Sukses

Pengertian Colchicine

Colchicine adalah obat generik yang digunakan untuk mencegah dan mengobati asam urat akut. Colchicine bekerja dengan cara mengurangi jumlah sel darah putih yang bergerak ke area peradangan, sehingga mengurangi pembengkakan, peradangan pada sendi dan mengurangi rasa nyeri. Colchicine tersedia dalam bentuk sediaan tablet.

Keterangan Colchicine

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Sediaan Hiperurisemia dan Asam Urat
  • Kandungan: Colchicine 0.5 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet; Box, 5 Strip @ 10 Tablet; Box, 10 Strip @ 10 Tablet 
  • Farmasi: Etercon Pharma; Guardian Pharmatama; Lapi Laboratories; Pratapa Nirmala

Merk dagang yang beredar di Indonesia:
Pyricin, L-Cisin, Nucine, Recolfar.

Kegunaan Colchicine

Colchicine digunakan untuk mencegah dan mengobati asam urat akut.

Dosis & Cara Penggunaan Colchicine

Colchicine termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep dokter.

  1. Asam urat akut
    Dosis awal: 2 tablet kemudian setelah 1 jam diberikan 1 tablet, diberikan dalam waktu 12 jam setelah timbul kekambuhan. Pengobatan dapat dilanjutkan setelah 12 jam, jika perlu dengan dosis maksimal 1 tablet setiap 8 jam. Terapi pengobatan berakhir ketika gejala mereda atau ketika total 12 tablet telah diberikan. Terapi lain dapat dimulai setelah setidaknya 3 hari.
  2. Pencegahan asam urat akut
    1 tablet diminum 2 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan ditempat yang kering dengan suhu antara 20-25 ° C. Lindungi dari cahaya.

Efek Samping Colchicine

Efek samping penggunaan Colchicine yang mungkin terjadi adalah:

  • Mual, muntah
  • Diare, nyeri atau ketidaknyamanan perut
  • Aritmia (gangguan irama jantung)
  • Perdarahan saluran pencernaan
  • Nyeri faringolaringeal, gagal napas.
  • Hepatitis.
  • Ruam, alopesia (kebotakan)
  • Hipersensitif

Kontraindikasi
Tidak boleh diminum pada pasien dengan kondisi:

  • Riwayat diskrasia darah.
  • Ginjal berat (termasuk pasien hemodialisis) atau gangguan hati.
  • Penggunaan bersamaan inhibitor P-glikoprotein, inhibitor kuat CYP3A4, inhibitor HIV-protease.

Interaksi Obat

  • Dapat mengurangi penyerapan vitamin B12.
  • Peningkatan risiko miopati dan rhabdomiolisis jika digunakan bersamaan dengan statin, fibrat, siklosporin, atau digoksin.
  • Peningkatan konsentrasi plasma jika digunakan bersamaan dengan simetidin dan tolbutamid.
  • Mengurangi kemanjuran terapi gout profilaksis jika digunakan bersamaan dengan agen antineoplastik sitolitik.
  • Fenilbutazon dapat meningkatkan risiko leukopenia, trombositopenia, atau depresi sumsum tulang sementara NSAID lainnya dapat meningkatkan risiko ulserasi atau perdarahan GI.
  • Berpotensi Fatal: Peningkatan risiko toksisitas dengan penghambat P-glikoprotein (misal: Ciclosporin), penghambat CYP3A4 yang kuat (misalnya: Klaritromisin, itrakonazol, ketokonazol), penghambat HIV-protease, penghambat saluran Ca (misalnya: Diltiazem, verapamil).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Colchicine ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Pemberian Colchicine yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti mual, muntah, sakit perut, gastroenteritis hemoragik, ketidakseimbangan elektrolit, penurunan volume, leukositosis, hipotensi pada kasus berat. Fase ke 2 dapat terjadi, dengan komplikasi termasuk gagal ginjal akut, disfungsi multiorgan, koma, motorik ascenden dan neuropati sensoris, depresi miokard, disritmia, koagulopati konsumsi, pansitopenia, kegagalan pernapasan.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan pengobatan simtomatik dan suportif (dibantu oleh tenaga medis profesional) dengan memantau tekanan darah dan sirkulasi darah, kontrol pernapasan, dan koreksi cairan dan elektrolit. Lakukan bilas lambung setelah 1 jam terjadinya overdosis. Pemberian arang aktif dapat dipertimbangkan pada orang dewasa yang telah menelan> 0,1 mg / kg bb / setelah 1 jam terjadinya overdosis.
Artikel
    Penyakit Terkait