Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Berstatus PDP Corona, Anggota DPR RI Imam Suroso Meninggal Dunia

Berstatus PDP Corona, Anggota DPR RI Imam Suroso Meninggal Dunia

Sebelum mengembuskan napas terakhir, Imam Suroso sempat dirawat di RSUP Kariadi, Semarang. Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Kabar duka datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Imam Suroso. Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP itu meninggal dunia, Jumat (27/03) malam hari. Kabar tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Wakil Ketua Komisi IX Melki Laka Lena.

Melki mengatakan, Imam memang sedang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona di RSUP Kariadi Semarang selama beberapa hari ini.

Namun, Sekretaris Fraksi PDIP DPR RI, Bambang Wuryanto mengungkapkan, Imam sudah positif terinfeksi virus SARS-CoV-2 tersebut.

Kronologi Meninggalnya Imam Suroso

Dari Jakarta, Imam diketahui pergi ke Semarang pada Rabu (18/03). Sesampainya di Semarang, ia langsung menuju Pati. Di perjalanan menuju Pati, Imam mengeluhkan bahwa badannya terasa kurang fit alias meriang.

Di Pati, Imam sempat pula mengikuti acara senam pagi bersama warga Desa Saliyan, Jumat (20/03). Setelah selesai senam, Imam membagikan masker dan hand sanitizer kepada warga di Pasar Puri Baru, Kabupaten Kudus.

Bukannya membaik, kondisi tubuhnya justru memburuk. Keesokan harinya, Sabtu (21/03), Imam sesak napas dan demam. Ia pun sempat dirawat dokter pribadinya di Pati. Karena kondisinya semakin parah, ia segera dilarikan ke RSUP Kariadi, Semarang, Minggu (22/03).

Lima hari dirawat, ternyata takdir berkehendak lain. Imam Suroso meninggal kemarin malam (27/03), dan telah dikebumikan. Pasien yang terinfeksi virus corona memang harus segera dimakamkan (maksimal empat jam setelah kematian).

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

1 dari 3 halaman

Jangan Remehkan Gejala yang Sudah Dirasa!

Seperti yang sudah disinggung di atas, sebelum Imam memulai aktivitasnya di Pati, beliau sudah merasakan gejala meriang atau menggigil. Menggigil itu sendiri sebenarnya sinyal yang diberikan oleh tubuh untuk mengatakan bahwa seseorang sebenarnya sedang tak sehat.

Kondisi tersebut merupakan respons alami tubuh terhadap berbagai kondisi. Sehingga, menyebabkan otot-otot berkontraksi cepat dan berulang. Ujung-ujungnya, orang yang meriang akan merasakan demam setelahnya.

Selain karena udara yang dingin, meriang atau menggigil menandakan bahwa tubuh sedang melawan infeksi. Infeksi itu bisa dipicu oleh bakteri atau virus.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

Bicara soal virus, tentu Anda sudah tahu bahwa dunia sedang dilanda pandemi virus corona. Dikhawatirkan, reaksi tubuh tersebut merupakan respons tubuh terhadap virus berbahaya tersebut.

Untuk mengembalikan kondisi tubuh, orang yang meriang harus beristirahat. Sayangnya, anggota DPR yang meninggal dunia justru banyak beraktivitas. Alhasil, kondisi tubuhnya semakin drop, dan meriang berubah menjadi demam tinggi.

Dokter Valda Garcia menjelaskan, gejala virus corona umumnya terdiri dari demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sesak napas. Bila mengingat kasus yang dialami Imam Suroso, ia mengalami dua gejala, yakni demam dan sesak napas.

Sementara itu, bicara soal batuk, sebagian besar pasien positif COVID-19 biasanya mengalami batuk kering, bukan batuk berdahak. Tapi, batuk berdahak tetap bisa berpotensi menjadi gejala virus corona, meski tak sebesar potensi batuk kering.

Mengacu pada data WHO, batuk kering memiliki persentase yang lebih tinggi, yaitu 67 persen. Sementara, batuk berdahak dialami oleh 33 persen pasien positif. Jika kedua batuk ini telah disertai dengan demam dan kesulitan bernapas, maka berhati-hatilah!

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

2 dari 3 halaman

Tingkatkan Imunitas Tubuh untuk Mencegah Corona

Untuk terhindar dari gejala di atas, akan lebih baik bila Anda meningkatkan imunitas tubuh. Sebab, dengan daya tahan tubuh yang baik, virus apa pun termasuk corona akan sulit menjangkiti atau menimbulkan gejala yang buruk.

Berikut di bawah ini cara-cara meningkatkan imunitas tubuh:

  • Konsumsi suplemen. Selain vitamin C, suplemen yang bisa dikonsumsi adalah suplemen echinacea.
  • Hindari asap rokok agar sel-sel tubuh berfungsi maksimal.
  • Perbanyak asupan buah dan sayur.
  • Cukupi waktu istirahat.
  • Cuci tangan secara berkala dengan air mengalir dan sabun. Hand sanitizer juga bisa jadi solusi praktis kalau tak ada air.

Itulah informasi terkait meninggalnya Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Imam Suroso, gejala virus corona, dan cara meningkatkan daya tahan tubuh.

KlikDokter bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menekan angka persebaran virus corona.

Kalau mau tahu lebih lanjut soal COVID-19, gunakan fitur Live Chat di aplikasi untuk konsultasi mudah dengan dokter. Khawatir berisiko terjangkit? Anda bisa cek kondisi pribadi di Cek Corona Online. Yuk, ikuti terus info seputar corona dan tips kesehatan terbaru dari KlikDokter!

(FR/ RH)

1 Komentar