Sukses

8 Perbedaan Artritis Reumatoid dan Penyakit Asam Urat

Artritis reumatoid alias rematik tidak sama dengan penyakit asam urat. Kenali bedanya agar Anda tidak salah.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap ada keluhan nyeri sendi, asam urat tinggi yang sering dianggap sebagai biang keladinya. Padahal, penyakit artritis reumatoid atau lebih dikenal rematik juga bisa menyebabkan keluhan serupa.

Faktanya, artritis reumatoid dan penyakit asam urat adalah dua kondisi yang sama-sama bisa menyebabkan keluhan nyeri sendi. Keduanya bahkan bisa menyebabkan bengkak pada sendi, sehingga kehadirannya sangat sulit dibedakan.

Meski demikian, kehadiran artritis reumatoid dan penyakit asam urat sebenarnya dapat dibedakan. Caranya adalah dengan membandingkan faktor-faktor yang berkaitan, seperti:

  1. Faktor penyebab

Asam urat dan artritis reumatoid alias rematik disebabkan oleh hal yang berbeda. 

Rematik adalah penyakit autoimun yang terjadi saat sistem kekebalan menyerang organ sendi yang tidak bersalah. 

Sementara itu, penyakit asam urat terjadi saat kadar asam urat di dalam tubuh melonjak tinggi sehingga membentuk kristal pada sendi. Kemunculan kristal tersebut memicu terjadinya keluhan nyeri sendi.

  1. Bagian tubuh yang terkena

Bagian tubuh yang diserang oleh kedua penyakit ini juga berbeda. Artritis reumatoid menyerang bagian tangan, pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan lutut pada kedua sisi tubuh. 

Sedangkan keluhan pada penyakit asam urat umumnya terjadi pada jari tangan, jari kaki terutama jempol, siku tangan, dan sendi-sendi kecil lainnya.

  1. Jenis kelamin

Rematik lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Bagaimana dengan penyakit asam urat? Tentu saja sebaliknya, asam urat lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. 

  1. Gejala

Nyeri sendi dan bengkak adalah gejala utama yang terjadi pada penyakit artritis reumatoid dan asam urat. Namun, kedua penyakit tersebut memiliki gejala penyerta yang berbeda.

Gejala penyerta yang terjadi pada kasus asam urat biasanya berupa hangat pada sendi, nyeri tekan pada sendi dan pergerakan sendi menjadi berkurang. 

Sedangkan gejala penyerta pada artritis reumatoid adalah badan lemas, demam, kekakuan pada satu atau lebih sendi di tubuh, kelemahan, dan berat badan menurun.  

  1. Komplikasi

Secara jangka panjang, artritis reumatoid alias rematik dapat menyebabkan komplikasi seperti kekurangan massa tulang, kerusakan permanen pada sendi, perubahan bentuk serta gangguan fungsi pada tangan dan kaki. 

Selain itu, penyakit ini juga dapat memberikan komplikasi ke organ lain karena merupakan penyakit sistemik. Organ yang dapat terserang selain sendi adalah mata, kulit, paru-paru dan jantung.

Di sisi lain, komplikasi akibat penyakit asam urat yang tidak diobati dapat berupa kerusakan permanen pada sendi, perubahan bentuk sendi, kerusakan pada tulang, terbentuknya tofus (benjolan), batu ginjal dan gagal ginjal. 

  1. Pencetus

Hingga saat ini, pencetus pasti dari penyakit artritis reumatoid masih belum diketahui dengan pasti. Para ahli menganggap bahwa penyakit ini memiliki kaitan dengan kondisi genetik tertentu dan keadaan lingkungan.

Sementara itu, hal yang paling sering menjadi penyebab penyakit asam urat adalah konsumsi purin yang tinggi. 

Purin adalah zat pada makanan yang bisa membentuk kristal asam urat apabila masuk ke tubuh dalam jumlah tinggi. Beberapa makanan tinggi purin, misalnya jeroan, daging merah, kerang-kerangan, makanan laut, minuman bersoda dan alkohol.

  1. Pengobatan

Tahukah Anda bahwa artritis reumatoid dan penyakit asam urat sama-sama tidak bisa disembuhkan? Lantas, apa bedanya? Pengobatannya!

Pada pengobatan artritis reumatoid alias rematik, tindakan ini bertujuan untuk meredakan gejala dan mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan pada sendi. 

Sedangkan pada pengobatan asam urat, tindakan ini terdiri dari dua macam. Pertama, pengobatan yang dilakukan ketika serangan asam urat terjadi supaya nyeri tidak terus berlanjut. Kedua, pengobatan untuk mengendalikan kadar asam urat agar tidak tinggi dan mencetuskan gejala.

  1. Pencegahan

Karena penyebabnya belum diketahui, tindak pencegahan untuk penyakit artritis reumatoid juga belum dapat ditentukan. 

Kendati demikian, peneliti mengatakan bahwa menerapkan gaya hidup aktif dan sehat, menjaga berat badan tetap ideal, dan menghindari rokok maupun alkohol dapat membantu menurunkan risiko penyakit ini.

Bagaimana dengan penyakit asam urat? Anda bisa mencegah penyakit tersebut dengan menghindari makanan yang mengandung purin tinggi. Selain itu, penerapan gaya hidup aktif dan sehat juga perlu dilakukan agar risiko bisa semakin diminimalkan. 

Sekarang Anda sudah sedikit banyak mengenai perbedaan antara artritis reumatoid alias rematik dengan penyakit asam urat, bukan? Dengan ini, diharapkan Anda tidak lagi salah mengenali ciri, gejala, dan pengobatan yang dibutuhkan untuk kedua penyakit tersebut. Jika masih ragu membedakan artritis reumatoid dan penyakit asam urat, jangan sungkan untuk berkonsultasi pada dokter.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar