Sukses

Bahaya Konsumsi Garam Berlebihan bagi Ibu Hamil

Konsumsi garam berlebihan dapat berbahaya bagi ibu hamil. Mari ketahui apa bahaya garam untuk ibu hamil dan cara membatasi asupannya.

Garam mungkin jadi bumbu dapur yang paling akrab dalam masakan Anda. Penyedap rasa ini berperan penting dalam menjaga kadar cairan tubuh, serta fungsi otot dan saraf. Namun, jumlah konsumsi garam saat hamil harus diperhatikan.

Adakah bahaya garam untuk ibu hamil saat dikonsumsi berlebihan? Lalu, seberapa banyak garam boleh dikonsumsi ibu hamil?

1 dari 4 halaman

Mengapa Konsumsi Garam Berlebihan Buruk bagi Bumil?

Asupan garam terkadang tidak bisa terelakkan. Terlebih saat bumil kerap kali membeli makanan olahan, fastfood, ataupun makan di restoran. Meski nikmat dan meningkatkan nafsu makan, dr. Sepriani Timurtini Limbong menyarankan Anda untuk membatasinya.

Menurut dr. Sepriani, pada dasarnya, garam itu bersifat menarik air sehingga bisa menyebabkan masalah pada tubuh bumil. Masalah yang dimaksud tersebut adalah:

  1. Memperburuk Edema 

Edema adalah terjadinya penumpukan cairan di dalam ruang antara sel tubuh. Kondisi tersebut bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, tapi paling terlihat jelas pada kaki dan lengan.

"Terlalu banyak mengonsumsi garam akan memperburuk edema atau bengkak yang dialami ibu hamil," dr. Sepriani mengingatkan.

Padahal, menurut dia, dalam kondisi normal pun, ibu hamil biasanya akan alami bengkak di sekitar kaki. Jika ditambah asupan tinggi garam, edemanya akan semakin berat.

Artikel lainnya: Bolehkah Ibu Hamil Makanan Asinan?

  1. Bisa Sebabkan Preeklampsia

"Selain itu, kalau ibu hamilnya mengalami tekanan darah tinggi, konsumsi garam yang berlebihan bisa membuat tekanan darah tinggi tadi susah dikontrol. Jika dibiarkan dapat berakibat preeklampsia," ujar dr. Sepriani. 

Preeklampsia sendiri adalah komplikasi kehamilan yang ditandai oleh tekanan darah hingga 140/90 mmHg.

Jika tak ditangani, kondisi tersebut dapat berakibat fatal bagi ibu dan janin. Antara lain, perkembangan janin tidak sempurna, bayi lahir prematur, serta kematian.

2 dari 4 halaman

Berapa Takaran Garam yang Tepat bagi Ibu Hamil?

Lantas, berapakah takaran garam untuk ibu hamil yang tepat agar tidak mengalami kondisi di atas? Rupanya, jumlah konsumsi garam harian selama kehamilan sama dengan ketika Anda tidak hamil. 

"Takaran yang dianjurkan sama dengan rekomendasi untuk orang dewasa pada umumnya, yaitu tidak lebih dari 6 gram per hari atau sekitar 1 sendok teh," ungkap dr. Sepriani.

Orang dewasa umumnya membutuhkan kurang dari 1 gram garam per hari untuk fungsi tubuh yang normal. Akan tetapi, 6 gram masih dalam tahap yang wajar.

Agar masih berada dalam tahap yang “aman”, Anda bisa membuat semacam catatan untuk melacak kadar garam atau natrium dalam makanan. Anda bisa memanfaatkan tabel nutrisi dalam kemasan makanan untuk memeriksa jumlahnya.

Artikel lainnya: Cegah Preeklamsia saat Hamil dengan Makanan Ini

Namun sayang, tidak semua makanan yang dikonsumsi menyediakan tabel nutrisi. Itu sebabnya, kontrol diri sendiri menjadi sangat penting.

3 dari 4 halaman

Tips Mengatur Konsumsi Garam agar Tidak Berlebih

Selain mengontrol diri sendiri, ada beberapa tips untuk membantu ibu hamil mengatur konsumsi garam harian. Berikut beberapa tips dari dr. Sepriani:

  • Kurangi Asupan Garam

Jangankan ibu hamil, orang pada umumnya juga diminta untuk membatasi dan mengelola asupan garam harian.

Ibu hamil bisa memulainya dengan membatasi frekuensi membeli makanan siap saji, fast food, makanan kemasan, dan makanan kaleng. Hidangan tersebut biasanya menambahkan cukup banyak garam di dalamnya.

Akan lebih baik jika Anda mengolah makanan sendiri di rumah sehingga takaran garam bisa lebih diatur.

  • Ganti Penggunaan Garam

"Kalau sedang craving makanan yang gurih, Anda bisa ganti dengan kaldu jamur atau bahan alami seperti tomat yang juga mengandung garam alami di dalamnya," tegas dr. Sepriani.

Bukannya dilarang sama sekali, konsumsi garam untuk ibu hamil tetap harus dibatasi. Jika muncul keluhan akibat diet tinggi garam yang dijalani selama hamil, segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Jaga selalu kehamilan Anda dengan konsumsi makanan bergizi. Pantau juga perkembangan kehamilan Anda di sini.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar