Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Jangan Cuma Menghibur, Ini Cara Membantu Mengatasi Rasa Duka

Jangan Cuma Menghibur, Ini Cara Membantu Mengatasi Rasa Duka

Bila orang yang dikenal baik berduka, tentu Anda ingin menghiburnya. Cobalah menerapkan langkah ini untuk membantu mengatasi rasa duka dan kehilangan tersebut.

Bila Anda atau orang terdekat tengah berduka, misalnya akibat kematian atau perpisahan, menghibur memang bisa membantu. Namun, seringnya itu tak cukup. Ada beberapa langkah yang bisa dicoba untuk membantu mengatasi rasa duka itu.

Dalam satu titik kehidupan, seseorang akan mengalami perasaan duka atau bergabung akibat pengalaman menyakitkan seperti kematian atau kehilangan seseorang yang teramat berarti, perpisahan, perceraian, kegagalan, bencana, dan sebagainya.

Apabila perasaan sedih dan hampa tersebut dialami oleh salah satu orang terdekat, melihatnya seperti itu tentu bisa membuat Anda ikut merasakan pilu. Meski begitu, sebagai orang terdekat, Anda harus membantu mengatasi rasa duka tersebut.

Artikel lainnya: Berduka Terlalu Lama Bisa Bahayakan Kesehatan

1 dari 3 halaman

Cara Mengatasi Rasa Duka yang Mendalam

Saat seseorang yang Anda pedulikan tengah didera nestapa, Anda tentu tak ingin melihatnya sedih berlarut-larut. Selain dengan menghiburnya, cara terpenting lainnya adalah dengan menjadi pendengar yang baik.

Berusahalah lebih baik lagi untuk mendengar apa pun yang dikatakan orang tersebut. Jangan hanya mendengarnya sekilas, tetapi simaklah dengan penuh perhatian.

Selain itu, mendengarkanlah karena Anda ingin mengerti dan memahami perasaan atau kondisi orang yang diajak bicara, bukan untuk menimpali, menyalahkan, atau menghakiminya.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk menjadi pendengar yang baik, sehingga dapat membantu meringankan kesedihan seseorang yang tengah berduka.

1. Cari Tempat Tenang

Karena tujuan utamanya adalah untuk mendengarkan, cobalah cari tempat yang tenang untuk bisa bicara dari hati ke hati bila orang tersebut menginginkannya.

Dengan begitu, momen bercerita tak akan terpotong atau terganggu, Ini membuatnya bebas dan nyaman mengekspresikan segala emosi yang ia rasakan.

2. Kontak Mata

Dengan terus menjaga kontak mata selama ia mencurahkan jeritan hatinya, Anda jadi bisa membayangkan atau ikut merasakan duka yang ia rasakan.

Selain itu, kontak mata juga membuat orang tersebut tahu bahwa Anda memberikan perhatian penuh padanya.

Hindari mendengarkannya bercerita sambil berkali-kali melihat smartphone, menggunakannya, apalagi bila tujuan utamanya adalah untuk mengecek media sosial.

3. Tidak Memotong Pembicaraan

Bila ia masih bercerita atau mengungkapkan perasaanya, jangan memotong pembicaraan lawan bicara. Selain bisa merusak momen, perilaku tersebut juga dianggap tidak sopan. Berikan respons atau pendapat bila diminta. Bila harus menanggapi, tunggu sampai ia selesai berbicara.

4. Menyimak

Menyimak dilakukan dengan cara memperhatikan kata-kata yang diceritakan oleh lawan bicara. Berikan isyarat yang menunjukkan bahwa Anda betul-betul memperhatikan apa yang ia sampaikan, misalnya dengan menganggukkan kepala atau dengan bersuara seperti “uh huh”, “I see”, dan sebagainya.

Ada tiga tips penting untuk bisa menjadi pendengar yang baik, karena sebetulnya kemampuan ini tidak mudah, lho!

  • Mirroring

Sederhananya, ini merupakan sikap meniru orang lain secara halus. Saat berbicara dengan seseorang, Anda bisa mencoba untuk menyalin bahasa tubuh, gerakan, dan ekspresi wajahnya.

Artikel lainnya: Ini Akibatnya pada Tubuh Saat Anda Berduka

  • Validasi

Anda belajar memahami dan menyatakan penerimaan pengalaman emosional orang lain (atau diri sendiri). Anda memang tak harus selalu setuju dengan apa yang ia katakan.

Namun, dalam kondisi ini simpan dulu saja bila ada beda pendapat. Ungkapkan pada kesempatan lain bila ia sudah tenang atau pulih dari rasa dukanya.

  • Empati

Empati adalah kemampuan untuk menempatkan diri pada situasi dan kondisi yang dihadapi orang lain. Tunjukkan bahwa Anda secara tulus ikut merasakan apa yang ia rasakan.

5. Respons Kepedulian

Selama bercerita atau saat ia sudah selesai bercerita, berikan respons kepedulian atau dukungan tak hanya sebatas ucapan. Namun, juga sentuhan fisik seperti memegang tangan atau memeluknya. Ini bisa membuat lawan bicara merasakan kehangatan.

2 dari 3 halaman

Waspadai Kesedihan yang Berlarut-larut

Bila memang kesedihan yang dirasakan begitu mendalam, Anda bisa menyarankannya untuk bergabung dengan komunitas atau ikut konseling.

Anda juga perlu memperhatikan bila kesedihan orang tersebut berlangsung berlarut-larut, apalagi sampai menunjukkan gejala depresi seperti berikut ini.

  • Perasaan murung atau tertekan hampir sepanjang hari, terutama pada pagi hari.
  • Rasa lelah atau kehilangan energi hampir setiap hari.
  • Merasa tak berguna atau bersalah setiap hari.
  • Gangguan konsentrasi.
  • Sulit tidur atau tidur berlebihan.
  • Berkurangnya minat dan ketertarikan pada semua aktivitas.
  • Pikiran akan kematian atau keinginan bunuh diri yang muncul berulang kali.
  • Rasa gelisah atau menjadi lamban.
  • Penurunan atau kenaikan berat badan yang signifikan.

Setiap orang punya reaksi dan cara penerimaan yang berbeda-beda dalam mengatasi rasa duka yang mendalam, yang tergantung banyak faktor. Bila itu dialami oleh orang yang Anda kenal, Anda bisa membantunya dengan menghibur dan pendengar yang baik.

Amati juga bila rasa dukanya sangat parah, sebaiknya ajak ia untuk ikut konseling atau menemui ahli kesehatan jiwa. Bila rasa duka yang harus diatasi mengganggu kesehatan jiwa, Anda bisa  konsultasi di fitur LiveChat dalam aplikasi KlikDokter. Siapa dapat mengurangi kesedihan.

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar