HomeIbu Dan anakKehamilanMengenal Kategori Obat untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Kehamilan

Mengenal Kategori Obat untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Aditya Prasanda, 17 Nov 2021

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Ibu hamil dan menyusui tak boleh sembarang minum obat. Agar tidak salah pilih, berikut ini kategori obat untuk ibu hamil dan menyusui yang wajib Anda ketahui.

Mengenal Kategori Obat untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia maupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum menerbitkan regulasi soal penggunaan obat yang aman bagi ibu hamil dan menyusui.

Padahal, pedoman tersebut sangat penting dan dibutuhkan oleh ibu hamil (bumil) maupun ibu menyusui (busui).

Hal ini agar mereka tidak salah kaprah dalam menggunakan obat, yang justru dapat mengganggu kehamilan maupun proses menyusui.

Hingga artikel ini diterbitkan, acuan penggunaan obat yang aman bagi bumil dan busui masih mengacu pada regulasi Food, Drug and Administration (FDA), Amerika Serikat.

Lembaga tersebut menghimpunnya ke dalam sejumlah kategori obat untuk ibu hamil dan menyusui.

Artikel Lainnya: Betahistine untuk Ibu Hamil, Berbahaya atau Bermanfaat?

Kategori Obat untuk Ibu Hamil

Setidaknya, terdapat 4 kategori obat untuk ibu hamil menurut FDA. Berikut penjelasannya:

1. Kategori A

Kategori A berarti bahwa obat tersebut aman untuk janin. Berdasarkan studi kontrol yang dilakukan pada ibu hamil, penggunaan obat kategori A tidak menunjukkan adanya risiko gangguan terhadap janin.

Hal tersebut berlaku selama kehamilan trimester pertama maupun selanjutnya. Oleh karena itu, obat kategori A disebut memiliki risiko yang sangat kecil dalam membahayakan janin.

Obat untuk ibu hamil yang termasuk kategori A, di antaranya:

  • Asam folat
  • Zink
  • Levotiroksin
  • Vitamin B6
  • Vitamin C.

2. Kategori B

Kategori B berarti bahwa obat cukup aman untuk janin. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada hewan, penggunaan obat kategori B tidak menunjukkan adanya risiko gangguan terhadap janin.

Sayangnya, studi terkontrol lanjutan terkait konsumsi obat kategori B pada ibu hamil juga belum pernah dilakukan.

Intinya, obat untuk ibu hamil kategori B dapat menimbulkan sedikit efek samping pada hewan percobaan. Namun, efek samping serupa tidak dialami pada wanita hamil.

Obat maupun kandungan makanan/minuman yang termasuk kategori B, di antaranya:

  • Amoxicillin
  • Ampicillin
  • Caffeine
  • Fosfomycin
  • Glucagon
  • Ibuprofen oral
  • Insulin
  • Metformin
  • Tetracycline topikal.
  • Tranexamic acid
  • Vancomycin oral.

Artikel Lainnya: Adakah Obat Tidur yang Aman untuk Bumil dan Busui?

3. Kategori C

Kategori C mengindikasikan bahwa obat berisiko menyebabkan gangguan kehamilan.

Oleh karena itu, obat kategori C hanya dianjurkan jika manfaat yang diperoleh ibu maupun janin lebih besar daripada risiko yang ditimbulkannya.

Berdasarkan riset yang dilakukan pada hewan, penggunaan obat kategori C menimbulkan efek samping terhadap kehamilan. Sementara studi lanjutan pada manusia belum pernah dilakukan.

Obat kategori C untuk ibu hamil, antara lain:

  • Albumin
  • Aspirin
  • Beta carotene
  • Codeine, dan parasetamol
  • Desoximetasone topikal
  • Dopamine
  • Nicotine oral
  • Rifampicin
  • Tramadol. 

4. Kategori D

Disampaikan dr. Reza Fahlevi, Sp. A, obat untuk ibu hamil yang masuk dalam kategori D terbukti dapat menimbulkan risiko berbahaya pada janin.

“Oleh karena itu, obat kategori D hanya digunakan pada kondisi darurat: ketika tidak ada persediaan obat lain yang lebih aman bagi bumil,” tegas dr. Reza.

Obat untuk ibu hamil kategori D, meliputi:

  • Alprazolam
  • Cisplatin
  • Diazepam
  • Kanamycin
  • Phenytoin
  • Tamoxifen
  • Valproic acid.

Artikel Lainnya: Tak Sengaja Minum Pil KB saat Hamil, Apakah Berbahaya?

5. Kategori X

Obat yang termasuk kategori X tidak direkomendasikan bagi ibu hamil maupun wanita usia subur. Obat ini terbukti sangat berbahaya bagi janin.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat kategori X menyebabkan abnormalitas janin.

Obat ini juga dapat meningkatkan risiko gangguan kehamilan berkali-kali lipat. Obat kategori X yang tidak aman bagi ibu hamil, antara lain:

  • Atorvastatin
  • Clomifene
  • Coumarin
  • Danazol
  • Estradiol
  • Flurazepam
  • Misoprostol
  • Oxytocin
  • Simvastatin
  • Warfarin. 

Kategori Obat untuk Ibu Menyusui

Nyaris semua obat yang dikonsumsi ibu menyusui dapat mempengaruhi kondisi ASI. Sebagian obat tersebut bahkan disebut dapat membahayakan kesehatan ibu dan si kecil yang mengonsumsi ASI.

Artikel Lainnya: Domperidone untuk Ibu Menyusui, Benarkah Bisa Memperlancar ASI?

Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui untuk mencermati daftar kategori obat untuk berikut ini:

L1: Paling aman

Merupakan kategori obat yang paling aman dan tidak membahayakan ibu menyusui maupun si kecil. Obat ini, misalnya ibuprofen, asetaminofen, dan loratadin.

L2: Aman

L2 merupakan kategori obat yang aman bagi ibu menyusui dan bayi. Obat ini meliputi dimenhidrinat, guaifenesin, dan cetirizine.

L3: Cukup Aman

L3 adalah kategori untuk obat yang dinilai cukup aman untuk ibu menyusui. Obat ini, misalnya aspirin, pseudoefedrin, dan lorazepam.

L4: Kemungkinan Berbahaya

Obat L4 diduga dapat membahayakan kesehatan ibu menyusui dan bayi. Obat kategori ini meliputi kloramfenikol dan sibutramin.

L5: Kontraindikasi

Obat kategori L5 dikontraindikasikan bagi ibu menyusui. Contoh obat kategori ini, yaitu siklofosfamid dan amiodaron.

Demikian fakta terkait kategori obat untuk ibu hamil dan menyusui. Jika ingin tanya lebih lanjut seputar hal tersebut, Anda bisa langsung mengonsultasikannya kepada dokter melalui Tanya Dokter atau aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

MenyusuiobatKehamilan

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter