Sukses

Tips Nyaman Menggunakan Toilet Umum Saat Liburan

Salah satu kendala saat liburan adalah mencari toilet umum yang bersih. Jangan cemas, berikut ini adalah tips nyaman menggunakan toilet umum saat liburan.

Urusan buang air besar atau buang air kecil, banyak orang yang lebih memilih melakukannya di rumah atau yang kebersihannya terjaga. Namun, bila “hasrat” itu datang saat berwisata, toilet umum adalah satu-satunya pilihan. Khawatir karena biasanya penuh kuman? Ini tips nyaman menggunakan toilet umum saat liburan.

Saat sedang liburan, misalnya sedang berwisata ke pegunungan atau pedesaan, atau di rest area saat melakukan road trip, mencari kamar kecil yang bersih nyaman kadang menjadi kendala.

Seperti yang Anda ketahui, kebanyakan toilet umum kurang bersih, bahkan jorok, sehingga bikin tak nyaman dan cemas saat harus menggunakannya. Namun, jika sudah kebelet, toilet umum adalah satu-satunya pilihan.

1 dari 2 halaman

Tips Nyaman Menggunakan Toilet Umum Saat Liburan

Bila toilet umum terlihat tidak bersih, berikut ini adalah tips yang bisa Anda terapkan agar urusan ke kamar kecil tetap nyaman.

Artikel lainnya: Ini Penyakit Menular yang Bisa Ditularkan dari Dudukan Toilet Umum

  1. Sediakan Perlengkapan

Amannya, asumsikan saja toilet umum yang hendak Anda pakai dipenuhi kuman. Karena itu, saat sedang berlibur, selalu sediakan tas toiletris untuk mengurangi risiko perpindahan kuman dari WC umum.

Isi tas tersebut dengan tisu kering, tisu basah, sabun, alas toilet duduk, sanitizer untuk disemprotkan ke dudukan toilet, atau apa pun sesuai kebutuhan Anda. Bila perlu, bawa air minum dalam kemasan untuk membersihkan area genital setelah menggunakan toilet.

  1. Pilih Toilet Jongkok

Kerap dihindari, tetapi sebenarnya penggunaan toilet jongkok dapat meminimalisir area tubuh yang akan bersentuhan langsung dengan kloset yang mungkin penuh kuman.

Selain itu, penggunaan toilet jongkok sebetulnya lebih optimal dibandingkan dengan toilet duduk, karena tidak membuat kandung kemih tertekan saat buang air kecil. Proses buang air besar pun cenderung lebih lancar.

Pada posisi duduk, ada bagian usus besar yang terlipat. Hal ini menyebabkan seseorang butuh usaha yang lebih keras dan waktu yang lebih lama untuk mengeluarkan feses.

  1. Jangan Meninggalkan “Jejak”

Setelah “urusan” Anda selesai, bersihkan dengan baik menggunakan air yang tersedia. Jangan tinggalkan jejak, baik itu kotoran, tisu bekas, sampah, atau apa pun di bilik toilet usah menggunakannya.

Ingat, bilik yang baru saja Anda gunakan akan dipakai juga oleh orang lain. Karenanya, jaga kebersihannya sebaik mungkin agar tidak mengganggu pengguna berikutnya.

Artikel lainnya: Bisakah HIV Menular Lewat Toilet Umum?

  1. Lindungi Barang-Barang Anda

Bukan dari pencuri, tetapi dari paparan kuman. Jangan meletakkan tas atau smartphone Anda di lantai atau permukaan lainnya yang tampak kotor. Begitu diletakkan, barang tersebut berpotensi menjadi carrier bagi kuman penyakit dan berpindah ke tempat di mana Anda meletakkan barang tersebut selanjutnya. Hii!

  1. Cuci Tangan

Setelah selesai menggunakan toilet umum, jangan langsung pergi tanpa mencuci tangan. Cuci tangan yang dianjurkan adalah dengan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir.

Cuci seluruh bagian tangan, termasuk telapak dan punggung tangan, sela-sela jari, hingga bagian bawah kuku selama kurang lebih 20-30 detik.

Setelah itu, keringkan dengan tisu kering. Bila menggunakan pengering tangan (hand dryer), pastikan untuk tidak menyentuh permukaan lubang angin untuk menghindari paparan kuman.

Bila tidak ada sabun dan/atau air mengalir, pakai hand sanitizer atau tisu basah untuk sementara sampai Anda menemukan tempat cuci tangan.

Pada situasi tertentu, kadang mau tak mau Anda harus menggunakan toilet umum, bahkan yang terlihat kotor sekali pun. Hal ini tentunya sering menjadi ganjalan bagi Anda di tengah-tengah liburan yang ceria.

Ikuti tips menggunakan toilet umum saat liburan di atas. Hal ini untuk meminimalkan paparan kuman, misalnya norovirus yang bisa bikin diare dan muntah-muntah, bakteri C. difficile yang bisa mengakibatkan diare parah, atau virus hepatitis A. Tentunya Anda tak ingin sampai sakit saat sedang liburan, kan?

(RN/AYU)

1 Komentar