Kesehatan Mental

Cek Dulu, Ini Tanda Anda Butuh Konsultasi ke Psikolog

dr. Alvin Nursalim, SpPD, 03 Jan 2022

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

“Kapan harus ke psikolog?" Mungkin pertanyaan tersebut ditanyakan banyak orang. Simak tanda-tanda Anda harus konsultasi ke psikolog di sini.

Cek Dulu, Ini Tanda Anda Butuh Konsultasi ke Psikolog

Kebanyakan orang berpikir pergi ke psikolog hanya untuk orang yang punya masalah kejiwaan atau mental.

Tak jarang, ketika disarankan konsultasi ke psikolog, beberapa orang akan marah dan tersinggung karena dianggap “gila”.  Bahkan, ada orang yang takut dianggap lemah dan tidak punya iman.

Semua hal tersebut tidak benar. Nyatanya, pergi konsultasi atau terapi ke psikolog punya manfaat besar untuk kehidupan.

Konsultasi ke psikolog dapat membantu Anda menjalani hidup agar tenang. Masalah yang mengganggu pikiran serta perasaan pun bisa diselesaikan dengan baik.

Namun, Anda sering tak menyadari kondisi yang tepat untuk konsultasi ke psikolog. Apa saja kondisi yang menjadi tanda bahwa Anda perlu konsultasi ke psikolog?

Artikel Lainnya: Sisi Lain Pekerjaan Psikolog yang Jarang Terlihat

1. Tidak Bisa Mengendalikan Emosi

Emosi atau perasaan yang tidak terkendali dan sering berubah-ubah bisa menjadi sinyal ada kesehatan mental yang harus diatasi. 

Terlebih, jika emosi yang labil itu dibarengi porsi makan atau jam tidur yang jadi lebih sedikit dari biasanya. Tandanya masalah yang Anda alami sudah sangat mengganggu.

2. Mulai Tidak Fokus

Apabila pikiran yang mengganggu sampai membuat sulit konsentrasi dan terganggu menjalani aktivitas, ini merupakan tanda bahwa Anda memerlukan bantuan.

Saat konsultasi, psikolog akan membantu menemukan penyebab masalah yang Anda alami. Psikolog pun dapat membantu menemukan langkah penyelesaian masalah dengan cara yang sehat dan tepat.

3. Cari Pelampiasan Tidak Sehat

Saat sedang merasa tidak baik-baik saja, beberapa orang akan mencari cara instan untuk menenangkan gundah gulananya tersebut.

Misalnya, mulai minum alkohol, terjun ke dunia seks bebas, merokok, atau bahkan mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Hal ini dapat menjadi candu dan membuat masalah yang Anda alami semakin memburuk. Jika stres atau cemas yang Anda rasakan mulai mengarah ke pelampiasan buruk tersebut, segera hubungi psikolog untuk konsultasi!

4. Mengalami Hal Traumatis

Berduka dalam waktu berkepanjangan, pernah dilecehkan, mengalami kekerasan, atau bahkan pernah dipecat dari pekerjaan, dapat membuat orang trauma. 

Trauma ini harus diatasi agar tidak menyebabkan munculnya pikiran negatif berulang, ketakutan, atau bahkan stres.

Artikel Lainnya: Berteman dengan Klien, Apakah Melanggar Kode Etik Psikolog?

5. Orang Sekitar Mulai Khawatir

Beberapa orang yang akrab seperti sahabat, pacar, atau bahkan keluarga mungkin menangkap sinyal tidak biasa dari keseharian atau kondisi Anda. Jika demikian, segera hubungi psikolog agar kondisi Anda segera membaik.

6. Sulit Tidur

Jika tekanan pekerjaan atau pikiran mulai menghantui keseharian Anda, bahkan membuat sulit tidur, sudah waktunya konsultasi dengan psikolog. Jangan biarkan masalah ini berlarut larut dan menyebabkan gangguan tidur.

7. Keinginan Menyakiti Diri Sendiri

Tekanan psikis bisa membuat pikiran tidak jernih, salah satunya menyebabkan pikiran untuk menyakiti diri.

Jika hal ini sampai terjadi, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan psikolog, agar pemeriksaan menyeluruh dapat dilakukan.

Itulah beberapa kondisi kapan Anda butuh pergi ke psikolog. Jangan tunda berkonsultasi, apalagi enggan karena takut akan pendapat orang lain.

Penanganan yang tepat dan cepat dapat mencegah memburuknya gejala, sekaligus meningkatkan kualitas hidup Anda.

(PUT/AYU)

Referensi:

Psychology Today. Diakses 2021. 7 Signs You Should Talk to a Therapist.

Kesehatan Jiwa
psikologis
kesehatan mental