Masalah Ginjal dan Saluran Kemih

Batu Ginjal

dr. Dyah Novita, 21 Desember 2022

Icon ShareBagikan
Icon Like

Penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis adalah kondisi ketika di dalam ginjal terbentuk material keras menyerupai batu.

Batu Ginjal

Dokter spesialis

Penyakit dalam

Gejala

Keluar batu saat buang air kecil, nyeri saat buang air kecil, nyeri punggung bawah, sakit perut, tidak nyaman berbaring, sering buang air kecil, mual, darah dalam urine

Faktor risiko

Usia di atas 35 tahun, laki-laki, dehidrasi, konsumsi tinggi protein, tinggi purin, tinggi natrium, riwayat batu ginjal di keluarga, obesitas, kondisi medis tertentu, konsumsi suplemen tertentu

Cara diagnosis

Wawancara lengkap, pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan urin, pemeriksaan USG, rontgen, CT Scan dan IVP

Pengobatan

ESWL, Uteroskopi, PCNL, Operasi

Obat

Minum air putih minimal 8 gelas per hari, Obat pereda nyeri, obat penghambat alfa

Komplikasi

Penyumbatan ureter, kerusakan ginjal permanen, infeksi pada saluran kemih dan ginjal

Kapan harus ke dokter?

Nyeri saat berkemih, keluar batu dari urine, urine berdarah

Pengertian

Penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis adalah kondisi ketika di dalam ginjal terbentuk material keras menyerupai batu. 

Material ini terbentuk dari limbah zat-zat dalam darah yang disaring ginjal, kemudian mengendap dan lama-kelamaan mengkristal.

Pengendapan biasanya terjadi karena Anda tidak mengonsumsi air sesuai anjuran, sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, atau memiliki kondisi medis yang bisa memengaruhi kadar senyawa tertentu dalam urine.

Berdasarkan jenisnya, batu ginjal dibagi menjadi empat, yakni batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin. Perbedaan jenis batu ginjal akan memengaruhi tindakan pengobatan serta pencegahan.

Penyakit batu ginjal cukup umum terjadi pada orang-orang berusia 30-60 tahun, dan dapat diderita oleh pria maupun wanita. 

Namun, pria memiliki risiko lebih tinggi daripada wanita. Dari penelitian yang pernah dilakukan, hal tersebut diduga terkait dengan penyumbatan saluran kencing pria. 

Faktor Risiko

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita batu ginjal, adalah: 

  • Berusia 35–45 tahun
  • Berjenis kelamin laki-laki
  • Tidak mendapat cukup cairan tubuh ataupun mengalami dehidrasi 
  • Mengonsumsi makanan yang tinggi protein, tinggi purin, natrium (garam), atau gula
  • Memiliki riwayat batu ginjal dalam keluarga
  • Mengalami gangguan pencernaan
  • Menderita obesitas
  • Pernah menjalani operasi pada organ pencernaan
  • Menderita kondisi medis tertentu, seperti infeksi saluran kemih, hiperparatiroidisme atau diabetes
  • Konsumsi suplemen tertentu atau obat-obatan, misalnya suplemen makanan, obat migrain, atau vitamin C dalam jumlah berlebihan 

Artikel lainnya: Deretan Makanan dan Minuman Pemicu Batu Ginjal

Gejala

Biasanya, jika ukuran batu ginjal sangat kecil, Anda tidak akan merasakan gejala apa pun. Batu ginjal tersebut akan keluar secara alami melalui ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih).

Anda baru akan merasakan sesuatu jika ukuran batu lebih besar dari ureter. Pada saat akan buang air kecil, batu akan bergesekan dengan dinding ureter sehingga menyebabkan iritasi atau bahkan luka. Ini sebabnya pada urine terlihat darah.

Batu juga bisa menyumbat ureter atau uretra (saluran akhir pembuangan urine ke luar tubuh) sehingga pengeluaran urine terhambat.

Gejala-gejala lainnya dari batu ginjal dapat meliputi:

  • Nyeri punggung bawah yang berkepanjangan, kadang terasa sampai selangkangan. Pada penderita pria, nyeri juga terasa pada testis dan skrotum
  • Sakit perut bagian samping dengan durasi bervariasi, mulai dari hitungan menit sampai jam
  • Gelisah
  • Tidak dapat berbaring dengan tenang karena sulit mencari posisi yang nyaman
  • Mual
  • Lebih sering buang air kecil dari biasanya
  • Sakit saat buang air kecil
  • Terdapat darah dalam urine

Saat batu ginjal menyumbat ureter, akan terjadi penumpukan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi ginjal.

Gejala infeksi ginjal mirip dengan gejala penyakit batu ginjal, tetapi biasanya penderita juga akan merasakan:

  • Demam tinggi
  • Menggigil
  • Kelelahan
  • Diare
  • Warna urine keruh dan beraroma tidak sedap

Diagnosis

Untuk mengetahui dan mendiagnosis batu ginjal, umumnya dokter akan melakukan serangkaian tes berikut. 

1. Wawancara Riwayat Kesehatan

Dalam mendiagnosis batu ginjal, awalnya dokter akan mengumpulkan informasi mengenai gejala-gejala yang dialami pasien. 

Dokter juga akan menanyakan apakah ada anggota keluarga yang memiliki penyakit sama, pola makan sehari-hari, apakah pasien sedang mengonsumsi sesuatu yang bisa memicu terbentuknya batu ginjal.

2. Tes Urine dan Tes Darah

Kemudian, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, di antaranya pemeriksaan laboratorium berupa tes urine dan tes darah. 

Tes urine dibutuhkan untuk memeriksa apakah sudah terjadi infeksi. Jika dalam sampel urine ada serpihan batu ginjal, dokter akan menggunakannya untuk mengidentifikasi jenis batu ginjal yang diderita agar penanganannya tepat.

Sementara itu, tes darah dibutuhkan untuk mengetahui apakah ginjal masih berfungsi normal atau tidak, serta untuk memeriksa kadar zat-zat tertentu yang berpotensi menyebabkan terbentuknya batu ginjal.

3. Pemeriksaan dengan Citra Gambar 

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan melalui citra gambar yang akan membantu mengonfirmasi diagnosis serta memastikan posisi batu ginjal secara akurat.

Jenis pemeriksaan citra gambar yang mungkin dilakukan adalah CT scan, sinar X, ultrasound scan, dan intravenous urogram (IVU) atau intravenous pyelogram (IVP).

Sekarang ini, CT scan adalah opsi pemeriksaan utama dalam mendiagnosis penyakit batu ginjal karena hasilnya lebih akurat ketimbang metode pemeriksaan lainnya.

Artikel lainnya: Kenali Penyebab Batu Ginjal Berdasarkan Jenisnya

Pengobatan

Terapi dan cara mengobati batu ginjal bergantung pada ukuran batu. Untuk ukuran batu kecil yang masih bisa melewati saluran kemih, dokter hanya akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi air putih sesuai anjuran. Harapannya adalah agar batu dapat keluar sendiri bersama dengan urine.

Apabila nyeri yang Anda rasa cukup mengganggu, dokter akan memberikan obat pereda sakit, seperti ibuprofen atau obat antiradang nonsteroid. Untuk meringankan gejala mual dan muntah, dokter akan memberikan obat antiemetik.

Jika batu ginjal sudah berpindah lokasi dari ginjal ke ureter dan menimbulkan rasa sakit cukup parah, Anda akan dirujuk untuk melakukan perawatan di rumah sakit.

Umumnya, hal tersebut dilakukan untuk pasien yang hanya memiliki satu ginjal, hamil, mengalami dehidrasi, atau berusia di atas 60 tahun.

Jika ukuran batu ginjal terlalu besar (diameter minimal 6-7 mm) untuk bisa dikeluarkan secara alami, dokter akan menyarankan terapi khusus untuk mengeluarkannya.

Tipe penanganan bergantung pada ukuran dan lokasi batu ginjal. Prosedur-prosedur untuk menangani batu ginjal ukuran besar adalah:

1. Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL)

Prosedur ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghancurkan batu ginjal menjadi serpihan kecil.

Serpihan ini diharapkan bisa dikeluarkan dengan mudah secara alami. Anda akan merasa sedikit kurang nyaman dan setelahnya dokter biasanya akan memberikan obat pereda sakit.

Metode ESWL 99 persen efektif untuk batu ginjal dengan diameter maksimal 20 mm.

2. Ureteroskopi

Dokter akan menggunakan alat yang disebut ureteroskop. Alat tersebut akan dimasukkan ke dalam ureter untuk melihat lokasi penyumbatan. 

Setelah lokasi batu diketahui, batu akan dihancurkan menggunakan alat lain atau dengan bantuan laser. 

Anda akan dibius total saat akan menjalani prosedur ini. Ureteroskopi efektif untuk batu ginjal berdiameter maksimal 15 mm.

3. Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) 

Prosedur ini biasanya dilakukan apabila prosedur ESWL tidak mungkin dilaksanakan, contohnya penderita mengalami obesitas

Dokter akan membuat sayatan kecil di permukaan kulit dekat ginjal, kemudian memasukkan nephroscope yang akan menghancurkan dan mengeluarkan serpihan batu ginjal.

Prosedur PCNL efektif untuk batu berdiameter 21-30 mm.

4. Operasi Terbuka 

Operasi bedah terbuka jarang dilakukan, prosedur ini dilakukan apabila batu ginjal berukuran sangat besar dan memiliki bentuk yang tidak normal yang tidak bisa diatasi dengan metode lain. 

Artikel lainnya: Komplikasi Akibat Batu Ginjal yang Tidak Segera Diatasi

Pencegahan

Penyakit batu ginjal memang memiliki kecenderungan berulang, tetapi pencegahannya sangat mudah. Anda harus memperhatikan dua hal berikut:

  • Konsumsi air sesuai kebutuhan tubuh. Jika Anda mengonsumsi cukup air, warna urine akan terlihat cerah
  • Perhatikan pola makan. Jika batu ginjal Anda adalah jenis batu kalsium, maka hindari makanan yang mengandung banyak oksalat

Oksalat akan menghalangi penyerapan kalsium. Mengurangi makanan yang menyebabkan asam urat tinggi. Namun, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengubah pola makan

  • Menurunkan berat badan
  • Tidak mengonsumsi kalsium secara berlebihan seperti susu dan produk olahan turunannya
  • Membatasi asupan garam

Komplikasi

Komplikasi dapat terjadi apabila ukuran batu ginjal sangat besar. Kondisi ini dapat menghambat aliran urine dan merusak ginjal secara permanen. 

Selain itu, batu ginjal juga dapat menyebabkan infeksi pada saluran kemih dan ginjal.

Kapan Harus ke Dokter?

Anda dapat segera konsultasi ke dokter apabila ada keluhan nyeri saat buang air kecil, keluar batu saat buang air kecil, dan adanya darah pada urine. 

Dapatkan info lainnya seputar penanganan batu ginjal dengan men-download aplikasi KlikDokter.

[HNS/NM]

Tanya Dokter