Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Pasar Jadi Tempat Penyebaran COVID-19, Amankah Konsumsi Sayur Beku?

Pasar Jadi Tempat Penyebaran COVID-19, Amankah Konsumsi Sayur Beku?

Pasar menjadi klaster baru penyebaran virus corona. Agar tidak ikut tertular, sebagian orang memutuskan untuk mengonsumsi sayuran beku. Namun, amankah bagi kesehatan?

Pasien positif virus corona di Indonesia masih bertambah per Kamis (18/6) kemarin. Kini jumlah positif virus corona di Indonesia mencapai 42.762, dengan total pasien sembuh sebanyak 16.798 dan total korban meninggal 2339.

Melihat angka yang terus bertambah, perlu diketahui bahwa virus corona masih jadi isu besar di Indonesia. Bahkan, klaster-klaster baru virus corona muncul seiring berjalannya waktu.

Saat ini, pasar bahkan ditetapkan sebagai tempat yang berpotensi tinggi menjadi klaster baru virus corona. Oleh karena itu, sebagai tindakan pencegahan, sebagian orang beralih mengonsumsi sayuran beku.

Pertanyaannya, apakah sayuran beku memiliki nilai gizi yang sama dengan sayuran segar? Apakah sayuran beku aman jika dikonsumsi secara terus-menerus?

1 dari 3 halaman

Kandungan Nutrisi Sayuran Beku yang Perlu Diketahui

Memiliki stok sayuran beku atau frozen vegetables memang bisa jadi penolong di kala pandemi corona masih berlangsung.

Namun, tidak sedikit juga orang yang justru khawatir dengan kondisi kesehatan lantaran terlalu sering mengonsumsi sayuran beku.

Pasalnya, bahan makanan beku dianggap tidak mengandung nilai gizi dan hanya mendatangkan efek negatif bagi tubuh.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda termasuk orang-orang yang juga menganggap bahwa sayuran beku hanya akan memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan tubuh? Jika ya, sebaiknya mulai buang jauh-jauh pemikiran tersebut.

Faktanya, kandungan gizi yang ada pada sayuran beku tidak jauh berbeda dengan sayuran segar.

Mengutip laman Healthline, sebuah penelitian mengatakan bahwa proses pembekuan makanan memang dapat memengaruhi nilai gizi dari suatu makanan. Namun, pengaruh tersebut tidak selalu berujung pada artian negatif.

Contohnya, terdapat sebuah penelitian yang mengatakan bahwa brokoli yang telah dibekukan memiliki kandungan riboflavin yang lebih tinggi dibandingkan dengan brokoli segar.

Berangkat dari situ, beberapa pakar kesehatan setuju bahwa proses pembekuan pada sayur tidak selalu membuat kandungan gizinya berkurang signifikan.

Dengan catatan, proses pembekuan dilakukan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Artikel Lainnya: Mitos tentang Frozen Food yang Perlu Anda Tahu

Apakah Konsumsi Sayuran Beku Berbahaya bagi Kesehatan?

Menurut dr. Devia Irine Putri, tidak ada dampak berbahaya yang begitu signifikan akibat megonsumsi sayuran beku.

“Sayuran segar memang lebih baik. Tetapi, tidak ada salahnya jika Anda ingin mengonsumsi sayuran beku,” kata dr. Devia.

“Meski begitu, Anda harus tetap ingat untuk mengolahnya dengan cara yang tepat. Perhatikan juga label kedaluwarsa, dan pastikan untuk mengonsumsinya bersama dengan menu lain yang tinggi protein dan lemak baik,” sambungnya.

2 dari 3 halaman

Adakah Keuntungan Konsumsi Sayuran Beku?

Menjawab pertanyaan, dr. Devia mengatakan bahwa menambahkan sayuran beku ke dalam menu sehari-hari adalah cara sederhana untuk meningkatkan asupan nutrisi penting, termasuk serat, antioksidan, vitamin, dan mineral.

“Kandungan gizi pada sayuran beku mungkin tidak setinggi sayuran segar. Apalagi jika Anda mengolahnya dengan cara yang tidak benar,” ungkap dr. Devia.

“Oleh karena itu, jika ingin tetap mendapatkan manfaat dari sayuran beku, Anda mesti mengolahnya dengan tepat, yaitu dengan suhu yang tidak terlalu tinggi atau hingga overcooked,” tambahnya.

Artikel Lainnya: Harus Beli Kebutuhan ke Pasar Saat Pandemik Virus Corona, Ini Caranya!

Cara Konsumsi Sayuran Beku yang Aman

Agar lebih aman, dr. Devia mengatakan bahwa sayuran beku yang sudah dicarikan sebaiknya tidak dibekukan ulang. Pasalnya, sayuran —atau makanan— beku yang dicairkan pada suhu ruangan akan memungkinkan bakteri untuk berkembang biak.

“Proses pembekuan tidak membunuh bakteri dalam makanan, tetapi hanya menonaktifkannya. Ketika makanan tersebut dicairkan, bakteri dapat menjadi aktif kembali,” tutur dr. Devia.

“Jika ingin mencairkan makanan beku, jangan mencairkan di suhu ruangan. Pindahkan ke kulkas bagian bawah agar kualitas makanan yang sudah dibekukan tetap baik,” lengkapnya.

Lebih lanjut, dr. Devia juga mengatakan bahwa Anda sebaiknya tidak merendam makanan beku dalam air panas.

Hal ini bisa menyebabkan mencairnya makanan secara tidak merata, sehingga tidak semua bagiannya matang saat dimasak.

“Sebaiknya, cairkan makanan dalam kulkas bagian bawah atau rendam dengan air dingin yang diganti setiap setengah jam sekali. Untuk memastikan makanan bebas dari bakteri yang berbahaya, masaklah makanan hingga matang sempurna,” pungkas dr. Devia.

Guna menghindari penularan virus corona dari pasar, tak perlu sungkan jika Anda ingin mengonsumsi sayuran beku. Namun, agar jenis makanan tersebut bisa bermanfaat, Anda mesti menyimpan dan mengolahnya dengan cara yang tepat.

Ingin melakukan deteksi dini COVID-19? Anda bisa menggunakan fitur Cek Corona Online atau layanan Rapid Test. Jika ingin melakukan berkonsultasi pada dokter mengenai masalah kesehatan secara umum, Anda bisa menggunakan LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar