Sukses

Pantangan Setelah Kuret yang Wajib Anda Hindari

Agar fisik tetap prima, ada beberapa pantangan pasca-kuret yang mesti dihindari. Apa saja? Simak 6 pantangan setelah kuret berikut ini.

Kuret merupakan suatu tindakan medis yang dilakukan setelah keguguran. Setelah kuret, biasanya Anda akan merasakan pusing untuk sementara waktu, mual, dan muntah. Ada pula keluhan nyeri di bagian perut dan rahim.

Karenanya, terdapat beberapa aktivitas pantangan sehabis kuret yang sebaiknya tidak dilakukan dulu untuk beberapa saat. Hal ini penting demi menjaga kondisi tubuh.

Simak di bawah ini sejumlah hal yang tidak boleh dilakukan setelah kuret:

1. Beraktivitas Berlebihan

Selama 12 jam setelah kuret, disarankan beristirahat dan tidak melakukan aktivitas terlalu berat. Sebab, kondisi tubuh masih lemah dan belum dapat berkonsentrasi dengan baik.

Artikel lainnya: Abortus Komplit, Keguguran Tanpa Kuret dan Cara Perawatannya

1 dari 3 halaman

2. Mengendarai Kendaraan

Usai 24 jam pertama pascaprosedur kuret, hindari mengendarai kendaraan seperti mobil, motor, sepeda, dan lainnya. 

Pasalnya, berkendara menuntut koordinasi tubuh dan konsentrasi. Rasa sakit atau mengantuk dari obat bius bisa mengganggu aktivitas ini.

3. Berhubungan Intim

Dokter Astrid Wulan Kusumoastuti menyarankan agar tidak berhubungan seksual setidaknya satu minggu setelah kuret. Anda dapat berkonsultasi kepada dokter untuk mengetahui waktu berhubungan seks yang aman.

4. Menggunakan Tampon

Melansir Complete Women Care, setelah kuret Anda disarankan menggunakan pembalut. 

Pendarahan ringan akan terjadi setelah kuretase. Pemakaian tampon justru dapat menyebabkan infeksi.

5. Langsung Berniat Hamil Lagi

Dilansir dari What to Expect, untuk tahapan kehamilan selanjutnya, sebaiknya menunggu tiga siklus menstruasi setelah dilakukan kuret. Langkah ini bertujuan memberi waktu bagi rahim dalam membangun kembali lapisannya untuk menopang janin. 

Namun, waktu yang tepat untuk hamil setelah kuret juga bergantung pada kondisi keguguran yang dialami.

Artikel lainnya: Ketahui Penyebab Umum Keguguran pada Ibu Hamil

2 dari 3 halaman

6. Makanan Tertentu

Setelah kuret, Anda tidak boleh sembarangan mengonsumsi makanan. Beberapa pantangan makanan setelah kuret di antaranya:

  • Tinggi karbohidrat dan rendah serat: Makanan ini dapat menyebabkan fluktuasi kadar gula tubuh yang cepat. Bila gula darah tinggi, penyembuhan pascakuret bisa terhambat. Contoh makanan yang perlu dihindari adalah pasta, mi, dan roti putih.
  • Makanan dan minuman manis: Makanan manis dengan indeks glikemik tinggi dapat meningkatkan kadar gula darah. Hindari permen, kue, dan minuman manis berkarbonasi untuk sementara.
  • Susu sapi dan daging berlemak: Asupan ini dapat menyebabkan peradangan pada tubuh, sehingga mengganggu pemulihan.
  • Makanan cepat saji: Makanan ini tinggi kalori dan lemak trans. Peradangan di dalam tubuh bisa terjadi bila asupannya berlebihan.
  • Produk kedelai: Kedelai mengandung fitat yang dapat membuat penyerapan zat besi di dalam tubuh tidak berjalan dengan baik. Padahal zat besi dibutuhkan untuk proses pemulihan. 

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi setelah kuret, Anda dapat mengonsumsi makanan kaya zat besi dan kalsium, buah, serta sayur.

Setelah kuret, jangan ragu memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami keluhan seperti demam tinggi, kram lebih dari dua hari, rasa sakit makin parah, pendarahan berat bahkan lebih dari dua minggu, dan keputihan berwarna hijau atau berbau tak sedap.

Itulah beberapa pantangan sehabis kuret yang harus diperhatikan. Untuk informasi lebih lanjut seputar keguguran, Anda dapat berkonsultasi melalui fitur Live Chat dokter.

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar