm, Pharos
  • Harga Lansoprazole: Rp10.000 - 15.500/strip

Kegunaan

Fungsi Lansoprazole adalah untuk mengobati tukak lambung dan tukak 12 jari, esofagitis erosif (peradangan/luka pada lapisan kerongkongan karena refluks cairan lambung).

Obat lambung ini dapat juga digunakan pada penderita sindrom Zollinger-Ellison.

Artikel lainnya: Sakit Mag dan Tukak Lambung, Apa Bedanya?

Dosis dan Aturan Pakai

Pada umumnya, dosis dan aturan minum Lansoprazole adalah sebagai berikut.

Tujuan: tukak lambung

Bentuk: kapsul

  • Dosis 30 mg, 1 kali sehari, pada pagi hari selama 8 minggu.

Tujuan: tukak 12 jari

Bentuk: kapsul

  • Dosis 30 mg, 1 kali sehari pada pagi hari selama 4 minggu. 
  • Dosis pemeliharaan 15 mg sehari.

Tujuan: tukak lambung atau tukak duodenum karena OAINS (obat Anti-inflamasi nonsteroid)

Bentuk: Kapsul

  • Dosis 5-30 mg sekali sehari selama 4 minggu.
  • Dosis pemeliharaan dilanjutkan lagi selama 4 minggu jika tidak sepenuhnya sembuh.

Tujuan: sindrom Zollinger-Ellison (dan kondisi hipersekresi lain)

Bentuk: kapsul

  • Dosis awal 60 mg sekali sehari, selanjutnya disesuaikan dengan respons.
  • Dosis harian sebesar 120 mg atau lebih dibagi menjadi dua dosis Lansoprazole.

Tujuan: GERD 

Bentuk: kapsul

  • Dosis 30 mg sehari pada pagi hari selama 4 minggu, diikuti 4 minggu berikutnya bila tidak sepenuhnya sembuh.
  • Dosis pemeliharaan bisa diberikan sebanyak 15-30 mg sehari.

Tujuan: dispepsia karena asam lambung

Bentuk: kapsul

  • Dosis 15-30 mg sehari pada pagi hari selama 2-4 minggu.
  • Dosis dan cara minum Lansoprazole di atas dapat berbeda sesuai kondisi. Ikutilah petunjuk dokter Anda.

Untuk sediaan injeksi, berkonsultasilah dengan dokter Anda. Penggunaan Lansoprazole injeksi hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis. 

Cara Menggunakan

  • Perhatikan aturan pakai yang sudah dijelaskan dokter atau apoteker. Jangan mengurangi atau melebihi dosis anjuran
  • Obat Lansoprazole sebaiknya diberikan ketika perut kosong, yakni 1-2 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan agar penyerapannya maksimal
  • Telan utuh kapsul Lansoprazole dengan air putih, jangan menghancurkan atau mengunyah kapsul
  • Jika kesulitan menelan kapsul, Anda dapat mencampurkan isi kapsul dengan sedikit makanan lunak, seperti jus atau yogurt, lalu langsung ditelan tanpa dikunyah
  • Jika Anda lupa mengonsumsi obat, minumlah segera setelah ingat. Tapi, jika sudah dekat dengan jadwal minum obat selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa. Jangan minum 2 kapsul sekaligus untuk menggantikan dosis yang terlupa
  • Untuk membantu Anda mengingat, minum obat pada jam yang sama setiap harinya
  • Jika dokter meresepkan Lansoprazole bersama dengan sucralfate, beri jeda setidaknya 30 menit sebelum mengonsumsi sucralfate
  • Jika digunakan dengan Antasida, beri jarak setidaknya 2 jam

Artikel lainnya: Kenali Penyakit yang Sering Menyerang Lambung

Cara Penyimpanan 

Simpan obat Lansoprazole pada suhu ruangan (di bawah 30 derajat Celsius), di tempat kering, dan terlindung dari cahaya langsung.

Efek Samping

Obat Lansoprazole umumnya aman dikonsumsi bila sesuai dengan dosis yang diberikan dokter.

Namun, ada efek samping tertentu yang mungkin terjadi selama penggunaan Lansoprazole, seperti: 

  • Gangguan pencernaan, seperti diare, sakit perut, mual, kembung, dan juga konstipasi
  • Sakit kepala atau pusing
  • Kadar besi darah rendah
  • Gatal-gatal dan ruam
  • Insomnia
  • Hipomagnesemia
  • Osteoporosis

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami keluhan di atas. Begitu pula bila Anda mengalami reaksi alergi obat, seperti ruam, pembengkakan pada bibir dan mata, atau kesulitan bernapas. 

Kontraindikasi

Jangan gunakan Lansoprazole bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungannya.

Obat tersebut juga tidak boleh digunakan bersamaan dengan rilpivirine dan atazanavir.

Interaksi Obat

Jika Anda sedang mengonsumsi obat lain, baik obat resep, obat bebas, suplemen, maupun obat herbal, beritahu kepada dokter.

Pasalnya, ada beberapa risiko interaksi jika Lansoprazole digunakan bersama obat lain. Berikut penjelasannya.

  • Lansoprazole tidak boleh digunakan bersama dengan rilpivirine dan atazanavir (obat untuk HIV)
  • Lansoprazole juga mungkin dapat berinteraksi dengan digoxin, obat-obatan antijamur (seperti Itraconazoleketoconazole, atau posaconazole)
  • Lansoprazole juga bisa berinteraksi dengan obat antiepilepsi (seperti phenytoin), antibiotik (seperti rifampicin), obat pengencer darah (seperti clopidogrel), antidepresan (seperti fluvoxamine), antasida, dan teofilin

Peringatan dan Perhatian 

  • Pastikan Anda memberitahu dokter jika alergi terhadap Lansoprazole
  • Informasikan kepada dokter mengenai obat-obat yang sedang Anda konsumsi, untuk mencari tahu kemungkinan interaksi obat jika digunakan bersamaan
  • Beritahu dokter mengenai kondisi kesehatan Anda, terutama bila Anda pernah memiliki:
  • kadar magnesium dalam darah yang rendah
  • kadar vitamin B12 rendah
  • osteoporosis
  • penyakit autoimun, seperti lupus eritematosus sistemik
  • penyakit hati

Artikel lainnya: Sakit Mag Tak Kunjung Sembuh, Apa Penyebabnya? 

Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter apabila Anda sedang hamil, berencana untuk hamil atau sedang menyusui.

Kategori Kehamilan

Lansoprazole masuk dalam kategori B untuk ibu hamil. Artinya, penelitian pada reproduksi hewan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin. 

Akan tetapi, tidak ada penelitian pada ibu hamil sehingga belum diketahui secara pasti keamanannya.

Peringatan Kehamilan

Konsultasikan terlebih dahulu ke dokter jika Anda akan menggunakan Lansoprazole saat hamil atau saat program kehamilan.

Peringatan Menyusui 

Obat Lansoprazole dapat masuk ke dalam ASI. Sebaiknya, tanyakan terlebih dahulu kepada dokter sebelum menggunakan obat ini.

Lansoprazole mungkin akan tetap diresepkan dokter apabila manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya.

Penyakit Terkait

  • Tukak Lambung
  • Tukak Duodenum
  • Dispepsia
  • GERD

Rekomendasi Obat Sejenis

Konsultasikan masalah kesehatan Anda di layanan Tanya Dokter dari KlikDokter.


Tanya Dokter