Sukses

Pengertian Hexcam

Hexcam adalah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang mengandung meloxicam. Obat ini dapat membantu mengurangi gejala-gejala artritis, seperti bengkak, radang, serta kaku dan nyeri sendi. 

Beberapa gangguan radang sendi yang umumnya ditangani dengan meloxicam adalah rheumatoid artritis, osteoartritis, dan ankylosing spondylitis.

Artikel Lainnya: Lakukan 4 Kebiasaan Ini agar Terbebas dari Serangan Artritis

Keterangan Hexcam

Sebelum penggunaan, perhatikan keterangan obat Hexcam berikut ini:

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat Antiinflamasi Nonsteroid.
  • Kandungan: Meloxicam 15 mg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 tablet.
  • Farmasi: Dankos Farma/ Hexpharm Jaya.
  • Harga: Rp. 7.000 - Rp. 25.000/ Strip.

Kegunaan Hexcam

Fungsi obat Hexcam adalah untuk membantu mengurangi rasa sakit, bengkak, dan kaku pada sendi.

Artikel Lainnya: Olahraga yang Aman untuk Penderita Osteoartritis

Dosis & Cara Penggunaan Hexcam

Hexcam termasuk obat keras, jadi membutuhkan resep dokter.

Secara umum, dosis serta aturan penggunaan Hexcam adalah sebagai berikut:

  • Osteoartritis: ½-1 tablet diminum 1x sehari.
  • Rheumatoid artritis: 1 tablet diminum 1x sehari.

Cara Penyimpanan Hexcam

Simpan pada suhu 25 derajat Celsius.

Efek Samping Hexcam

Beberapa efek samping yang bisa muncul selama penggunaan Hexcam adalah:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Gangguan pencernaan, seperti konstipasi atau diare.
  • Nyeri ulu hati.
  • Sakit kepala.
  • Insomnia.
  • Perut kembung.
  • Penglihatan kabur.
  • Anemia.
  • Jantung berdebar.
  • Trombositopenia.

Artikel Lainnya: Artritis Reumatoid Berkaitan dengan Tukak Lambung, Benarkah?

Overdosis

Penggunaan Hexcam yang melebihi dosis dapat memicu beberapa gejala berikut ini:

Bila terjadi overdosis, bawalah segera pasien ke rumah sakit terdekat. 

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Hexcam jika memiliki kondisi sebagai berikut:

  • Hipersensitif terhadap meloxicam atau OAINS lainnya.
  • Riwayat perdarahan gastrointestinal aktif yang berhubungan dengan OAINS.
  • Kolitis ulseratif.
  • Gangguan hati.
  • Gagal jantung berat.
  • Wanita hamil trimester ketiga dan menyusui.

Interaksi Obat

Berikut adalah interaksi obat antara Hexicam dan obat-obatan lain yang perlu diwaspadai: 

  • Menaikkan risiko terjadinya perdarahan dengan antikoagulan, SSRI, kortikosteroid, salisilat, agen antiplatelet, serta OAINS lain.
  • Menurunkan efek ACE inhibitor, antagonis angiotensin II, antihipertensi golongan diuretik, dan penghambat beta.
  • Meningkatkan nefrotoksisitas dari kalsineurin inhibitor.
  • Meningkatkan konsentrasi serum lithium, digoksin, dan metotreksat.
  • Meningkatkan eliminasi dengan kolestiramin.

Artikel Lainnya: Perbedaan Nyeri Sendi COVID-19 dan Nyeri Sendi Biasa

Kategori Kehamilan

Hexcam masuk dalam kategori C dan D. 

  • Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan bahaya pada janin. Namun, belum ada penelitian yang adekuat pada manusia. Pemberian obat dilakukan hanya apabila manfaatnya lebih banyak ketimbang risikonya. 
  • Kategori D: Ada bukti bahwa obat berisiko pada janin manusia. Namun pada beberapa kasus, manfaat obat lebih banyak daripada risikonya.

Peringatan Menyusui

Belum diketahui apakah Hexcam terserap ke dalam ASI. Tetap konsultasikan kepada dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

 

Artikel
    Penyakit Terkait