Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Obat HIV, Leronlimab jadi Pilihan Atasi Pasien Kritis Corona

Obat HIV, Leronlimab jadi Pilihan Atasi Pasien Kritis Corona

Dua pasien kritis virus corona sembuh setelah mengonsumsi leronlimab yang diketahui adalah obat untuk HIV. Bagaimana fakta sebenarnya?

Jika sebelumnya masyarakat dihebohkan dengan kabar obat avigan dan klorokuin yang diklaim bisa menyembuhkan COVID-19, kini muncul lagi pernyataan obat leronlimab untuk mengobati pasien positif virus corona. Benarkah demikian?

Mengapa Leronlimab Dipakai untuk Pengobatan Virus Corona?

Dikutip dari data CSEE John Hopkins University, per hari Senin ini (30/3) siang, jumlah kasus virus corona di dunia sudah mencapai 723.328 orang. Jumlah  kasus tersebut terdiri dari 34.005 yang meninggal dan juga 151.991 yang sembuh.

Berdasarkan jumlah tersebut, lantas membuat dokter memerlukan lebih banyak obat-obatan yang dapat meredakan gejala pasien, khususnya yang berada dalam kondisi kritis.

Salah satu obat-obatan yang baru ini dicoba digunakan untuk meredakan infeksi virus corona adalah leronlimbab.

Dikutip dari laman Daily Mail UK, dua orang pasien virus corona di New York, Amerika Serikat dinyatakan sembuh dan pulih setelah mengonsumsi leronlimab. Bahkan, keduanya bisa langsung melepas alat bantu berupa ventilator saat berada di ruang ICU (intensive care unit).

Perusahaan bioteknologi CytoDyn percaya, leronlimab memiliki kemampuan untuk mengobati pasien positif virus corona yang sudah berada di tahap kritis.

Para ilmuwan yang berasal dari perusahaan bioteknologi itu mengatakan, obat ini bermanfaat untuk menyembuhkan pasien, tapi obat ini tidak bekerja sebagai antivirus.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

1 dari 4 halaman

Sebenarnya, Apa Itu Obat Leronlimab?

Leronlimab adalah obat yang biasanya digunakan untuk mengobati pasien HIV dan kanker payudara. Leronlimab termasuk dalam kelompok obat yang disebut CCR5.

Dalam beberapa uji coba yang dilakukan, para peneliti percaya, ada kandungan-kandungan tertentu yang bisa meredakan ‘badai sitokin’ dalam tubuh yang bisa mengatasi infeksi di dalam tubuh itu sendiri.

Sitokin adalah protein kecil yang dilepaskan tubuh yang berfungsi untuk melawan infeksi dan memicu peradangan pada tubuh.

Selain untuk HIV, cara kerja obat ini dipercaya beberapa orang dapat meredakan infeksi virus corona yang menyerang paru-paru, meski belum terlalu jelas seberapa berhasil tingkat penyembuhannya.

Dilansir dari laman Aidsinfo, leronlimab memiliki nama lain PA14 dan PRO-140. Untuk pasien yang dianjurkan untuk mengonsumsi leronlimab, dosisnya pun tidak boleh sembarangan, harus sesuai dengan anjuran dari dokter yang merawat.

Jika dikonsumsi secara berlebihan, obat ini mungkin akan menimbulkan beberapa efek samping seperti kelelahan, tidak nafsu makan, dan diare.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

2 dari 4 halaman

Benarkah Efektif untuk Pasien Virus Corona yang Kritis?

Hingga kini, uji coba obat leronlimab telah dilakukan ke tujuh orang pasien, di mana dua diantaranya sudah sembuh. Namun, apakah obat ini benar-benar terbukti bisa menyembuhkan pasien COVID-19?

Dr. Sara Elise Wijono menjelaskan, sampai saat ini belum ada obat pasti yang dikatakan bisa menyembuhkan pasien positif corona. Akan tetapi, obat antivirus seperti Leronlimab memang bisa dijadikan sebagai obat pilihan untuk menangani penyakit yang disebabkan oleh virus.

“Tidak menjamin juga, karena belum ada penelitian yang pasti. Bahkan para ilmuwan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) saja masih berlomba-lomba untuk menguji obat yang ada atau mengembangkan obat  untuk melawan virus corona. Tapi, obat leronlimab memang sudah jadi obat untuk penderita HIV dan hasilnya memang menjanjikan, ” ujar dr. Sara.

Perlu diketahui, obat leronlimab belum disetujui digunakan oleh Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) di Amerika atau di manapun, termasuk Indonesia. Obat ini bukanlah obat paten yang sudah dijual bebas, melainkan masih dalam tahap uji klinis.

Obat ini juga tidak bisa digunakan secara tunggal, di mana artinya masih butuh obat lain yang diresepkan bersamaan agar khasiatnya maksimal. 

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

3 dari 4 halaman

Apakah Obat Virus Corona Sudah Ditemukan?

Beberapa waktu lalu, obat klorokuin juga tengah menjadi perbincangan belakangan ini. Obat yang punya nama lengkap klorokuin fosfat ini disebut-sebut bisa menjadi obat virus corona.

Kabar obat klorokuin bisa mengatasi corona pertama kali diungkap oleh para peneliti dari Wuhan Institute Virology, Wuhan, Tiongkok. Lewat penelitian yang dipublikasikan Cell Research, klorokuin diteliti bersamaan dengan obat Remdesivir.

Dari KlikDokter, obat klorokuin bisa dibilang sebagai obat yang multifungsi. Dalam beberapa kasus,  obat klorokuin menjadi andalan dokter untuk meredakan penyakit seperti lupus dan rheumatoid arthritis.

Lantas, bagaimana dengan kabar bahwa klorokuin dapat dijadikan sebagai obat virus corona? Terkait hal ini, dr. Alvin Nursalim Sp.PD, belum bisa memastikan.

"Hingga saat ini belum sampai pada penelitian skala besar. Namun, beberapa penelitian yang sudah ada memberikan hasil yang cukup menggembirakan terkait klorokuin," ujar dr. Alvin, ketika dikonfirmasi.

"Jadi, pasien corona yang diberikan obat klorokuin, cenderung mengalami perbaikan gejala dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapatkan obat ini," sambungnya.

Peluang menggunakan obat klorokuin untuk penyembuhan virus corona pun cukup besar, apalagi jika dilihat dari sisi efisiensi. Hanya saja, obat ini memang belum direkomendasikan secara resmi.

Baik itu obat klorokuin maupun leronlimab, keduanya masih sama-sama belum teruji pasti bisa menyembuhkan pasien positif corona. Umumnya, pasien positif corona akan diobati sesuai dengan gejala-gejala yang orang tersebut alami.

KlikDokter juga telah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk menekan angka persebaran virus corona.

Apabila mau tahu lebih lanjut seputar COVID-19 gunakan fitur Live Chat untuk konsultasi langsung dengan dokter. Sedangkan untuk membantu menentukan gejala, Anda bisa mencoba tes coronavirus online di sini.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar