Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
Masalah Otot dan Sendi

Rheumatoid Arthritis

dr. Marsita Ayu Lestari, 04 September 2023

Ditinjau Oleh KlikDokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Rheumatoid Arthritis adalah penyakit autoimun yang menyerang banyak sendi. Gejalanya meliputi sendi kaku, kelemahan, hingga demam ringan.

Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid Arthritis

Dokter Spesialis

Spesialis Penyakit Dalam; Spesialis Penyakit Dalam Sub Spesialis Reumatologi

Gejala

Radang sendi (merah, bengkak, nyeri) umumnya menyerang sendi-sendi kecil, lebih dari empat sendi, dan simetris; kaku pagi hari berlangsung >1 jam atau membaik dengan aktivitas; kelemahan, kelelahan, dan demam ringan

Faktor Risiko

Meningkat seiring bertambahnya usia, perempuan lebih berisiko, genetik, defisiensi (kekurangan) vitamin D, merokok, overweight/obesitas

Diagnosis

Wawancara medis terperinci, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang (darah perifer lengkap, fungsi hati, fungsi ginjal, urinalisis, laju endap darah, C-reactive protein, rheumatoid factor, anti-cyclic citrullinated peptide antibodies, analisis cairan sendi, foto polos/USG Doppler/MRI, biopsi sinovium/nodul reumatoid)

Pengobatan

Modifikasi gaya hidup, fisioterapi/program rehabilitasi, mengonsumsi suplemen minyak ikan/suplemen asam lemak esensial, terapi psikologis, terapi obat (Disease modifying anti rheumatic drugs, agen biologik, kortikosteroid, obat anti inflamasi non steroid), pembedahan

Obat

Disease modifying anti rheumatic drugs (DMARD), agen biologik, kortikosteroid, obat anti inflamasi non steroid

Komplikasi

Anemia, gangguan mata, deformitas (perubahan bentuk) sendi tangan/sendi lain, nodul reumatoid, vaskulitis (peradangan pembuluh darah)

Kapan harus ke dokter?

Terdapat gejala yang mengarah kepada artritis reumatoid


Pengertian Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid Arthritis merupakan penyakit autoimun yang menyerang sendi secara simetris dan bersifat kronik. Penyakit ini menyebabkan peradangan pada sendi, jaringan sekitar sendi, dan mengenai organ lain, seperti mata, paru, dan pembuluh darah. Ini penyebab, gejala, dan pengobatannya.

Penyakit ini sering dijumpai pada usia produktif dan menjadi perhatian khusus, karena dapat menimbulkan kecacatan dan kematian dini. Beberapa orang menyebut kondisi ini sebagai rematik.

Penyakit Rheumatoid Arthritis berbeda dengan gout artritis (asam urat). Jika Rheumatoid Arthritis merupakan kondisi autoimun yang menyerang sendi di kedua sisi tubuh, sedangkan asam urat tidak dikaitkan dengan kondisi autoimun.

Penyebab Rheumatoid Arthritis

Pada penyakit ini, sistem pertahanan tubuh menganggap sinovial sendi sebagai benda asing bagi tubuh yang harus dilawan. Hal ini menyebabkan sendi-sendi mengalami peradangan.

Penyebab pasti penyakit ini belum diketahui dengan pasti. Meski demikian, ada beberapa faktor yang diduga berperan menjadi penyebab Rheumatoid Arthritis, yaitu:

  • Faktor genetik
  • Reaksi peradangan pada sendi dan selubung tendon
  • Faktor rheumatoid
  • Sinovitis kronik
  • Faktor infeksi seperti virus Epstein Barr (EBV)

Artikel lainnya: Awas, Rheumatoid Arthritis Bisa Sebabkan Penyakit Paru!

Gejala Rheumatoid Arthritis

Keluhan dapat terjadi perlahan, dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan. Adapun gejala penyakit ini, yaitu:

  • Radang sendi (merah, bengkak, nyeri) umumnya menyerang sendi-sendi kecil, lebih dari empat sendi, dan simetris
  • Kaku sendi di pagi hari berlangsung >1 jam atau membaik dengan aktivitas
  • Kelemahan, kelelahan, dan demam ringan

Faktor Risiko Rheumatoid Arthritis

Faktor-faktor risiko Rheumatoid Arthritis, meliputi:

  • Usia. Penyakit ini dapat ditemukan pada usia berapapun, dan meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Jenis kelamin. Perempuan lebih berisiko dibandingkan laki-laki.
  • Genetik atau sifat bawaan. Seseorang yang lahir dengan gen tertentu lebih mungkin mengidap Rheumatoid Arthritis.
  • Defisiensi vitamin D. Defisiensi merupakan kondisi kekurangan vitamin D yang meningkatkan risiko penyakit ini.
  • Merokok. Perokok berisiko mengidap artritis reumatoid dan dapat memperburuk kondisi ini.
  • Berat badan berlebih (overweight) atau obesitas. Indeks massa tubuh yang melebihi normal meningkatkan risiko terjadinya artritis reumatoid.

Artikel lainnya: Artritis Reumatoid Berkaitan dengan Tukak Lambung, Benarkah?

Diagnosis Rheumatoid Arthritis

Untuk menentukan diagnosis penyakit ini, dokter akan melakukan wawancara kesehatan, seperti menanyakan keluhan dan informasi terkait, melakukan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Saat ini, diagnosis penyakit ini mengacu pada kriteria diagnosis menurut American College of Rheumatology/European League Against Rheumatism 2010.

Dokter mungkin akan menganjurkan pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Darah perifer lengkap
  • Fungsi hati, fungsi ginjal, dan urinalisis
  • Laju endap darah dan C-reactive protein (CRP) meningkat
  • Rheumatoid factor dan anti-cyclic citrullinated peptide antibodies (ACPA/anti CCP/anti CMV)
  • Analisis cairan sendi
  • Pemeriksaan radiologi (foto polos/USG Doppler/MRI)
  • Biopsi sinovium/nodul reumatoid

Pengobatan Rheumatoid Arthritis

Pengobatan penyakit yang akan kamu lakukan bertujuan untuk:

  • Mengurangi nyeri dan radang
  • Mempertahankan status fungsional
  • Menghilangkan kekakuan sendi
  • Mencegah kerusakan sendi lebih lanjut
  • Mengendalikan keterlibatan organ lain
  • Menghindari komplikasi

Penyakit ini akan ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam dan spesialis penyakit dalam sub spesialis reumatologi. Ada beberapa terapi yang dianjurkan untuk dilakukan penderitanya, yaitu:

1. Menerapkan Gaya Hidup Sehat

Menerapkan gaya hidup sehat, seperti menjaga keseimbangan nutrisi dan hidrasi, menurunkan berat badan bagi yang overweight atau obesitas, dan istirahat yang cukup. Kamu juga bisa rutin mengonsumsi suplemen minyak ikan dan suplemen asam lemak esensial.

2. Fisioterapi atau Program Rehabilitasi

Program rehabilitasi dan fisioterapi yang mungkin dapat membantu mengatasi Rheumatoid Arthritis di antaranya adalah:

  • Latihan fisik (dynamic strength training) 2-3 kali seminggu, durasi 30 menit setiap latihan, dengan intensitas sedang.
  • Terapi fisik menggunakan laser kekuatan rendah dan transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS).
  • Latihan aerobik dapat dikombinasikan dengan latihan penguatan otot, latihan untuk kelenturan, koordinasi dan kecekatan tangan serta kebugaran tubuh.
  • Penggunaan alat bantu perlu dipertimbangkan pada penderita yang memiliki keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. 
  • Terapi psikologis dengan relaksasi, mengatasi stress dan memperbaiki pandangan hidup yang positif

3. Konsumsi Obat

Terapi obat, meliputi:

  • Disease Modifying Anti Rheumatic Drugs (DMARD)
  • Agen Biologik. Mengingat efek sampingnya yang serius, maka penggunaan agen biologik sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan spesialis penyakit dalam ahli reumatologi.
  • Kortikosteroid
  • Obat Anti Inflamasi Non Steroid

4. Operasi

Tindakan operasi dipertimbangkan pada pasien yang mengalami keterbatasan gerak sendi, kerusakan sendi, dan peradangan lapisan sendi yang tidak membaik dengan obat. Pasien rheumatoid arthritis yang mengalami nyeri terus-menerus, robekan tendon, penekanan saraf, dan patah tulang belakang dianjurkan untuk konsultasi ke spesialis bedah.

Tindakan pembedahan ini bertujuan untuk memperbaiki fungsi sendi, meredakan nyeri, dan mencegah kerusakan sendi lebih lanjut.

Pencegahan Rheumatoid Arthritis

Kamu bisa melakukan pencegahan dengan melakukan gaya hidup sehat, seperti:

  • Menurunkan berat badan bila overweight atau obesitas
  • Tidak merokok
  • Berjemur di sinar matahari pagi atau sore hari
  • Mengonsumsi makanan dengan sumber vitamin D seperti telur, sarden, dan lain-lain serta mengonsumsi suplemen vitamin D sesuai anjuran dokter

Komplikasi Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid Arthritis ini bisa menyebabkan beberapa komplikasi, seperti:

  • Anemia
  • Gangguan mata
  • Deformitas (perubahan bentuk) sendi tangan atau sendi lain
  • Nodul reumatoid
  • Vaskulitis (peradangan pembuluh darah)

Artikel lainnya: Penelitian: Bakteri di Mulut Jadi Faktor Penyebab Rheumatoid Arthritis

Obat Terkait Rheumatoid Arthritis

  • Disease Modifying Anti Rheumatic Drugs (DMARD): metotreksat, sulfasalazin, leflunomide, klorokuin, siklosporin, azatioprin
  • Agen Biologik: etanercept, infliximab, golimumab, rituximab, toclizumab
  • Kortikosteroid Antiinflamasi seperti Dexamethason
  • Obat Anti Inflamasi Non Steroid: ibuprofen, asam mefenamat, meloxicam, celecoxib

Kapan Harus ke Dokter?

Rheumatoid Arthritis bisa semakin memburuk jika tidak ditangani secepatnya. Segera kunjungi dokter jika mengalami gejala seperti di atas.

Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang cara mengatasi artritis reumatoid, yuk #JagaSehatmu dengan download aplikasi KlikDokter dan manfaatkan layanan konsultasi kesehatan 24 jam langsung dengan dokter melalui fitur Tanya Dokteronline.

[LUF]

Tanya Dokter