Sukses

Pengertian Daivobet

Daivobet adalah obat yang digunakan untuk pengobatan penyakit kulit termasuk eksim dan dermatitis. Daivobet mengandung Betamethasone dipropionate, dan calcipotriol. Daivobet digunakan untuk meringankan inflamasi (peradangan), iritasi kulit, seperti gatal-gatal dan mengelupas akibat eksim (kelainan kulit dengan ciri peradangan atau bengkak, kemerahan, dan rasa gatal).

Keterangan Daivobet

  1. Daivobet Salep

    • Golongan: Obat keras
    • Kategori: Antiinflamasi topikal
    • Kandungan: Calcipotriol 50 mcg, betamethasone dipropionate 0.5 mg
    • Bentuk: Salep
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Tube @ 15 gram ; Dus, Tube @ 30 gram
    • Farmasi: Tunggal Idaman Abdi
  2. Daivobet Gel
    • Golongan: Obat keras
    • Kategori: Antiinflamasi topikal
    • Kandungan: Calcipotriol 50 mcg, betamethasone dipropionate 0.5 mg
    • Bentuk: Gel
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Tube @ 15 gram
    • Farmasi: Tunggal Idaman Abdi

Kegunaan Daivobet

Daivobet digunakan untuk meringankan inflamasi (peradangan), iritasi kulit, seperti gatal-gatal dan eksim (kelainan kulit dengan ciri peradangan atau bengkak, kemerahan, dan rasa gatal).

Dosis & Cara Penggunaan Daivobet

Daivobet merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter.

Dioleskan tipis-tipis Daivobet pada kulit yang meradang, sebanyak 1 kali sehari. Durasi pengobatan: 4 minggu (area kulit kepala) atau 8 minggu (area non-kulit kepala).

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 20-25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Daivobet

Efek samping penggunaan Daivobet yang mungkin terjadi adalah:

  • Penipisan kulit
  • Folikulitis (peradangan yang terjadi pada folikel kulit)
  • Hipertrikosis (pertumbuhan rambut yang tidak normal)
  • Erupsi yang menyerupai jerawat
  • Hipopigmentasi (berkurangnya warna kulit)
  • Miliaria (ruam seperti biang keringat)
  • Perubahan pigmentasi kulit dan warna

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap salah satu komposisi dari Daivobet.
  • Diketahui atau diduga adanya gangguan metabolisme kalsium.
  • Psoriasis eritroderma, eksfoliatif, dan pustular; lesi virus pada kulit, infeksi jamur atau bakteri kulit, infeksi parasit, manifestasi kulit yang berhubungan dengan TB, dermatitis perioral, kulit atrofi, striae atrophicae, kerapuhan pembuluh darah kulit, ichthyosis, acne vulgaris, rosacea, bisul dan luka.

Interaksi Obat
Efek samping aditif bila digunakan bersamaan dengan golongan obat steroid lain.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Daivobet ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala: Poliuria (dorongan untuk buang air kecil secara terus menerus), sembelit, kelemahan otot, kebingungan, dan koma; ketidakcukupan adrenal.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait