Menu
KlikDokter
Icon Search
Icon LocationTambah Lokasi KamuIcon Arrow
HomeGaya hidupPerawatan PriaRagam Penyebab Penis Kecil dan Cara Mengatasinya
Perawatan Pria

Ragam Penyebab Penis Kecil dan Cara Mengatasinya

Siti Putri Nurmayani, 07 Nov 2023

Ditinjau oleh dr.Dina Kusumawardhani

Icon ShareBagikan
Icon Like

Ternyata, besar kecilnya ukuran penis dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Apa saja penyebabnya?

Ragam Penyebab Penis Kecil dan Cara Mengatasinya

Bagi kebanyakan pria, ukuran penis yang kecil menjadi salah satu hal yang dapat menurunkan rasa percaya diri. Tak jarang, hal tersebut juga dapat menimbulkan kekhawatiran tidak bisa memuaskan pasangannya.

Rata-rata, ukuran penis pria dewasa saat tidak ereksi adalah 9,16 sentimeter (cm). Sedangkan saat ereksi, ukuran rata-rata penis pria adalah 13,12 cm. Lalu, berapa ukuran penis yang dianggap kecil?

Menurut dr. Dina Kusumawardhani, penis akan dikategorikan kecil jika ukurannya kurang dari 7 cm. Kondisi ini disebut dengan istilah micropenis.

Mari ketahui selengkapnya tentang penyebab penis kecil dan solusi untuk mengatasinya lewat ulasan di bawah ini.

Penyebab Penis Kecil (Micropenis)

Pada dasarnya, micropenis merupakan kondisi yang terbilang langka. Ada berbagai penyebab diameter penis kecil. Berikut di antaranya:

1. Genetik

Faktor genetik merupakan salah satu penyebab micropenis. Menurut dr. Dina, faktor mutasi gen turut memengaruhi ukuran penis.

“Kelainan gen ini menyebabkan terganggunya enzim yang memengaruhi hormon seks, sehingga membuat ukuran penis menjadi lebih kecil dan tidak berkembang dengan baik,” tuturnya.

2. Obesitas

Ukuran penis kecil ternyata juga bisa disebabkan oleh obesitas. Kegemukan dapat mengganggu fungsi hormon seks dan mengakibatkan penis jadi lebih kecil.

Tak hanya itu, badan yang gemuk juga dapat memicu terjadinya penumpukan lemak di daerah kelamin dan bisa menutupi otot di sekitar penis. Kondisi ini tentu bisa membuat penis tampak lebih kecil.

3. Gangguan Hormon

Micropenis sering dikaitkan dengan hormon testosteron. Mengutip dari Cleveland Clinic, penis kecil bisa disebabkan oleh kekurangan testosteron sewaktu berada di dalam kandungan.

Penyebab paling umum adalah hipogonadisme hipogonadotropik yang terjadi ketika bagian otak yang mengontrol sistem saraf otonom dan kelenjar pituitari (hipotalamus) tidak mengeluarkan hormon yang merangsang testis untuk memproduksi testosteron. Padahal, ini diperlukan untuk fungsi reproduksi.

4. Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan juga dapat memengaruhi ukuran penis seseorang. Paparan zat kimia tertentu, seperti pestisida saat hamil, dapat mengganggu polymerase gen di tubuh yang dapat memengaruhi ukuran penis janin dalam kandungan.

Oleh karenanya, Mama perlu berhati-hati dan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

Solusi untuk Mengatasi Penis Kecil (Micropenis)

Posisi Seks untuk Pria yang Mempunyai Penis Kecil

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, apakah mikropenis bisa diobati? Berdasarkan penuturan Dokter Dina, hingga saat ini belum ada terapi yang memuaskan untuk mengatasi micropenis.

Namun, cara mengatasi penis kecil paling efektif biasanya dilakukan saat masih anak-anak. Pasalnya, micropenis sebetulnya bisa dideteksi sejak dini, asal orang tua selalu memerhatikan ukuran penis anaknya. Terlebih, jika saat lahir ukuran penis anak kurang dari 1,9 cm.

Berikut solusi penis kecil yang umumnya dianjurkan oleh dokter.

1. Terapi Hormon

Terapi hormon testosteron menjadi salah satu pengobatan untuk mengatasi penis kecil. Dokter akan memberikan suntikan testosteron dan melakukan pengamatan penis dalam merespons hormon tersebut.

2. Operasi

Apabila pengobatan terapi tidak menunjukkan hasil yang optimal, dokter mungkin akan mempertimbangkan prosedur operasi. Sayangnya, phalloplasty atau bedah rekonstruksi mikropenis untuk anak-anak bisa berisiko.

Oleh karenanya, pembedahan ini lebih mudah dilakukan saat dewasa. Berdasarkan studi yang dipublikasikan oleh Journal of Clinical Research in Pediatric Endocrinology, teknik pembedahan ini memiliki risiko komplikasi yang tinggi, baik pada saluran kemih dan fungsi lainnya.

Untuk itu, penting untuk mempertimbangkannya dengan baik dan konsultasi dengan dokter.

Supaya lebih mudah, kamu bisa konsultasi secara online terlebih dahulu dengan dokter lewat layanan Tanya Dokter atau buat janji dengan dokter dengan layanan Temu Dokter. Selain itu, mari #JagaSehatmu dan alat kelamin dengan melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk alat reproduksi. Kamu bisa booking pemeriksaan alat reproduksi lewat aplikasi KlikDokter.

(NM)

Ukuran PenisPenis KecilPenis

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter