Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Biar Cepat Sembuh, Ini Deretan Vitamin untuk Pasien COVID-19

Biar Cepat Sembuh, Ini Deretan Vitamin untuk Pasien COVID-19

Asupan vitamin tertentu dibutuhkan untuk menjaga dan meningkatkan kondisi tubuh pasien COVID-19. Apa saja vitamin yang disarankan?

Agar kondisi tubuh pasien COVID-19 kuat melawan infeksi virus, dibutuhkan makanan, minuman, dan obat-obatan yang sesuai dengan keluhan. Di luar itu, ada satu lagi yang bisa meningkatkan kondisi tubuh, yakni suplemen atau vitamin.

Apa saja vitamin untuk pasien COVID-19 agar keadaannya bisa segera membaik?

 

1 dari 3 halaman

Vitamin yang Bagus untuk Pasien COVID-19

Baik dengan gejala maupun tidak, semua vitamin di bawah ini dapat dikonsumsi rutin, yaitu:

1. Vitamin C

Vitamin yang satu ini memang sudah jadi andalan. Sebelum, selama, dan sesudah sakit, vitamin C menjadi asupan yang diburu di masa pandemi.

Bukan tanpa sebab, vitamin C merupakan antioksidan yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi peradangan.

Vitamin ini juga mampu memperbarui sel-sel di dalam tubuh, sehingga orang yang sakit akan cepat pulih.

Selain dengan obat, gangguan saluran pernapasan atas seperti pilek dan batuk akibat virus juga dapat dilawan dengan vitamin C.

Dosis harian yang bisa dikonsumsi yaitu 250-1.000 mg. Jangan mengonsumsi vitamin C lebih dari 2.000 mg demi menghindari efek samping.

2. Vitamin D

Vitamin D merupakan nutrisi yang larut di dalam lemak dan penting untuk kesehatan serta fungsi sistem kekebalan tubuh.

Vitamin ini mampu meningkatkan jumlah sel darah putih yang merupakan bagian penting dari pertahanan kekebalan. Sama seperti vitamin C, vitamin D juga bisa mengurangi peradangan.

Bahkan, asupan vitamin D dapat meningkatkan respons tubuh terhadap pengobatan antivirus hepatitis C dan HIV.

Untuk dosisnya, biasanya seseorang butuh 1.000-4.000 IU per hari. Kekurangan vitamin D meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan atas, termasuk influenza, asma, dan alergi.

Artikel Lainnya: Sebelum Parah, Hadapi Gejala COVID-19 dengan Vitamin C

3. Zinc

Zinc merupakan mineral yang bisa juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kekurangan nutrisi ini secara signifikan memengaruhi kemampuan sistem kekebalan. Akibatnya, risiko infeksi termasuk pneumonia bisa meningkat.

Kondisi kekurangan zinc masih cukup umum ditemui. Biasanya, hal ini terjadi pada orang dewasa. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan jurnal Nutrients, 30 persen orang dewasa tua kekurangan zinc.

Anjuran batas konsumsi zinc yaitu 40 mg, jangan sampai melebihi dosis ini. Mengonsumsi zinc berlebih justru dapat mengganggu fungsi penyerapannya dan meningkatkan risiko infeksi di dalam tubuh.

4. Vitamin B Kompleks

Vitamin B6 dan B12 termasuk vitamin yang bisa membuat kondisi tubuh tetap prima. Pastikan untuk mendapatkan asupan vitamin B kompleks dari makanan sehari-hari maupun dari suplemen.

Beberapa makanan yang banyak mengandung vitamin B kompleks antara lain daging sapi, telur, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

5. Selenium

Penelitian pada hewan menunjukkan, suplemen selenium dapat meningkatkan pertahanan antivirus terhadap strain influenza, termasuk H1N1.

Sebagai antioksidan yang kuat, selenium mampu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Namun, hal ini tidak berlaku bagi mereka yang mengalami gangguan autoimun.

Artikel Lainnya: Konsumsi Vitamin C Tiap Hari, Apakah Berbahaya?

6. Curcumin

Curcumin merupakan senyawa utama di dalam kunyit yang bersifat antiinflamasi sekaligus meningkatkan imunitas tubuh.

Dalam pengobatan Ayurveda dan Tiongkok, curcumin juga bertugas sebagai analgesik (antinyeri) dan antiseptik.

7. Echinacea

Echinacea telah digunakan untuk mengobati pilek pada gangguan saluran pernapasan atas lainnya.

Lalu, kandungan ini dapat meningkatkan respons terhadap vaksin flu, khususnya pada pasien bronkitis atau asma.

Echinacea yang dikombinasikan dengan daun sage dan dibuat jadi semprotan tenggorokan mampu meredakan nyeri tenggorokan.

Artikel Lainnya: Kata Penelitian, Mayoritas Pasien COVID-19 Meninggal Kurang Vitamin D!

2 dari 3 halaman

Ingin sembuh? Jangan Hanya Bergantung dengan Vitamin

Dokter Arina Heidyana mengatakan, semua vitamin di atas memang disarankan dikonsumsi oleh pasien COVID-19.

“Vitamin tersebut sering diberikan dokter untuk dikonsumsi pasien selama terkena COVID-19. Bila tidak dirawat di rumah sakit, pastikan Anda tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Kalau berlebihan, hasilnya malah tak baik untuk tubuh,” pesannya.

Berbagai suplemen tersebut tidak boleh digunakan sebagai pengganti pola hidup sehat. Pasien COVID-19 dan orang sehat harus menjaga pola makan seimbang, cukup tidur, melakukan aktivitas fisik secara teratur, dan tidak merokok agar kekebalan tubuhnya baik.

Bila sedang minum obat-obatan tertentu yang berkaitan dengan penyakit comorbid, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter. Tujuannya untuk menghindari interaksi negatif antarobat.

Itu dia sejumlah asupan vitamin untuk pasien COVID-19 yang penting untuk dipenuhi. Kalau ingin konsultasi ke dokter seputar asupan vitamin, pakai LiveChat. Info RS rujukan dan tes PCR bisa diakses di Pusat Informasi COVID-19 Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar