Sukses

Relaksasi Lidah untuk Mengatasi Stres, Benarkah Ampuh?

Bukan untuk bergaya atau meledek orang lain, menjulurkan lidah disebut-sebut bisa menjadi relaksasi stres. Benarkah hal tersebut? Cek penjelasan berikut ini!

Ada banyak cara untuk relaksasi stres guna melepas pikiran negatif. Salah satu cara nyeleneh yang dianggap ampuh untuk meredakan stres adalah mengeluarkan atau menjulurkan lidah. 

Sebenarnya, teknik relaksasi lidah sudah ada sejak lama. Hanya saja, metode menjulurkan lidah dan menahannya dengan bibir baru populer sejak akun @nahala_oaks mengunggah kontennya di TikTok. 

Sembari menjulurkan lidah, Anda diharapkan untuk menenangkan diri alias tak berpikir macam-macam.

Lantas, bagaimana sebenarnya manfaat relaksasi lidah menurut psikolog dan dokter? Benarkah efektif untuk menangkal stres? 

Artikel Lainnya: 7 Cara Tetap Sehat Meski Stres Melanda

1 dari 3 halaman

Mengenal Relaksasi Lidah dan Manfaatnya

Mengutip dari Very Well Mind, seorang pakar kesehatan dari StressNoMore, Stephanie Taylor, memberikan tanggapan tentang metode relaksasi lidah. 

Menurutnya, metode relaksasi memang dapat mengalihkan fokus individu dari amygdala, pusat kekhawatiran dan ketakutan di otak, ke korteks motorik. 

Fungsi dari area korteks motorik adalah mengatur gerak tubuh. Dengan mengalihkannya ke bagian lain, maka kecemasan yang dirasakan bisa berkurang. 

Dengan melakukan relaksasi lidah dan tidak banyak berdialog, baik lewat mulut maupun melalui pikiran yang rumit, Anda diharapkan bisa menjadi lebih tenang. 

Lalu, bagaimana tanggapan psikolog mengenai efektivitas atau pengaruh metode menjulurkan lidah untuk kejernihan pikiran? 

“Relaksasi tersebut bisa saja berpengaruh untuk beberapa orang. Karena berdasarkan penjelasan beberapa ahli, lidah itu terhubung dengan keseluruhan tubuh. Bahkan, perubahan posisi lidah juga mampu mempengaruhi emosi dan kesadaran pikiran,” ujar Ikhsan Bella Persada, M. Psi., Psikolog.

Artikel Lainnya: Hilangkan Stres dan Cemas dengan Yoga

“Namun, bukan berarti metode ini sudah 100 persen efektif, ya. Karena, jika berbicara tentang relaksasi, itu sebenarnya balik lagi ke kecocokan dan selera masing-masing individu,” tegasnya. 

Menurut Ikhsan, ada orang yang nyaman hanya dengan latihan pernapasan untuk meredakan stres. 

Ada juga orang yang butuh media lain agar bisa lebih tenang dan fokus, misalnya menghitung ketukan jari. 

Saat ditanya apakah relaksasi lidah juga bisa menjadi “terapi” mudah untuk mengatasi stres level berat, Ikhsan meragukan kemampuan metode tersebut. 

“Karena biasanya, teknik relaksasi seperti ini (menjulurkan lidah) cuma bisa untuk membantu menstabilkan emosi atau menurunkan kadar stres sementara waktu,” ujar Ikhsan.

“Jadi, jika stres yang dirasakan sudah terlampau berat, ada baiknya ke tenaga profesional seperti psikolog dan psikiater saja untuk dicarikan jalan keluarnya,” sambungnya. 

Artikel Lainnya: 6 Tanda Keluarga Anda Dikepung Stres

2 dari 3 halaman

Relaksasi Lidah Tetap Ada Risikonya

Relaksasi lidah ternyata banyak jenis dan tekniknya. Dari sekian banyak, ada satu yang cukup menyita perhatian, yaitu menjulurkan lidah lalu bagian tersebut dipijat-pijat dengan dengan kedua tangan. 

“Metode yang menggunakan jari seperti itu justru berisiko menimbulkan peradangan pada rongga mulut. Bahkan, risiko infeksi juga meningkat jika memegangnya dengan tangan yang kurang bersih,” ucap dr. Valda Garcia.

“Manfaatnya pun belum bisa dipastikan untuk semua orang. Sebaiknya, Anda berkonsultasi langsung dengan psikolog atau psikiater jika mengalami kecemasan dan stres yang tak terkendali,” sarannya. 

Ketika pikiran penat, Anda bisa mencari tempat dengan suasana yang lebih tenang. Jika ragu dengan manfaat relaksasi untuk mengatasi stres, dalam hal ini relaksasi lidah, lakukanlah yang sederhana dulu, yaitu latihan pernapasan. 

Lakukan dengan ketukan atau hitungan agar tidak terburu-buru. Bila hal tersebut masih belum bisa menenangkan, segera konsultasikan kondisi Anda kepada psikolog melalui LiveChat 24 jam atau di aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar