Sukses

Pengertian Azithromycin

Azithromycin merupakan obat generik yang masuk dalam golongan Antibiotik yang digunakan untuk membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri. Obat ini hanya digunakan untuk membantu mengobati infeksi bakteri, sehingga penggunaan Azithromycin pada pengobatan infeksi virus (seperti flu) dan jamur tidak akan berhasil. Penggunaan Azithromycin yang tidak tepat dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten (kebal) dan menurunkan efektifitas kerja obat ini.

Keterangan Azithromycin

  • Azithromycin Kaplet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik.
    • Kandungan: Azithromycin 500 mg.
    • Bentuk: Kaplet.
    • Satuan penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @6 Kaplet; Strip @10 Kaplet.
    • Farmasi: Kimia Farma, Nulab; Promedrahadjo Farmasi Industri; Dexa Medica; Guardian Pharmatama; Otto
    • Pharmaceuticals; Pyridam Farma.
  • Azithromycin Sirup:
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antibiotik.
    • Kandungan: Azithromycin 200 mg/5 mL.
    • Bentuk: Sirup.
    • Satuan penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol 15 mL.
    • Farmasi: Dexa Medica; Bernofarm; Infion; Natura Laboratoria Prima.

Kegunaan Azithromycin

Azithromycin digunakan sebagai Obat untuk membantu mengobati : infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran pernafasan, infeksi kelamin tidak berkomplikasi karena Chlamydia, pencegahan penyebarluasan infeksi Mycobacterium Avium Complex (MAC), gonore/kencing nanah tidak berkomplikasi, Imunisasi aktif terhadap demam tifoid yang disebabkan oleh Salmonella typhi, granuloma inguinale (suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Calymatobacterium granulomatis, yang menyebabkan peradangan menahun pada alat kelamin).

Dosis dan Cara Penggunaan Azithromycin

Penggunaan Azithromycin harus dikonsultasikan dengan Dokter. Aturan penggunaan Azithromycin adalah:
Usia > 16 tahun : 500mg/hari dalam 3 hari atau dosis rejimen, hari pertama 500mg, selanjutnya 250mg untuk 4 hari.

Aturan penggunaan Azithromycin Sirup adalah:

  • Berat 15 - 25 kg :
    • Pemakaian 3 hari : 200 mg (5 ml) 1 x sehari, pada hari 1 - 3. Pemakaian 5 hari : 200 mg (5 ml) 1 x sehari pada hari 1, selanjutnya 100 mg (2,5 ml), 1 x sehari pada hari 2 - 5.
  • Berat 26 - 35 kg :
    • Pemakaian 3 hari : 300 mg (7,5 ml) 1 x sehari, pada hari 1 - 3. Pemakaian 5 hari : 300 mg (7,5 ml) l x sehari pada hari 1, selanjutnya 150 mg (3.75ml) 1 x sehari pada hari 2 - 5.
  • Berat 36 - 45 kg :
    • Pemakaian 3 hari : 400 mg (10 ml) 1 x sehari, pada hari 1 - 3. Pemakaian 5 hari : 400 mg (10 ml) 1 x sehari pada hari 1, selanjutnya 200 mg (5 ml) 1 x sehari pada hari 2 - 5.
  • Berat > 45 : Sesuai dosis untuk dewasa.

Efek Samping Azithromycin

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Azithromycin adalah:

  • Gangguan saluran cerna (mual, muntah, diare.sembelit).
  • Gangguan penglihatan dan iritasi, tuli, pusing, sakit kepala, kelelahan.
  • Anoreksia (Gangguan berupa penurunan nafsu makan yang berlebihan),
  • Parestesia (sensasi abnormal berupa kesemutan, tertusuk, atau terbakar pada kulit yang umumnya dirasakan di tangan, kaki, lengan, dan tungkai).
  • Dysgeusia (kondisi yang ditandai oleh distorsi rasa dalam indera pengecap, dimana seseorang mengalami perubahan rasa saat mengecap makanan atau minuman).
  • Hidung tersumbat, sinusitis (inflamasi atau peradangan pada dinding sinus).
  • Pembengkakan wajah, pruritus (rasa gatal yang bisa meliputi seluruh atau sebagian tubuh seseorang), ruam, urtikaria/biduran, arthralgia (nyeri pada satu atau lebih sendi).

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Azithromycin pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif terhadap antibiotik golongan makrolida.
  • Memiliki riwayat ikterus kolestatik / disfungsi hati setelah penggunaan antibiotik sebelumnya.

Interaksi Obat:
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Azithromycin:

  • Dapat meningkatkan konsentrasi serum digoxin, siklosporin, terfenadin, hexobarbital dan fenitoin.
  • Menurunkan tingkat penyerapan dengan antasida yang mengandung aluminium dan magnesium.
  • Meningkatkan resiko toksisitas (racun) ergot.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Azithromycin ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait