Sukses

Bahaya Konsumsi Garam Berlebihan bagi Ibu Hamil

Konsumsi garam berlebihan dapat berbahaya bagi ibu hamil. Mari ketahui apa bahaya garam untuk ibu hamil berikut ini.

Garam adalah salah satu bumbu dapur yang paling banyak digunakan dalam masakan bahkan minuman. Penyedap rasa ini mempunyai peran penting dalam tubuh, seperti menjaga kadar cairan tubuh serta fungsi otot dan saraf.

Walaupun penting, konsumsi garam yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan secara umum. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan jumlah garam yang dikonsumsi, apalagi jika Anda sedang hamil.

Sebenarnya, apa efek konsumsi makanan asin bagi ibu hamil? Berikut penjelasan lengkapnya.

 

1 dari 4 halaman

Bahaya Kelebihan Garam dan Makanan Asin Saat Hamil

Konsumsi garam berlebihan dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan, khususnya pada ibu hamil. Berikut adalah efek makan asin berlebihan saat hamil:

1. Memperburuk Edema

Edema adalah penumpukan cairan di dalam ruang antara sel-sel tubuh. Kondisi ini dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, tetapi yang paling jelas adalah pada kaki dan lengan.

Karena garam bersifat menarik air, makan asin saat hamil dapat memberikan efek berupa perburukan edema (pembengkakan yang sering terjadi pada ibu hamil).

Hal itu karena biasanya ibu hamil akan mengalami bengkak seperti ini pada sekitar kaki. Asupan tinggi garam dapat memperparah kondisi tersebut.

2. Meningkatkan Tekanan Darah

Kelebihan garam saat hamil juga dapat menarik banyak air. Banyaknya air di dalam pembuluh darah bisa meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan hipertensi.

Artikel Lainnya: Bolehkan Ibu Hamil Makan Ikan Asin?

3. Mengganggu Perkembangan Janin

Tekanan darah yang tinggi karena konsumsi garam yang terlalu banyak dapat menekan pembuluh darah di rahim. Kondisi ini dapat mengganggu pengantaran oksigen dan nutrisi pada janin. Akhirnya kondisi ini dapat mengganggu perkembangan janin.

4. Dapat Menyebabkan Preeklampsia

Ibu yang sedang hamil dapat mengalami tekanan darah tinggi. Jika makan asin terlalu berlebihan saat hamil, maka efeknya dapat membuat tekanan darah tinggi ini sulit diatasi. Apabila dibiarkan, hal tersebut dapat memicu preeklampsia.

Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah mencapai hingga 140/90 mmHg.

Preeklampsia dapat berakibat fatal jika tidak tertangani dengan baik, misalnya menyebabkan perkembangan janin yang tidak sempurna, bayi lahir prematur, hingga kematian.

5. Memperlambat Pembentukan Ginjal Janin

Salah satu efek makan makanan asin saat hamil adalah dapat memperlambat pembentukan ginjal pada janin. Ketika ada keterlambatan ini, tubuh janin tidak dapat memfiltrasi darah dengan baik, yang akhirnya dapat menyebabkan kematian pada janin.

6. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Seperti yang setelah dijelaskan sebelumnya, garam menarik air sehingga akan meningkatkan carian di dalam pembuluh darah. Banyaknya cairan ini akan menaikkan tekanan darah yang akhirnya dapat menyebabkan penyakit jantung.

Artikel Lainnya: Mengonsumsi Garam Himalaya saat Hamil, Apakah Lebih Sehat?

7. Dehidrasi

Dehidrasi pada ibu hamil dapat terjadi sebagai efek makan asin yang berlebihan saat hamil. Ini karena garam memiliki kandungan natrium yang dapat memengaruhi keseimbangan cairan dalam tubuh. Dehidrasi yang berkepanjangan juga dapat membahayakan janin.

8. Obesitas

Kenaikan berat badan dapat terjadi sebagai salah satu akibat dari kelebihan yodium. Obesitas pada ibu hamil dapat membahayakan janin dalam kandungan dan kesehatan ibu sendiri.

2 dari 4 halaman

Berapa Takaran Garam yang Tepat bagi Ibu Hamil?

Lalu, berapakah takaran garam yang tepat agar ibu hamil tidak mengalami efek di atas? Rupanya, jumlah konsumsi garam harian selama kehamilan sama dengan ketika Anda tidak hamil.

Takarannya sama dengan rekomendasi untuk orang dewasa pada umumnya, yaitu tidak lebih dari 6 gram per hari atau sekitar 1 sendok teh.

Orang dewasa umumnya membutuhkan kurang dari 1 gram garam per hari untuk fungsi tubuh yang normal. Akan tetapi, 6 gram masih dalam tahap yang wajar.

Agar masih berada dalam tahap yang ‘aman’, Anda bisa membuat semacam catatan untuk melacak kadar garam atau natrium dalam makanan. Anda bisa memanfaatkan tabel nutrisi dalam kemasan makanan untuk memeriksa jumlahnya.

Namun sayang, tidak semua makanan yang dikonsumsi menyediakan tabel nutrisi. Itu sebabnya, kontrol diri sendiri menjadi sangat penting.

Artikel Lainnya: Daftar Makanan Rendah Garam yang Baik untuk Ibu Hamil

3 dari 4 halaman

Tips Mengatur Konsumsi Garam Agar Tidak Berlebih

Selain mengontrol diri sendiri, ada beberapa tips yang bisa bantu Anda agar tidak kelebihan garam saat hamil:

  • Kurangi Asupan Garam

Jangankan ibu hamil, orang pada umumnya juga diminta untuk membatasi dan mengelola asupan garam harian.

Ibu hamil bisa memulainya dengan membatasi frekuensi membeli makanan siap saji, fast food, makanan kemasan, dan makanan kaleng. Hidangan tersebut biasanya menambahkan cukup banyak garam di dalamnya.

Akan lebih baik jika Anda mengolah makanan sendiri di rumah sehingga takaran garam bisa lebih diatur.

  • Ganti Penggunaan Garam

Kalau sedang ingin makanan yang gurih, Anda bisa ganti dengan kaldu jamur atau bahan alami seperti tomat yang juga mengandung garam alami di dalamnya

Efek makan asin saat hamil dapat membahayakan ibu dan janin. Jadi, sebaiknya batasi konsumsi garam selama kehamilan. Gunakan garam secukupnya dan hindari konsumsi makanan yang diproses dengan kandungan garam berlebih. Jika muncul keluhan tertentu, segeralah berkonsultasi kepada dokter Anda.

Konsultasi kepada dokter lebih mudah dengan menggunakan layanan Live Chat dari Klikdokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar