Sukses

Nyeri Ulu Hati Saat Hamil? Ini yang Harus Anda Lakukan

Ibu hamil yang mengalami nyeri ulu hati tentu tidak boleh sembarang ditangani. Jadi, bagaimana sebaiknya mengatasi nyeri ulu hati selama kehamilan?

Nyeri ulu hati memberikan rasa yang tidak nyaman, apalagi jika penderitanya sedang hamil. Di lain sisi, ibu hamil tentu tidak boleh sembarangan mengonsumsi obat pereda nyeri. Jadi, bagaimana solusinya? Yuk, cari tahu melalui artikel ini.

1 dari 3 halaman

Nyeri Ulu Hati

Nyeri ulu hati berhubungan dengan asam lambung. Biasanya, Anda akan mengalami sakit di ulu hati ketika asam lambung sedang kambuh. Penderita asam lambung juga biasanya sudah mengetahui obat apa yang harus dikonsumsi ketika asam lambung kambuh.

Namun ternyata, nyeri ulu hati juga dapat terjadi pada ibu hamil yang sebelumnya tidak memiliki riwayat asam lambung. Nyeri ulu hati ini termasuk keluhan umum yang terjadi selama kehamilan. Hal ini disebabkan oleh dua hal, yaitu:

- Adanya tekanan dari rahim yang membesar ke usus dan lambung. Akibatnya, isi dari lambung tertekan dan kembali ke kerongkongan.

- Katup antara lambung dan kerongkongan menjadi rileks akibat hormon progresteron. Pada akhirnya, katup tidak bisa menghalangi asam lambung yang naik ke kerongkongan.

Gejala nyeri ulu hati ini biasanya akan lebih sering dirasakan oleh ibu hamil yang sudah menginjak trimester ketiga.

Artikel lainnya: Cara Mengatasi Nyeri di Ulu Hati Akibat Asam Lambung Naik 

2 dari 3 halaman

Penanganan Nyeri Ulu Hati untuk Ibu Hamil

Sebenarnya lebih baik mencegah terjadinya gejala ini dibandingkan mengobati. Berikut adalah beberapa hal yang dapat bumil lakukan untuk mencegah terjadinya nyeri ulu hati:

- Menerapkan small frequent feeding, yaitu makan dengan porsi sedikit tapi lebih sering. Misalnya, makan 5-6 kali daripada tiga makan besar.

- Hindari posisi berbaring setelah makan sampai satu jam.

- Hindari hidangan pencetus asam lambung, seperti makanan pedas, bergas, berminyak, asam, cokelat, dan kafein.

- Mengunyah dengan perlahan.

- Hindari makan sebelum tidur, sebaiknya maksimal tiga jam sebelum tidur.

- Tidur dengan posisi yang agak tinggi, yaitu bantal dan dada atas diganjal bantal.

- Menggunakan pakaian yang longgar agar tidak menekan perut.

Walaupun sudah melakukan hal di atas, masih ada kemungkinan ibu hamil mengalami nyeri ulu hati. Sebaiknya, Anda mencoba cara alami dulu untuk mengatasi nyeri ulu hati, yaitu:

  • Minum segelas susu.
  • Makan yogurt.
  • Makan satu sendok madu dalam satu gelas air hangat atau susu.
  • Mengonsumsi jahe, baik permen atau minuman

Artikel lainnya: Nyeri Ulu Hati, Apa Selalu karena Asam Lambung Naik? 

Jika dengan cara di atas, nyeri ulu hati Anda belum juga teratasi, mungkin Anda bisa memikirkan untuk mengonsumsi obat. Namun, jangan sembarangan makan obat, terlebih Anda sedang hamil. Anda dapat memilih obat yang dijual bebas seperti antasida.

Antasida ada yang mengandung sodium tinggi. Sodium untuk ibu hamil dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh sehingga bisa menimbulkan bengkak. Beberapa antasida juga ada yang mengandung aluminium yang juga tidak aman wanita hamil. Oleh sebab itu, sebelum mengonsumsi obat apa pun, Anda harus konsultasikan dengan dokter.

Jika dengan antasida masih belum teratasi, Anda mungkin membutuhkan obat yang lebih kuat. Namun, sebaiknya Anda diskusikan dengan dokter kandungan mengenai obat mana yang dapat dikonsumsi. Pilihan obatnya biasanya penghambat H2 dan proton pump inhibitors (PPI/RPA). 

Penghambat H2 bertujuan untuk menurunkan produksi asam lambung. Biasanya, obat ini juga dijual bebas tanpa perlu resep dokter. Obat ini cukup aman dikonsumsi oleh ibu hamil, tapi tetap harus konsultasikan ke dokter, ya!

PPI juga bekerja seperti penghambat H2, yaitu menurunkan produksi asam lambung, tapi lebih kuat. Sama seperti penghambat H2, obat ini secara umum aman untuk ibu hamil. Namun, terdapat studi pada hewan yang menunjukkan bahwa omeprazol dapat membahayakan perkembangan janin.

Nyeri ulu hati dapat terjadi pada ibu hamil. Untuk mencegahnya, Anda bisa mencoba beberapa tips di atas dan penanganan di atas. Namun, apabila nyeri ulu hati tak kunjung reda atau justru semakin mengganggu, Anda disarankan untuk segera pergi ke dokter spesialis kandungan.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar