Sukses

Pengertian Amitriptyline

Amitriptyline adalah obat antidepresan yang digunakan untuk mengatasi depresi. Amitriptyline membantu meringankan kecemasan sehingga pasien dapat lebih mudah beristirahat. Amitriptyline bekerja dengan menjaga keseimbangan kadar serotonin dan norepinephrine dalam sistem saraf pusat.

Keterangan Amitriptyline

  • Golongan: Obat Psikotropika
  • Kelas Terapi: Antidepresan
  • Kandungan: Amitriptyline 25 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Indofarma; Yarindo Farmatama

Kegunaan Amitriptyline

Amitriptyline berguna untuk mengatasi depresi, meringankan kecemasan sehingga pasien mudah beristirahat.

Dosis & Cara Penggunaan Amitriptyline

Amitriptyline termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  1. Nocturnal enuresis
    • Anak usia 6-10 tahun: diberikan dosis 10-20 mg setiap hari
    • Anak usia 11-16 tahun: diberikan dosis 25-50 mg sebelum tidur. Durasi pengobatan tidak boleh lebih dari 3 bulan.
  2. Depresi
    • Dewasa: Dosis awal: diberikan dosis 25 mg kemudian dinaikan bertahap 25 mg hingga 150 mg setiap hari.
    • Lansia: Dosis awal: diberikan dosis 10-25 mg pada malam hari setiap hari. Dosis dapat ditingkatkan 100 mg-150 mg setiap hari.
  3. Nyeri neuropatik dan pencegahan migran
    • Dewasa: Dosis awal: diberikan dosis 10-25 mg pada malam hari, dosis dapat ditingkatkan 10-25 mg setiap 7 hari.
    • Lansia: Dosis Awal: 10-25 mg pada malam hari dan tingkatkan secara bertahap.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Amitriptyline

Berikut merupakan efek samping yang dapat timbul setelah menggunakan Amitriptyline:

  • Penglihatan kabur
  • Gelisah
  • Diare
  • Anoreksia
  • Kebotakan
  • Aritmia (gangguan irama jantung)
  • Tekanan darah rendah
  • Gatal biduran

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan indikasi:

  • Penderita insufisiensi arteri koroner, aritmia (gangguan irama jantung)
  • Penggunaan bersama MAOI dan cisapride
  • Anak usia < 6 tahun
  • Penderita gangguan hati

Interaksi Obat
Terdapat sejumlah interkasi jika Amitriptyline digunakan bersama:

  • Penggunaan amitriptyline dengan linezolid, fentanyl, lithium, tramadol, atau antidepresan dapat meningkatkan risiko sindrom serotonin.
  • Penggunaan amitriptyline dengan methylphenidate, cimetidine, antipsikotik, dan antagonis kalsium dapat meningkatkan kadar obat dalam darah.
  • Penggunaan amitriptyline dengan barbiturat, rifampicin, dan antikonvulsan dapat mengurangi kadar obat dalam darah.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Amitriptyline ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala: depresi sistem saraf pusat, depresi pernapasan, gangguan irama jantung, kejang, kegembiraan, kegelisahan dengan efek antimuskarinik yang ditandai termasuk mulut kering, mydriasis stasis usus, detak jantung cepat, retensi urin, membran mukosa kering, berkurangnya motilitas usus; demam, hipotensi berat, koma, hiperrefleksia dengan refleks plantar ekstensor, hipotermia.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Pastikan jalan napas dan akses intravena (pemberian obat melalui pembuluh darah) yang memadai. Lakukan lavage lambung dilanjutkan dengan pemberian arang aktif dalam waktu satu jam setelah menelan Amitriptyline untuk mengurangi penyerapan. Lakukan EKG dan mulai pemantauan jantung. Intubasi disarankan untuk kerusakan mendadak. Berikan benzodiazepin atau antikonvulsan (misalnya fenobarbital, fenitoin) untuk mengontrol kejang. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait