Sukses

Ibu Hamil Sering Mual, Bolehkah Konsumsi Domperidone?

Ibu hamil biasanya sering mual karena beberapa kondisi. Tapi, bolehkah wanita hamil konsumsi domperidone untuk mengatasi hal itu?

Ibu hamil rasanya cukup akrab dengan kondisi mual dan muntah. Hal ini memang lazim terjadi. Untuk mengatasinya, terdapat berbagai cara salah satunya dengan minum obat.

Dari sekian banyak obat mual yang tersedia, jenis yang cukup terkenal adalah domperidone. Nah, apa boleh ibu hamil minum obat tersebut? Ketahui info selengkapnya berikut ini.

Mengenal Manfaat Domperidone

Selain untuk mengatasi rasa mual dan tidak nyaman pada perut, domperidone juga dapat mengobati sakit perut bila Anda menjalani perawatan paliatif.

Pada keluhan asam lambung, obat ini pun bisa dimanfaatkan. Domperidone berfungsi dalam mempercepat pengosongan di lambung supaya makanan bisa lanjut menuju usus, sehingga mual dapat berhenti.

Domperidone termasuk obat keras. Umumnya obat ini berupa tablet atau cairan, dan harus diresepkan oleh dokter.

Ada beberapa indikasi dalam penggunaan obat ini, yaitu:

  • Konsumsi domperidone hanya saat Anda benar-benar membutuhkannya, maksimal tiga kali sehari.
  • Paling efektif bila diminum sebelum makan.
  • Efek samping yang paling umum adalah mulut kering.
  • Biasanya diresepkan untuk waktu yang singkat (biasanya hingga satu minggu).

Domperidone dapat dikonsumsi orang dewasa dan anak-anak usia 12 tahun ke atas. Pada kasus tertentu, obat ini bisa diresepkan untuk bayi dan anak kecil oleh dokter spesialis.

Namun, cocok atau tidaknya domperidone bergantung pada kondisi masing-masing orang.

Dosis untuk orang dewasa dan anak-anak usia 12 tahun ke atas biasanya adalah  satu tablet 10 mg (atau 10 ml cairan).

Artikel Lainnya: Bolehkah Ibu Hamil Minum Obat Mag?

1 dari 3 halaman

Bolehkah Ibu Hamil Minum Domperidone?

Indikasi obat ini untuk ibu hamil memang cukup membingungkan. Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong, domperidone bisa diberikan kepada ibu hamil bila manfaatnya lebih besar.

"Kalau ada indikasinya dan dirasa memang manfaatnya lebih besar dibandingkan risikonya, itu boleh saja," ungkap dr. Sepriani saat dikonfirmasi.

Sementara, menurut National Health Service (NHS), Inggris, domperidone biasanya tidak dianjurkan saat menyusui karena bisa tercampur dalam ASI.

Lalu, jika bayi Anda prematur, memiliki berat badan lahir rendah atau masalah kesehatan lain, maka bicarakan dengan dokter sebelum minum obat apa pun.

Meski begitu, terdapat pandangan berbeda tentang efek domperidone. Obat ini terkadang juga digunakan untuk meningkatkan suplai ASI.

Namun, ada beberapa bukti yang menunjukkan domperidone bisa membuat detak jantung bayi tidak teratur.

Sebelum memutuskan minum domperidone, bicarakan dengan dokter tentang manfaat dan kemungkinan risiko saat menyusui.

Artikel Lainnya: Perlukah Minum Obat Penguat Kandungan Saat Hamil?

2 dari 3 halaman

Efek Samping Domperidone bagi Ibu dan Janin

Domperidone adalah obat golongan C dan studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin. Namun, sampai saat ini tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Beberapa efek samping yang dapat timbul ketika mengonsumsi domperidone ialah:

  • Mulut kering.
  • Kadar prolaktin meningkat, hal ini bisa memicu galaktorea atau kebocoran ASI.
  • Amenorea.
  • Ginekomastia, muncul bengkak di jaringan payudara laki-laki.
  • Nyeri payudara
  • Kejang-kejang.

Bila ingin berkonsultasi lebih lanjut seputar penggunaan obat mual kepada dokter, gunakan fitur LiveChat dari Klikdokter.

Anda juga bisa membuat janji dengan dokter lebih mudah lewat aplikasi. Silakan mencoba, semoga cepat sehat.

(FR/AYU)

1 Komentar