Sukses

Makan Tape saat Hamil, Bahayakah bagi Kesehatan Janin?

Makan tape saat hamil konon bisa berbahaya bagi kesehatan janin. Benarkah anggapan tersebut? Cek kata dokter soal efek tape untuk ibu hamil lewat ulasan berikut.

Tape merupakan salah satu makanan yang banyak ditemukan di Indonesia. Berbahan dasar singkong ataupun ketan, jenis makanan ini memiliki rasa yang khas. Tidak heran jika tape memiliki banyak penggemar.

Namun, penggemar tape yang sedang hamil sering dianjurkan untuk membatasi asupan tersebut sementara waktu. Pasalnya, ada anggapan bahwa tape bisa berdampak buruk pada janin.

Lantas, apakah anggapan tersebut sesuai fakta medis? Apa kata medis soal efek tape untuk ibu hamil? Yuk, cari tahu agar Anda tidak salah kaprah.

 

1 dari 3 halaman

Tape untuk Ibu Hamil, Bahaya atau Tidak?

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, mengonsumsi tape saat hamil tergolong aman asalkan jumlahnya dibatasi.

Artikel Lainnya: Ibu Hamil Makan Steak Sirloin dan Tenderloin, Amankah bagi Janin?

“Jadi, kalau dikonsumsi secukupnya hanya untuk memuaskan rasa ingin, boleh-boleh saja,” kata dr. Astrid.

Sangat penting untuk membatasi porsi tape yang dikonsumsi saat hamil. Sebab, jika berlebihan, kandungan yang ada di dalam tape berpotensi memicu kontraksi sebelum waktunya.

“Efek tape untuk ibu hamil jika dikonsumsi berlebihan juga bisa menyebabkan mual. Hal itu bisa membuat ibu hamil malas makan, sehingga berisiko mengganggu proses pemenuhan gizi harian,” tegas dr. Astrid.

Tidak hanya sebatas itu, konsumsi tape secara berlebihan saat hamil juga bisa menimbulkan dampak buruk lain.

2 dari 3 halaman

Efek Tape untuk Ibu Hamil Jika Dikonsumsi Berlebihan

Berikut ini beberapa efek buruk yang bisa terjadi akibat mengonsumsi tape secara berlebihan saat hamil:

1. Penyakit Kuning

Tape memiliki kandungan alkohol. Apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebih, kandungan tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit kuning pada janin.

Saat ibu mengonsumsi tape dalam jumlah terlalu banyak, kandungan alkohol pada tape akan masuk ke dalam tubuh janin melalui plasenta. Di satu sisi, organ tubuh janin masih dalam tahapan perkembangan sehingga belum mampu berfungsi dengan baik.

Alhasil, alkohol yang masuk ke dalam tubuh janin tidak dapat tersaring sempurna sehingga bisa memicu munculnya bakteri toksoplasma yang mencetuskan penyakit kuning.

Artikel Lainnya: Yang Perlu Diperhatikan Ibu Hamil Sebelum Mengonsumsi Mi Shirataki

2. Kegagalan Fungsi Hati

Konsumsi tape dalam jumlah berlebih saat hamil dapat meningkatkan risiko kegagalan fungsi hati pada janin. Hal ini terjadi akibat paparan alkohol dalam tape yang disalurkan kepada janin lewat plasenta.

Karena hati (liver) janin belum mampu menjalankan perannya dengan sempurna, organ tersebut tak akan mampu mengolah racun dan mengeluarkannya lewat urine. Alhasil, senyawa tersebut terakumulasi di hati dan menyebabkan gangguan.

3. Cacat Fisik

Tape yang dikonsumsi dalam jumlah berlebih oleh ibu hamil dapat menyebabkan Fetal Alcohol Spectrum Disorder (FADs) pada janin. Lagi-lagi, hal ini akibat kandungan alkohol yang ada di dalam tape.

Fetal Alcohol Spectrum Disorder dapat meningkatkan risiko bayi terlahir cacat. Keadaan tersebut bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan kepala janin, kelainan wajah, dan lain sebagainya.

4. Menyebabkan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

Konsumsi tape berlebihan saat hamil disebut mampu meningkatkan risiko Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada janin saat dilahirkan.

ADHD merupakan gangguan kesehatan mental yang bisa membuat janin tumbuh menjadi anak hiperaktif, sulit fokus, dan kompulsif. Gangguan tersebut bisa bertahan hingga dewasa, sehingga berpotensi menurunkan kualitas hidup si kecil di masa depan.

Konsumsi tape saat hamil masih tergolong aman asalkan jumlahnya benar-benar dibatasi. Jika cenderung dikonsumsi berlebihan, kesehatan janin di dalam kandungan bisa terancam. Anda tidak ingin demikian, bukan?

Apabila sangat ingin mengonsumsi tape tanpa khawatir efeknya untuk ibu hamil, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau aplikasi Klikdokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar