Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
Masalah Pernapasan

Gagal Napas

dr. Marsita Ayu Lestari, 04 September 2023

Ditinjau Oleh KlikDokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Gagal napas merupakan gangguan serius pada sistem pernapasan yang membuat tubuh kekurangan oksigen. Simak penyebab, gejala dan pengobatannya.

Gagal Napas

Gagal Napas

Dokter Spesialis

Dokter di instalasi gawat darurat; Spesialis terkait: Spesialis Emergency Medicine, Spesialis paru, spesialis anestesi, spesialis penyakit dalam konsultan pulmonologi, spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi; Spesialis terkait sesuai penyakit yang mendasari

Gejala 

Sesak napas, batuk, mengi, gelisah, bingung, bicara kacau, penurunan kesadaran, berkeringat dingin, sianosis (wajah, bibir, lidah, dan kulit membiru), lemah, tremor, gangguan penglihatan, denyut jantung tidak teratur

Faktor Risiko

Obesitas, merokok, mengonsumsi alkohol, riwayat penyakit paru kronis (PPOK, asma), immunocompromise, menerima imunosupresan

Diagnosis 

Wawancara medis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang

Pengobatan 

Penanganan segera di IGD, perawatan di ICU, mengobati penyakit dasar, oksigen, memperbaiki ventilasi, ventilasi mekanik, menjaga patensi jalan napas (penyedotan sekret, trakeostomi), fisioterapi dada

Obat

Oksigen, bronkodilator (agonis beta adrenergik, antikolinergik), antibiotika, kortikosteroid

Komplikasi

Emboli paru, aritmia, perikarditis, infark miokard akut

Kapan harus ke dokter?

Terdapat gejala-gejala gagal napas

 

Pengertian Gagal Napas

Gagal napas merupakan suatu kondisi yang mengancam nyawa dan perlu penanganan segera. Kondisi ini terjadi ketika sistem pernapasan tidak mampu melakukan fungsi pertukaran udara sehingga kebutuhan oksigen tubuh tidak terpenuhi dan karbon dioksida tidak dibuang.

Bila oksigen tidak diedarkan, maka kerja sel akan terganggu. Begitupun bila karbondioksida tidak dibuang dari darah, maka zat sisa ini akan berbahaya bagi tubuh.

Pada tahap awal, gagal napas dapat menyebabkan penurunan kesadaran. Bila tidak memperoleh penanganan, kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan kerja berbagai organ tubuh hingga kematian.

Artikel lainnya: Penyebab Bradipnea, Saat Napas Melambat di Bawah Normal

Jenis Gagal Napas

Gagal napas dikelompokkan menjadi beberapa tipe, yaitu:

1. Tipe I (Gagal napas hipoksemia akut)

Kondisi ini disebabkan oleh penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), asma, disfungsi jantung, pneumonia, edema paru, pneumotoraks, dan hemotoraks.

2. Tipe II (Gagal napas hiperkapnea)

Kondisi ini disebabkan oleh intoksikasi obat, trauma batang otak, hipotiroid, miastenia gravis, atelektasis, dan efusi pleura.

3. Tipe III

Kondisi ini akibat atelektasis.

4. Tipe IV

Kondisi ini disebabkan oleh hipoperfusi otot pernapasan dengan renjatan.

Penyebab Gagal Napas

Sistem pernapasan terdiri dari:

  • Tempat pertukaran gas: paru
  • Pompa yang memventilasi paru: pusat pernapasan di susunan saraf pusat (SSP), dinding dada, otot napas, jalur penghubung SSP dengan otot napas.

Gagal napas terjadi melalui 2 mekanisme:

  • Kegagalan pertukaran udara yang ditandai dengan hipoksemia (kadar oksigen dalam darah di bawah batas normal)
  • Kegagalan ventilasi yang ditandai dengan hiperkapnia (kadar karbon dioksida dalam darah di atas batas normal)

Penyebab gagal napas antara lain:

  • Fungsi SSP menurun (obat sedatif, stroke, ensefalitis)
  • Gangguan transmisi pada otot dan persarafan (trauma saraf tulang belakang, tetanus, poliomyelitis)
  • Abnormalitas otot (distrofi/otot kehilangan fungsi, atrofi/otot menyusut)
  • Abnormalitas dinding dada dan pleura (trauma dinding dada, efusi pleura)
  • Penyakit paru dan saluran napas (asma, PPOK, skleroderma)
  • Lain-lain (malnutrisi,gangguan elektrolit, sepsis)

Gejala Gagal Napas

Gejala yang tampak pada pasien dengan gagal napas adalah sebagai berikut:

  • Sesak napas
  • Batuk
  • Mengi
  • Gelisah
  • Bingung
  • Bicara kacau
  • Penurunan kesadaran
  • Berkeringat dingin
  • Sianosis (wajah, bibir, lidah, dan kulit membiru)
  • Lemah
  • Tremor
  • Gangguan penglihatan
  • Denyut jantung tidak teratur

Faktor Risiko Gagal Napas

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko gagal napas, meliputi:

  • Obesitas
  • Merokok
  • Mengonsumsi alkohol
  • Riwayat penyakit paru kronis seperti PPOK, asma
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti immunocompromised atau menerima imunosupresan

Artikel lainnya: Kenali Respiratory Distress Syndrome, Kondisi Bayi Sulit Bernapas Saat Lahir

Diagnosis Gagal Napas

Dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Wawancara medis dapat dilakukan dengan keluarga pasien. Adapun hal-hal yang mungkin ditanyakan adalah:

  • Keluhan (sesak, batuk, nyeri dada, penurunan nafsu makan, demam, dan penurunan berat badan, gangguan penghidu)
  • Pajanan terhadap orang sakit atau kontak dengan penderita COVID-19
  • Kondisi immunocompromised atau menerima imunosupresan
  • Penyakit yang mendasari (asma, pneumonia) dan kepatuhan berobat
  • Kebiasaan (merokok, mengonsumsi alkohol)
  • Riwayat pekerjaan (penyakit paru terkait pekerjaan)
  • Riwayat keluarga (atopik, genetik)

Pada pemeriksaan fisik, umumnya akan ditemukan:

  • Tampak sesak napas, perubahan status mental, kebiruan 
  • Dada (asimetris, suara napas abnormal, irama jantung tidak teratur)
  • Alat gerak atas (tremor, jari tabuh, kebiruan)
  • Alat gerak bawah (kebiruan, bengkak)

Untuk pemeriksaan penunjang disesuaikan dengan temuan dari hasil wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Secara umum, pemeriksaan penunjang yang direkomendasikan:

  • Pulse oximetry (mengukur saturasi oksigen)
  • Darah perifer lengkap
  • Analisis gas darah
  • Rontgen dada
  • EKG
  • Pemeriksaan penunjang sesuai penyakit yang mendasari (ekokardiografi, bronkoskopi, RT-PCR)

Pengobatan Gagal Napas

Penderita gagal napas perlu mendapatkan terapi segera oleh dokter di instalasi gawat darurat (IGD). Penderita biasanya dirawat di unit perawatan intensif (ICU) oleh dokter spesialis terkait sesuai kondisi penderita.

Perkiraan kondisi penderita selanjutnya tergantung dari penyebab dan penyakit penyerta. Secara umum, pengobatan gagal napas yang mungkin dianjurkan oleh dokter adalah:

Pengobatan gagal napas tipe 1

  • Mengobati penyakit dasar
  • Oksigen
  • Ventilasi mekanik (acute respiratory distress syndrome)
  • Bronkodilator: agonis beta adrenergik, antikolinergik
  • Antibiotika
  • Kortikosteroid
  • Fisioterapi dada

Pengobatan gagal napas tipe 2

  • Memperbaiki ventilasi
  • Mengobati penyakit dasar
  • Menjaga patensi jalan napas (penyedotan sekret, trakeostomi)
  • Ventilasi mekanik
  • Oksigen

Artikel lainnya: Mengapa Luka Bakar Sebabkan Gangguan Pernapasan?

Pencegahan Gagal Napas

Upaya pencegahan gagal napas berkaitan dengan upaya untuk mengendalikan penyakit yang mendasari dan faktor risikonya. Secara umum, pencegahannya meliputi:

  • Menerapkan gaya hidup sehat dengan mengatur status nutrisi dan hidrasi, rutin berolahraga, istirahat yang cukup, dan mengelola stres
  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Tidak merokok
  • Menurunkan berat badan bagi yang overweight atau obesitas untuk mencapai indeks massa tubuh normal
  • Mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir atau dengan pembersih tangan berbasis alkohol secara teratur, terutama setelah berjabat tangan
  • Menghindari pencetus seperti serbuk sari, debu, dan makanan pencetus alergi bagi penderita asma
  • Sedapat mungkin menghindari kontak dengan penderita yang terinfeksi seperti COVID-19 atau menggunakan masker

Komplikasi Gagal Napas

Jika tidak ditangani segera, gagal napas bisa menyebabkan komplikasi, meliputi:

Artikel lainnya: Cara-Cara Mencegah Emboli Paru

Obat Terkait Gagal Napas

  • Oksigen
  • Bronkodilator: ipratropium bromida
  • Antibiotika
  • Kortikosteroid

Kapan Harus ke Dokter?

Sangat penting untuk mendapatkan penanganan yang tepat untuk gagal napas dan penyakit yang mendasarinya. Segera ke IGD bila kamu atau mereka yang berada dalam pengawasanmu mengalami gejala-gejala di atas.

Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang cara mengatasi gagal napas, yuk #JagaSehatmu dengan download aplikasi KlikDokter dan manfaatkan layanan konsultasi kesehatan 24 jam langsung dengan dokter melalui fitur Tanya Dokter online.

[LUF]

Tanya Dokter