Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Cek, Benarkah Gangguan Mental Ini Ada di Drakor The World of The Married?

Cek, Benarkah Gangguan Mental Ini Ada di Drakor The World of The Married?

Tak semudah itu mendiagnosis gangguan mental kepada tokoh dalam The World of The Married. Supaya tak salah kaprah, berikut penjelasan dari psikolog.

Drama Korea (drakor) The World of The Married sedang ramai diperbincangkan masyarakat meski sedikit lagi tamat. Di Korea Selatan, drama perselingkuhan dan kehidupan pernikahan yang satu ini bahkan mencetak rating tertinggi dalam sepanjang sejarah drakor!

Bukan cuma latar ceritanya yang dekat dengan kehidupan alias realistis, tapi karakter yang ditampilkan pun cukup beragam. Saking beragam dan nyatanya, masing-masing tokoh dalam drakor The World of The Married sampai diberi “diagnosis” gangguan mental yang berbeda.

Tapi, apakah gangguan mental tersebut betul-betul sesuai dengan penokohan yang ada dalam drakor ini? Kita simak tanggapan psikolog berikut ini supaya Anda tidak sembarangan dalam melabeli seseorang.

 

1 dari 3 halaman

Gangguan Mental yang “Katanya” Ada dalam The World of The Married

Setidaknya, ada lima gangguan mental yang tercermin di dalam drakor ini, mulai dari narsistik hingga stockholm syndrome. Untuk detail dari masing-masing gangguan mental dan para tokohnya, akan dijelaskan di bawah ini:

  • Narcissistic Personality Disorder

Gangguan mental yang satu ini diberikan kepada tokoh Tae Oh, suami yang berselingkuh dan menghancurkan keluarganya sendiri.

Di dalam drama, meski sudah mendua, memanipulasi harta, bercerai, dan menikah lagi dengan selingkuhannya, ia tetap tidak rela mantan istrinya bahagia bersama orang lain.

Karena sisi egois dan obsesi itulah, Tae Oh disebut-sebut mengalami gangguan mental narsistik. Sayangnya, menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, orang yang berperilaku seperti ini belum tentu mengidap narsistik.

“Orang narsistik biasanya menganggap kemampuannya melebihi siapa pun. Ia juga menganggap hanya dirinyalah yang benar-benar harus diperhatikan,” kata Ikhsan.

“Kalau dalam kasus drakor ini, saya agak ragu bahwa tokoh Tae Oh mengalami narsistik. Ia hanya cenderung punya sifat egois yang parah,” tambahnya.

Artikel Lainnya: Ini 7 Seleb yang Terbuka Punya Masalah Gangguan Kesehatan Mental

  • Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Di dalam drama, Sun Woo, seorang istri yang diselingkuhi sekaligus tokoh utama, sempat mengalami kejadian traumatis yang disaksikan langsung yaitu menyaksikan orang tuanya terbunuh akibat kecelakaan mobil.

Dari situlah akhirnya ia sering gelisah dan sulit mengelola emosi negatifnya. Bahkan, ada pula yang berpendapat bahwa kejadian tersebut memengaruhi pemikiran Sun Woo terhadap suaminya.

Namun, Psikolog Ikhsan berpendapat lain. Ia mengatakan, “Benar bahwa kejadian traumatis bisa memengaruhi kehidupan seseorang.

Tapi, sebenarnya tidak ada hubungan langsung antara trauma melihat kecelakaan dan kehilangan orang tua dengan munculnya pikiran negatif kepada suami,” tuturnya.

Lebih mungkin bila pengalaman traumanya itu berkaitan dengan pola didiknya terhadap anaknya, bukan hubungan kepada suaminya.

  • Stockholm Syndrome

Tokoh Hyun Seo disebut mengalami stockholm syndrome karena tetap bertahan dengan kekasihnya yang selalu melakukan kekerasan.

Meski sering dipukul, disiksa, dan dimanfaatkan (tetapi pacarnya tetap mengaku cinta), Hyun Seo akhirnya kembali juga.

Stockholm syndrome itu seseorang yang jatuh cinta dengan orang asing yang melakukan tindak kejahatan kepada dirinya, terutama penculik. Di sini, kan, kasusnya berbeda. Mereka berpacaran dulu, barulah tindakan kekerasan itu terjadi,” kata Ikhsan.

“Menurut saya, ini lebih mengarah pada wanita yang tak bisa lepas dari toxic relationship. Hanya saja, kadarnya lebih parah karena ada kekerasan fisik,” Ikhsan melengkapi.

Artikel Lainnya: Ini yang Mungkin Belum Anda Ketahui dari Kleptomania

  • Kleptomania

Pasangan Tae Oh dan Sun Woo memiliki seorang anak bernama Joon Young. Meskipun ia terlahir dari keluarga kaya, tetapi ia tumbuh menjadi remaja yang suka mencuri barang orang lain.

Untuk yang satu ini, gangguan kleptomania memang cocok untuk tokoh Joon Young. Kleptomania adalah gangguan kebiasaan dan impuls (impulse control disorder) yang tidak bisa dikendalikan untuk memiliki barang yang dilihatnya dengan cara mencuri.

Orang yang mengalami gangguan cemas biasanya berpotensi lebih besar untuk menjadi kleptomania. Di dalam drama The World of The Married, sejak keluarganya berantakan, Joon Young memang lebih banyak mengalami kecemasan.

  • Obsessive Love Disorder (OLD)

Gangguan mental terakhir yang dianggap juga ada adalah Obsessive Love Disorder (OLD). Gangguan mental ini katanya dimiliki Park In Kyu, kekasih Hyun Seo.

OLD dapat membuat seseorang terobsesi untuk memiliki orang yang ia cintai. Saking terobsesinya, ia bisa bertindak kejam dan ekstrem agar orang yang ia cinta tunduk kepadanya. Inilah yang memang terjadi antara tokoh Park In Kyu dengan Hyun Seo.

Artikel Lainnya: Mengapa Banyak Idola Korea Mengalami Kecemasan?

2 dari 3 halaman

Apa yang Bisa Dijadikan Pelajaran?

Nyatanya, banyak yang mengaku emosional saat menyaksikan drama ini. Ketimbang hanya marah-marah tak jelas, Psikolog Ikhsan menyarankan kepada para penonton untuk menjadikan drakor tersebut sebagai pembelajaran.

“Iya, kalau dilihat dari sisi positifnya, konflik-konflik rumah tangga yang terjadi dalam drama ini bisa dijadikan pembelajaran, misalnya bagaimana menyikapi konflik kehidupan dan apa saja penyebab perselingkuhan. Ini bisa jadi refleksi rumah tangga supaya pasutri bisa menjaga dengan lebih baik,” kata Ikhsan.

“Namun, hati-hati juga, ya. Drama ini punya dampak negatif bila Anda tak bisa membedakan dunia nyata dan dunia fiktif. Dikhawatirkan, saat menonton, hal ini langsung memengaruhi sikap Anda ke pasangan. Jangan langsung seperti itu,” tegasnya.

Ya, membicarakan The World of The Married saat ini memang tak akan ada habisnya. Itu terbukti dari munculnya dugaan tentang jenis gangguan mental yang diderita oleh tokoh-tokoh dalam drama tersebut.

Namun, jangan asal menduga kepribadian seseorang. Sebab, mendiagnosis gangguan mental tak semudah itu. Ini berlaku juga di kehidupan nyata.

Punya pertanyaan seputar gangguan mental atau kondisi psikis? Konsultasikan kepada dokter dan psikolog kami lewat fitur LiveChat di aplikasi KliKDokter.

(FR/AYU)

2 Komentar