Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Sunat Ulang Akibat Potongan Kurang Presisi, Apa Maksudnya?

Sunat Ulang Akibat Potongan Kurang Presisi, Apa Maksudnya?

Tak hanya sekali, sunat atau sirkumsisi rupanya bisa dilakukan dua kali. Apa sih penyebab hasil sunat tidak sempurna ini? Berikut ulasannya.

Seorang pria dari Banjar, Jawa Barat, mengaku menjalani sunat dua kali karena potongan yang kurang presisi. Menurut sang pria, dia memiliki potongan kulit yang tersisa dan tidak terjahit dengan baik.

Meski tidak sakit, menurutnya potongan yang kurang presisi ini membuat urine-nya keluar tak berarah saat berkemih. Dia lantas memutuskan untuk melakukan sunat ulang di sebuah klinik di Jakarta untuk memperbaikinya.

Lantas, apa itu sunat revisi? Apa manfaatnya jika dilakukan sesuai dengan prosedur medis dan pemantauan dokter?

1 dari 3 halaman

Sunat Gagal dan Penyebabnya

Sunat atau dalam medis disebut sirkumsisi adalah prosedur medis untuk membuang atau memotong kulit luar (kulup) yang menyelubungi kepala penis. Prosedur ini bisa dilakukan pada bayi, anak-anak, hingga dewasa.

Meski tidak wajib, prosedur ini dianjurkan pada beberapa agama dan tradisi. Oleh Centers for Disease and Prevention, sunat juga direkomendasikan untuk mengurangi beberapa risiko kesehatan, seperti infeksi saluran kemih, kanker penis, dan infeksi menular seksual termasuk HIV.

Artikel lainnya: Mengenal Metode Sunat Stapler dan Kelebihannya

Meskipun demikian, seperti prosedur medis lainnya, beberapa risiko dapat terjadi setelah sunat  dilakukan. Salah satunya, hasil sunat gagal sehingga butuh diulang.

Sunat ulang bertujuan untuk merevisi hasil sunat sebelumnya untuk mencapai hasil yang diinginkan atau tidak didapat pada prosedur awal. Keputusan untuk menjalani operasi sunat revisi harus didasarkan pada riwayat medis dan tujuan kesehatan pasien.

Ada beberapa penyebab umum sunat ulang. Salah satunya akibat kurang banyaknya kulit yang terpotong sehingga tak sesuai dengan prinsip sirkumsisi. Ditambahkan dari Socal Circumcision, kulit kulup yang masih sangat menonjol dapat mengaburkan kelenjar (kepala) penis.

Gangguan saat berkemih, seperti yang dialami pria asal Banjar di atas, juga dapat menjadi penyebab sunat ulang dilakukan.

Namun demikian, menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong, untuk mengetahui penyebab sunat ulang harus diobservasi secara langsung oleh dokter.

Artikel lainnya: Perawatan Tepat Agar Luka Sunat Cepat Sembuh

“Sunat ulang memang bisa terjadi pada beberapa kasus. Tetapi memang untuk mengetahui jelas penyebabnya, perlu dilihat kasus per kasus lebih lanjut. Jadi tidak bisa langsung dipastikan apa saja penyebabnya,” ujarnya.

2 dari 3 halaman

Manfaat Sunat Ulang

Ingat, sunat revisi harus mempertimbangkan riwayat medis serta tujuan kesehatan pasien. Jika dilakukan dengan benar dan hasilnya baik, ada beberapa manfaat yang bisa dicapai, yaitu:

  • minimalkan jaringan parut atau memperbaiki pola sayatan pada bedah sunat sebelumnya,
  • mendapatkan fungsi dan estetika yang tidak dicapai oleh operasi sebelumnya, dan
  • Meningkatkan mood dan kepercayaan diri pasien.

Yang terpenting, sebelum melakukan sunat ulang, konsultasikan kepada dokter ahli terlebih dahulu. Dokter akan membantu Anda mempertimbangkan plus-minus prosedur bedah ini dan apa saja yang harus disiapkan.

Terkadang hasil sunat tidak sempurna dapat terjadi. Itu sebabnya, re-circumcision dapat dilakukan sesuai dengan pemeriksaan dan rekomendasi dokter. Jadi, jangan malu berkonsultasi soal apa pun terkait hasil sunat Anda, ya.

Jika Anda masih punya pertanyaan seputar sunat dua kali, sampaikan langsung kepada dokter di fitur Live Chat 24 Jam dari aplikasi Klikdokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar