Sukses

Pengertian Coralan

Coralan adalah obat yang mengandung Ivabradine. Coralan digunakan untuk mengobati pennyakit gagal jantung kronis dan untuk membantu mencegah semakin parah. Gagal jantung adalah suatu kondisi di mana jantung tidak memompa darah serta sebagaimana mestinya. Coralan bekerja dengan membuat jantung berdetak lebih lambat. Coralan tidak boleh digunakan pada pasien yang memiliki detak jantung lambat (kurang dari 60 denyut per menit) sebelum menggunakan Coralan, tekanan darah rendah.

Keterangan Coralan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anti Angina
  • Kandungan: Ivabradine 5 mg; Ivabradine 7.5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Tablet
  • Kemasan: Blister @ 14 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Servier Indonesia.

Kegunaan Coralan

Coralan digunakan untuk membantu mengobati masalah jantung tertentu (gagal jantung kronis), dan penyakit arteri jantung koroner.

Dosis & Cara Penggunaan Coralan

Coralan termasuk obat keras, sehingga penggunaannya harus berdasarkan resep Dokter.

  1. Arteri Jantung Koroner
    • Dosis awal: dosis 5 mg diminum 2 kali sehari, dosis dapat ditingkatkan menjadi 7,5 mg diminum 2 kali sehari sesudah 3-4 minggu tergantung respon pasien. Turunkan dosis menjadi 2,5 mg diminum 2 kali sehari jika denyut jantung turun menjadi <50 denyut / menit saat istirahat atau gejala bradikardia muncul. 
  2. Gagal Jantung Kronis
    • Dosis awal: dosis 5 mg diminum 2 kali sehari, dosis dapat ditingkatkan menjadi 7,5 mg diminum 2 kali sehari sesudah 2 minggu jika denyut jantung istirahat> 60 denyut / menit. Dosis dapat diturunkan menjadi 2,5 mg diminum 2 kali sehari jika denyut jantung istirahat <50 denyut / menit atau gejala bradikardia muncul.
    • Dosis pemeliharaan: dosis 5 mg diminum 2 kali sehari jika denyut jantung 50-60 denyut / menit. 
  3. Lansia ≥75 tahun: Dosis awal: dosis 2,5 mg diminum 2 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Coralan

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Coralan, antara lain:

  • Penglihatan kabur.
  • Bradikardia (denyut jantung yang lambat biasanya di bawah 60 denyut per menit bagi orang dewasa).
  • Aritmia jantung (jantung berdetak lebih cepat dari normal), sinkop (pingsan).
  • Hipotensi (tekanan darah rendah).
  • Asthenia (badan lemas).
  • Kelelahan.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Mual, sembelit, diare.
  • Dyspnoea (sesak nafas).
  • Kram otot.
  • Reaksi kulit.
  • Angioedema (pembengkakan yang seringkali terjadi akibat reaksi alergi).
  • Hiperurisemia (Keadaan dimana kadar asam urat darah meningkat diatas 6mg %).
  • Eosinofilia (Keadaan jumlah eosinofil yang meninggi dalam darah).
  • Peningkatan konsentrasi kreatinin darah.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Denyut jantung istirahat <60 denyut / menit sebelum terapi, syok kardiogenik, serangan jantung akut, hipotensi berat (<90/50 mmHg), sindrom sinus sakit, blok SA, gagal jantung tidak stabil atau akut, tergantung alat pacu jantung, angina tidak stabil, ke-3 derajat blok AV.
  • Penggunaan bersama dengan penghambat CYP450 3A4 yang kuat.
  • Insufisiensi hati yang parah.
  • Kehamilan dan menyusui.

Interaksi Obat

  • Antijamur azole (ketoconazole, itraconazole), makrolida (klaritromisin, eritromisin oral, josamycin, telithromycin), PI HIV (nelfinavir, ritonavir) dan nefazodone dapat meningkatkan paparan plasma rata-rata ivabradine.
  • Perpanjangan QT dapat diperburuk oleh penurunan detak jantung dengan obat-obat pemanjangan QT (misalnya, quinidine, disopyramide, bepridil, sotalol, ibutilide, amiodarone, pimozide, ziprasidone, sertindole, mefloquine, halofantrine, pentamidine, cisapride, erythromycin IV).
  • Penghambat CYP3A4 sedang (misalnya, diltiazem atau verapamil) dapat meningkatkan AUC ivabradine.
  • Penghambat CYP3A4 sedang (misalnya, flukonazol).
  • Penginduksi CYP3A4 (misalnya rifampisin, barbiturat, fenitoin, St. John's wort) dapat menurunkan pajanan dan aktivitas ivabradine.
  • Peningkatan eksposur dengan jus anggur.

Overdosis

  • Overdosis dapat menyebabkan bradikardia (denyut jantung dibawah normal) yang parah dan berkepanjangan. Bradikardia berat harus diobati sesuai gejalanya. Jika terjadi bradikardia dengan toleransi hemodinamik yang buruk, pengobatan simtomatik termasuk agen stimulasi β IV misalnya, isoprenalin dapat dipertimbangkan. Pacu jantung sementara dapat dilakukan jika diperlukan.
Artikel
    Penyakit Terkait