Pernapasan

Cara-Cara Mencegah Emboli Paru

Aditya Prasanda, 03 Apr 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Emboli paru adalah penyumbatan pada arteri pulmonalis. Apa saja pencegahan emboli paru? Ini 6 cara mencegah emboli paru.

Cara-Cara Mencegah Emboli Paru

Arteri pulmonalis merupakan pembuluh yang membawa darah dari jantung menuju paru-paru. Pembuluh darah ini bisa tersumbat akibat gumpalan darah yang berasal dari kaki atau bagian tubuh lainnya.

Kondisi tersumbatnya arteri pulmonalis dinamakan emboli paru. Berdasarkan Cleveland Clinic, AS, emboli paru menyebabkan penderitanya mengalami gejala umum berupa nyeri dada, sesak napas, dan batuk. 

Emboli paru juga memicu detak jantung tidak teratur, sakit kepala, demam, keringat berlebih, kulit lembap dan berubah warna, serta pembengkakan di area kaki.

Jika tidak segera diobati, komplikasi emboli paru dapat menyebabkan kerusakan paru, gangguan jantung, hingga kematian. Karena itu, penting mengetahui cara mencegah emboli paru berikut ini:

1 dari 6

1. Hidup Aktif dan Olahraga Teratur

Berdasarkan studi yang dimuat British Medical Journal, individu dengan gaya hidup sedenter alias minim bergerak berisiko dua kali lipat mengembangkan emboli paru. 

Hal tersebut berlaku bagi orang yang punya kebiasaan duduk selama lebih dari enam jam dalam sehari ketika tidak sedang bekerja.

Pasalnya, mempertahankan satu posisi tubuh dalam waktu lama seperti duduk dapat menyebabkan pembekuan darah di area kaki. Gumpalan darah tersebut dapat naik dan bergerak menuju paru-paru, sehingga mencetuskan emboli paru.

Guna mencegah hal tersebut, biasakanlah untuk hidup aktif. Cara ini membantu melancarkan aliran darah dan mencegah terbentuknya gumpalan darah.

Hidup aktif bisa dilakukan dengan menggerakkan lengan dan kaki setiap beberapa jam. Kemudian, jalan kaki ringan di sela-sela pekerjaan yang mengharuskan Anda duduk berjam-jam.

Pencegahan emboli paru yang tidak kalah penting adalah olahraga teratur. Menurut riset dalam Frontiers in Physiology, olahraga rutin bisa membantu menurunkan risiko pembekuan darah, sehingga peluang mengalami emboli paru pun semakin kecil.

Artikel Lainnya: Waspada, Gaya Hidup Sedenter Bisa Memicu Emboli Paru 

2 dari 6

2. Penuhi Kebutuhan Cairan

Dehidrasi alias kondisi kekurangan cairan dapat meningkatkan risiko pembekuan darah. Hal ini berbahaya, karena bisa memperbesar risiko emboli paru.

Untuk mencegahnya, cukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih dan jus buah murni setiap hari. Hindari pula konsumsi berlebih asupan yang dapat memicu pembekuan darah, seperti alkohol dan kafein.

 

3 dari 6

3. Jangan Merokok

Disampaikan dr. Arina Heidyana, merokok merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko emboli paru.

“Menurut ahli, hal ini dikarenakan kandungan rokok dapat memicu penggumpalan darah. Nah, jika gumpalan tersebut menyumbat arteri di paru-paru, hal ini memicu terjadinya emboli paru,” katanya.

 

4 dari 6

4. Hindari Sering Menyilangkan Kaki

Kebiasaan menyilangkan kaki juga dapat meningkatkan risiko pembekuan darah yang bisa memicu emboli paru. Menurut dr. Lori Grant dari Orlando Health, AS, posisi menyilangkan kaki mengganggu sirkulasi darah.

Dokter Lori mengatakan gangguan aliran darah di kaki dapat menyebabkan peradangan pembuluh darah, sehingga mencetuskan pembekuan darah. Pada gilirannya, mekanisme ini meningkatkan risiko emboli paru.

Karena itu, usahakan kurangi kebiasaan menyilangkan kaki maupun posisi lainnya yang menyebabkan aliran darah terganggu, misalnya berdiri terlalu lama.

Agar sirkulasi darah lebih lancar dan pembekuan darah dapat dicegah, Anda bisa membiasakan untuk meletakkan kaki lebih tinggi dari pinggang. Lakukan rutin selama 30 menit setiap 2 kali sehari.

Artikel Lainnya: Penyintas COVID-19 Berisiko Alami Komplikasi Kardiovaskular 

 

5 dari 6

5. Jangan Sering Pakai Baju Ketat

Cara mencegah emboli paru berikutnya yaitu tidak menggunakan pakaian ketat. Pasalnya, kebiasaan mengenakan baju ketat dapat meningkatkan risiko infeksi dan pembekuan darah. 

Menurut dr. Faraneh Sabi dari Kaiser Permanente healthcare company, AS, pakaian ketat dapat mengganggu sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Gangguan sirkulasi darah memperbesar risiko pembekuan yang mencetuskan gumpalan darah. 

“Gumpalan darah ini berbahaya, karena bisa menyebar ke paru-paru dan memicu emboli. Selain itu, gumpalan darah bisa menyumbat jantung dan otak, serta menyebabkan kematian,” tegasnya. 

 

6 dari 6

6. Turunkan Berat Badan

Pencegahan emboli paru juga bisa dilakukan dengan menjaga berat badan ideal. Pasalnya, berat badan berlebih alias obesitas merupakan salah satu faktor risiko pembekuan darah. 

Melansir News Medical Life Sciences, obesitas dapat menyebabkan resistensi insulin dan peradangan kronis, serta meningkatkan aktivitas trombosit yaitu sel darah yang memicu pembekuan darah. 

Mekanisme tersebut pada gilirannya mencetuskan gumpalan darah, yang meningkatkan risiko gangguan pembekuan darah dan emboli paru.

Itu dia sederet cara mencegah emboli paru. Jika ingin bertanya lebih lanjut seputar kesehatan paru, konsultasi kepada dokter via Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(FR/JKT)

Referensi:

Cleveland Clinic. Diakses 2022. Pulmonary Embolism.

News Medical Life Sciences. Diakses 2022. Obesity and Deep Vein Thrombosis (DVT).

Frontiers in Physiology. Diakses 2022. Does Exercise Influence the Susceptibility to Arterial Thrombosis? An Integrative Perspective.

Orlando Health. Diakses 2022. Ladies: It’s Time to Stop Crossing Your Legs.

Healthline. Diakses 2022. How Can You Prevent Blood Clots?

British Medical Journal. Diakses 2022. Physical inactivity and idiopathic pulmonary embolism in women: prospective study.

Ditinjau oleh dr. Arina Heidyana

pernapasan
gangguan pembekuan darah
Emboli Paru