Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Lebih Baik Punya Jadwal Seks atau Spontan Saja?

Sebagian pasangan suami istri (pasutri) pilih lakukan seks terjadwal. Sebagian lagi, lebih suka secara spontan saja. Namun sebenarnya, mana yang paling baik?

Seks yang terjadwal bagi pasutri sebenarnya bukan hal baru. Dilansir Bustle, hal itu dibuktikan dalam studi yang dilakukan Sleep Judge terhadap 1.000 orang dewasa.

Studi tersebut melaporkan, sebanyak 29,9 persen pasutri “sering” membuat jadwal berhubungan intim. Sementara 27,1 persennya lagi, “selalu” membuat jadwal seks!

Kendati banyak dilakukan, tak sedikit yang anggap bahwa seks terjadwal sangat membosankan.  Alhasil, seks spontan saat gairah memuncak atau saat ada kesempatan dilakukan oleh sebagian pasangan.

Lantas, apa salah satunya ada yang lebih unggul, khususnya dalam hal meningkatkan kualitas hubungan?

1 dari 3 halaman

Plus-Minus Seks Spontan dan Seks Terjadwal

Menanggapi soal pasangan yang kerap membuat jadwal berhubungan intim versus pasangan yang “mengalir” saja, begini tanggapan dr. Muhammad Iqbal Ramadhan.

“Sebenarnya, antara scheduled sex dengan spontaneous sex itu perbedaannya lebih ke psikis. Misalnya, seks yang spontan itu lebih memacu adrenalin,” ujar dia.

“Menurut beberapa penelitian, cara seperti ini lebih memungkinkan pasangan untuk mencapai kepuasan. Adrenalin dan hormon oksitosinnya jadi jauh lebih meningkat,” jelas dr. Iqbal.

Dia menambahkan, “Seks terjadwal juga baik untuk dilakukan, khususnya yang sedang menargetkan sesuatu, seperti kehamilan, dan bagi pasangan dengan kondisi medis tertentu.”

Di sisi lain, menurut Ikhsan Bella Persada, M. Psi.,Psikolog, baik seks spontan maupun terjadwal sebenarnya baik untuk pasutri. Kedua hal tersebut dikembalikan lagi kepada preferensi individu.

“Tapi memang, pasangan yang berhubungan seks secara teratur bisa melakukannya dengan lebih tenang dan nyaman. Mereka pun dapat lebih merasakan keintiman. Meski begitu, kalau waktunya terbatas, lalu Anda ingin lakukan seks spontan, itu juga tidak masalah,” ucap Ikhsan.

Artikel Lainnya: Fakta Menarik Seputar Hubungan Intim saat Haid

Kurang lebih, plus dan minus dari pasangan yang punya jadwal seks versus seks spontan menurut psikolog Ikhsan, antara lain:

  • Keduanya sama-sama bisa menurunkan stres.
  • Pada seks spontan, fokusnya adalah kepuasan. Sedangkan pada seks terjadwal, ini juga menitikberatkan ke kadar keintiman pasangan.
  • Pada seks spontan, biasanya akan terjadi hal-hal yang unik sehingga lebih menarik untuk diingat (punya memori tersendiri). Pada seks terjadwal, terkesan begitu-begitu saja.
  • Pada seks terjadwal, waktu untuk berdekatan lebih panjang. Sementara pada seks spontan, waktu untuk berdekatan hanya sebentar.
  • Keributan kecil bisa terjadi saat menentukan jadwal berhubungan intim. Pada pasangan yang suka-suka saja dengan seks spontan, hal seperti itu tak akan terjadi.
  • Terakhir, pada seks spontan, wanita bisa saja merasa tak puas karena waktu foreplay tidak berlangsung lama.

Artikel Lainnya: Berapa Lama Waktu Hubungan Seks yang Normal?

2 dari 3 halaman

Beda Kebutuhan dan Kondisi, Beda Jenis Seks

Seperti yang sempat dikatakan di atas, beberapa kondisi orang juga ada yang lebih cocok dengan seks yang terjadwal.

Dokter Iqbal mengatakan, “Pasangan yang sedang melakukan program hamil memang lebih baik membuat jadwal seks, karena bergantung pada masa subur istri.”

“Pasangan yang mengutamakan kebersihan atau personal hygiene, melakukan seks terjadwal bisa membuat mereka mempersiapkan dulu kebersihan organ intimnya dengan baik,” kata dia.

Pria yang punya masalah disfungsi ereksi atau impotensi juga disarankan untuk memilih scheduled sex.

Sebab, pria tersebut butuh mengonsumsi dulu obat-obatan yang membuat dirinya bisa ereksi maksimal.

Pasangan usia lanjut pun lebih baik membuat jadwal berhubungan intim. Adapun anjuran yang direkomendasikan adalah 2-4 minggu sekali.

Sementara itu, untuk pasangan yang masih muda dan keduanya memang suka segala sesuatu yang dadakan, spontaneous sex bisa dilakukan.

Artikel Lainnya: Bahan Alami yang Aman untuk Dijadikan Pelumas Seks

Namun, agar kepuasan tak hanya diraih satu pihak, jangan lupa untuk melakukan foreplay sebentar atau menyediakan pelumas agar penetrasi lebih lancar.

Sulit untuk menentukan mana yang lebih baik di antara keduanya. Baik seks terjadwal maupun seks dadakan punya kelebihan dan kekurangannya masing.

Selain itu, cara yang dipilih pun mesti sesuai dengan kondisi serta kebutuhan pasangan.

Jadi, kunci utamanya adalah pilihlah yang paling bisa Anda berdua nikmati! Mencoba dua-duanya secara bergantian pun tak jadi masalah.

Komunikasikan secara jujur kebutuhan masing-masing, sehingga seks dapat dilakukan dengan senang hati.

Masih ada pertanyaan seputar seksualitas dan organ intim? Konsultasikan langsung kepada dokter dan psikolog lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar