HomePsikologiKesehatan MentalTips Memilih Psikolog dan Psikiater yang Tepat
Kesehatan Mental

Tips Memilih Psikolog dan Psikiater yang Tepat

Iswan Saputro, M.Psi., Psikolog, 23 Okt 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Memilih psikolog atau psikiater yang tepat tidaklah mudah. Apa saja yang harus diperhatikan dalam mencari psikolog dan psikiater? Ini lengkapnya.

Tips Memilih Psikolog dan Psikiater yang Tepat

Ketika kamu memiliki masalah yang berdampak pada kesehatan psikologis, tidak ada salahnya mengunjungi profesional, seperti psikolog atau psikiater. Dukungan dari profesional bisa mempercepat proses pemulihan dan membantu kamu memahami diri sendiri dan masalah yang dihadapi.

Meski begitu, kebingungan pilih psikolog atau psikiater bisa muncul di tengah proses pencarian. Sebelum kamu memilih bertemu psikolog atau psikiater, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

Ketahui selengkapnya lewat sederet cara mencari psikolog dan psikiater yang tepat di bawah ini:

1. Identifikasi Hal yang Kamu Butuhkan

Berteman dengan Klien, Apakah Melanggar Kode Etik Psikolog?

Sebelum bertemu psikolog atau psikiater, kamu harus memiliki alasan kuat untuk melakukan kunjungan. Misalnya, kamu sedang berjuang mengatasi masalah emosional, kesulitan hubungan, gangguan fokus, ketakutan, ataupun kecanduan hal tertentu. 

Petakan kondisimu secara umum dengan menyadari apakah ada perubahan perilaku yang merugikan, mengurangi motivasi, maupun produktivitas? Tanyakan pada dirimu sendiri apakah kamu lebih banyak merasakan emosi negatif, sering berpikir negatif, atau merasa tidak percaya diri dalam bersosialisasi?

Dengan melihat aspek pikiran, emosi, perilaku, dan sosial yang dikeluhkan, kamu dapat mengidentifikasi permasalahan yang dimiliki. Misalnya, ketika kamu mengeluhkan perilaku adiksi, tentu diperlukan psikolog atau psikiater berpengalaman untuk membantu mengatasi hal tersebut.

Artikel lainnya: Cek Dulu, Ini Tanda Anda Butuh Konsultasi ke Psikolog

2. Menentukan Memilih Psikolog atau Psikiater

Setelah tahu masalah yang dihadapi, tentukan sebaiknya kamu bertemu psikolog atau psikiater. 

Kamu sebaiknya memilih psikolog untuk melakukan konseling atau psikoterapi apabila punya lebih banyak keluhan soal pola pikir negatif dan kontrol emosi yang lemah serta berdampak pada kemampuan bersosialisasi. 

Apabila kamu merasa sulit mengendalikan diri, suka melakukan tindakan berbahaya, atau mengalami halusinasi, maka disarankan untuk bertemu dokter spesialis kejiwaan alias psikiater. Psikiater juga meresepkan obat-obatan untuk bantu kamu menghadapi masalah psikologis.

3. Pertimbangkan Layanan yang Nyaman dan Efektif

Terapi Psikologis untuk Korban Kekerasan Seksual

Perkembangan teknologi membuatmu tidak perlu bertatap muka dengan psikolog atau psikiater. Kamu bisa berkonsultasi daring lewat video call atau chat. Cara ini memang efisien secara waktu, tetapi sensasinya tentu berbeda dengan konsultasi tatap muka.

Kenali kebutuhanmu sebelum memilih psikolog atau psikiater. Termasuk kenyamanan dalam memilih terapis laki-laki atau perempuan, berusia jauh lebih tua atau yang seumuran, bisa melayani di luar jam kerja, dan sebagainya.

Artikel lainnya: Pengertian dan Cara Self-Healing yang Tepat Menurut Psikolog

4. Kenali Latar Belakang Terapis yang Kamu Pilih

Berikutnya, cara mencari psikolog atau psikiater yang tepat adalah dengan mengetahui latar belakangnya.

Penting untuk mengetahui latar belakang dan pengalaman psikolog atau psikiater yang kamu pilih. Misalnya saat sedang dirundung berbagai permasalahan pernikahan, harta gono-gini yang memusingkan, serta hak asuh anak, tak ada salahnya mencari terapis yang mengerti sedikit tentang hukum atau punya koneksi dengan “orang hukum”, seperti pengacara. 

Sebab, selain butuh didengarkan dan dipahami, terkadang kamu juga membutuhkan solusi konkret yang bisa membuatmu merasa lega.

Mengetahui latar belakang terapis juga penting saat kamu memilih psikolog. Tujuannya adalah untuk menyesuaikan pendekatan yang biasa digunakan oleh psikolog dengan keluhan yang kamu hadapi. 

Metode terapi ditentukan berdasarkan masalah pasien dan pengalaman psikolog.

5. Pilih Psikolog atau Psikiater yang Kooperatif

Kata Psikolog soal Ketidaktahuan Istri terhadap Kelainan Seksual Suami

Durasi dan jam praktik yang tersedia bisa sangat terbatas apabila psikolog atau psikiater sedang menangani banyak pasien. Kamu perlu mempertimbangkan ketersediaan jadwal konsultasi sebelum memilih psikolog atau psikiater yang tepat. Misalnya, layanan konsultasi hanya bisa dilakukan saat jam kerja atau di luar jam kerja.

Artikel lainnya: Tanda-Tanda Si Kecil Perlu Berobat ke Psikolog Anak

6. Evaluasi Layanan yang Kamu Dapatkan

Perasaan aman dan nyaman saat berbagi cerita bisa memengaruhi pemilihan psikolog atau psikiater. Ketika kamu merasa nyaman dan keluhanmu dipahami, kamu bisa melanjutkan sesi konsultasi berikutnya. 

Apabila kamu merasa kurang nyaman dengan kepribadian atau pendekatan psikolog dan psikiater, maka terapis lain dengan profil yang sesuai kepribadianmu bisa jadi pilihan selanjutnya.

7. Tanyakan Hal ini Sebelum Berkonsultasi

Sebelum pilih psikolog atau psikiater, kamu juga bisa menanyakan sejumlah hal berikut:

  • Lisensi atau sertifikasi yang dimiliki
  • Berapa lama pengalaman praktik
  • Metode terapi yang biasa digunakan
  • Pengalaman menangani beragam masalah
  • Jumlah sesi atau durasi ideal yang direncanakan atau disediakan
  • Harga atau tarif setiap sesi konsultasi atau terapi yang diberikan
  • Pola komunikasi untuk mendapatkan jadwal sesi

Artikel lainnya: Tak Banyak Diketahui, BPJS Bisa untuk Perawatan Kesehatan Mental

Dengan memahami tips pilih psikolog atau psikiater, kamu tidak perlu lagi bingung menceritakan permasalahan yang dihadapi. #JagaSehatmu dengan berkonsultasi bersama profesional agar permasalahan kamu bisa cepat teratasi.

Konsultasi dengan psikolog juga bisa kamu lakukan lewat layanan Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter.

(ADT/JKT)

kesehatan mental

Konsultasi Dokter Terkait