Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Dampak Bullying di Tempat Kerja Terhadap Kesehatan Mental

Dampak Bullying di Tempat Kerja Terhadap Kesehatan Mental

Bullying bisa terjadi dalam bentuk kekerasan verbal dan fisik. Dampak bullying di tempat kerja bisa berpengaruh buruk pada kesehatan mental.

Klikdokter.com, Jakarta Perundungan atau bullying bisa terjadi di mana saja, termasuk di tempat kerja. Dampak bullying di tempat kerja bisa memengaruhi kesehatan korban, baik secara fisik maupun mental.

Bullying di tempat kerja adalah situasi di mana karyawan mengalami pelecehan atau penekanan secara terus menerus dari satu atau lebih rekan kerja. Pelaku bullying juga bisa saja pimpinan atau atasan. Saat terjadi bullying, korban umumnya tidak mampu membela diri atau mengambil tindakan atas perilaku yang diterimanya. 

Semakin lama bullying terjadi, semakin berat pula dampak yang dialami. Karyawan yang mengalami perundungan di tempat kerja dapat mengalami keluhan fisik seperti sakit kepala, nyeri leher kronis, fibromyalgia, diabetes tipe 2, dan gangguan sulit tidur. 

Dampak buruk bullying bagi kesehatan mental karyawan

Riset menunjukkan, dua dari lima orang pernah mengalami bullying di tempat kerja. Setengahnya mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan stres. Perundungan atau bullying dapat berupa ucapan –baik secara langsung maupun lewat dunia maya atau online. Selain itu juga bisa secara fisik. 

Rasa takut dikucilkan atau dipecat dari pekerjaan membuat korban bullying memilih diam dan tidak berani melaporkan hal tersebut. Bahkan saat perlakuan seperti ini dilaporkan, para pemimpin sering kali salah menanggapi dan membenarkannya sebagai suatu ‘gaya kepemimpinan’. 

Bagaimana dengan dampaknya pada kesehatan mental? Berikut beberapa kondisi yang dapat dialami korban bullying berupa:

  • Gangguan cemas 
  • Serangan panik 
  • Depresi 
  • Post-traumatic Stress Disorder (PTSD) 
  • Keinginan bunuh diri (29 persen korban bullying pernah melakukan percobaan bunuh diri dan 16 persen pernah memiliki pikiran untuk bunuh diri)
  • Rasa malu dan merasa memiliki nasib yang buruk
  • Rasa bersalah karena membiarkan perundungan terus terjadi
1 dari 2 halaman

Menangani perilaku bullying di tempat kerja

Bila Anda sering mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan ataupun mempunyai rekan kerja yang menjadi korban bullying, berikut langkah-langkah yang bisa Anda ambil:

  • Sadari dan akui bahwa terjadi bullying. Jangan menyalahkan diri sendiri. Segala bentuk bullying secara verbal, fisik, mental atau pun via online adalah bentuk dari bullying.
  • Dokumentasi perilaku perundungan. Ini dapat menjadi bukti bahwa bullying betul-betul terjadi dan bukan hanya sebuah ‘perasaan’. 
  • Fokus dalam pemulihan dan dukungan. Bila Anda merasa bullying memengaruhi kesehatan –baik fisik atau mental, sebaiknya segera cari pertolongan psikiater atau psikolog. Dukungan dari keluarga dan teman terdekat juga dibutuhkan. Fokuskan pada kelebihan Anda dan hargailah diri sendiri. 
  • Atur strategi. Luangkan waktu untuk mencari tahu peraturan perusahaan atau undang-undang pemerintah terkait situasi. Konsultasikan dan minta pendapat pada orang lain tentang langkah ke depan. Anda juga bisa pertimbangkan untuk mencari lowongan pekerjaan di tempat lain.
  • Bertindak. Idealnya, Anda harus segera menegur pelaku bullying dengan tenang dan tegas bahwa perilakunya sangat mengganggu. Jangan takut untuk memintanya menghentikan tindakan bullying terhadap Anda.
  • Ingatlah bahwa Anda adalah prioritas bagi diri sendiri. Bila pemimpin perusahaan tidak mengambil tindakan atas bullying yang Anda hadapi, mungkin sudah waktunya mencari pekerjaan baru. 

Memilih mengundurkan diri bukan berarti Anda lari dari masalah atau tampak lemah. Justru menandakan bahwa Anda kuat dan berani melawan tindakan bullying. Ini juga menunjukkan Anda peduli pada kesehatan fisik dan mental. 

Perlu kesadaran dan kerja sama dari seluruh aspek lingkungan tempat kerja –mulai dari pemimpin perusahaan sampai sesama karyawan, untuk mencegah terjadinya bullying di tempat kerja. 

Pemimpin perusahaan bisa menetapkan aturan perusahaan terkait tindakan bullying di tempat kerja dan menetapkan sanksi yang tegas bagi perisak demi menghindari bullying bisa menjadi suatu tradisi buruk yang diturunkan di tempat kerja. 

Dampak bullying di tempat kerja bisa dihindari dengan membentuk lingkungan kerja yang nyaman. Ingat, karyawan yang nyaman dan sehat secara fisik maupun psikis akan lebih produktif yang tentunya baik untuk perusahaan. 

[RPA/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar