Sukses

Ketahui Penyebab Umum Keguguran pada Ibu Hamil

Keguguran rentan terjadi pada trimester pertama kehamilan. Cari tahu penyebab umum keguguran agar Anda bisa menghindarinya.

Keguguran adalah hal yang paling tidak diinginkan oleh ibu hamil. Banyak hal yang dapat menjadi penyebab keguguran yang terkadang tidak  disadari ibu hamil. Mulai dari kondisi janin, riwayat kesehatan ibu, hingga gaya hidup ibu. 

Keguguran merupakan kondisi di mana kehamilan terhenti sehingga janin keluar sebelum usianya mencapai 20 minggu. Biasanya, keguguran lebih sering terjadi antara minggu ke-4 sampai minggu ke-12 atau yang biasa disebut dengan trimester pertama.

Tak heran, masa-masa ini sangatlah rentan bagi seorang ibu hamil. Faktanya, lebih dari 80 persen keguguran terjadi dalam tiga bulan pertama kehamilan. Keguguran lebih kecil kemungkinannya terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu.

1 dari 3 halaman

Apa Tanda Keguguran pada Ibu Hamil?

Beberapa tanda keguguran perlu diketahui oleh ibu hamil agar selalu waspada. Jika ada salah satu tanda keguguran terjadi, maka ibu dapat segera meminta pertolongan orang terdekat untuk diperiksa lebih lanjut ke dokter. Apa saja tandanya? Berikut di antaranya: 

  • Perdarahan 

Tanda utama keguguran adalah perdarahan dari vagina, bisa berupa cairan darah atau gumpalan darah. Apabila keluar darah dari vagina, jangan panik dan segera tirah baring serta meminta pertolongan untuk mendapatkan pemeriksaan lanjut di dokter. 

Artikel Lainnya: Hal Tak Terduga Penyebab Keguguran Berulang

  • Nyeri 

Perdarahan yang disertai nyeri perut di bagian bawah, panggul dan punggung belakang bisa diwaspadai sebagai tanda-tanda keguguran. 

  • Menurunnya Gerakan Janin 

Apabila ibu merasa ada gerakan janin menurun dan kurang aktif, ibu bisa memantaunya dulu di rumah. Jika merasa ada yang berbeda dan tidak ada aktivitas janin salama satu hari, segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. 

2 dari 3 halaman

Penyebab Umum Ibu Mengalami Keguguran

Untuk menghindari hal itu, Anda harus mengetahui penyebab umum keguguran. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Faktor Genetik

Penyebab keguguran sendiri sebenarnya masih belum diketahui pasti. Namun, para ahli sepakat bahwa faktor genetik bisa menjadi penyebab keguguran pada ibu hamil.  

Sekitar 2-4 persen kasus keguguran berkaitan dengan faktor genetik. Karena itu, penting bagi Anda untuk melakukan tes genetik sebelum merencanakan kehamilan. 

Dalam keadaan normal, setiap manusia memiliki 46 kromosom atau 23 pasang. Jika jumlahnya kurang atau lebih dari 23 pasang, dapat meningkatkan risiko keguguran karena janin tidak dapat berkembang dengan normal.

2. Infeksi 

Ketika Anda sedang hamil, ada beberapa infeksi yang rentan menyerang, yakni  TORCH (toksoplasmosis, infeksi lain, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simplex) dan coxsackievirus. Kelima infeksi tersebut berhubungan erat dengan peningkatan risiko keguguran, terlebih pada ibu hamil yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. 

3. Adanya Gangguan Plasenta 

Penyebab keguguran salah satunya adalah gangguan plasenta. Plasenta merupakan sebuah bagian yang paling penting ketika kehamilan terjadi. Pasalnya, organ ini menghubungkan janin yang sedang berkembang dengan dinding rahim. Plasenta adalah organ yang dibentuk dari jaringan pembuluh darah. 

Artikel Lainnya: Benarkah Durian Bisa Menyebabkan Keguguran?

Dengan demikian, janin dapat menerima nutrisi dan pertukaran gas melalui asupan darah ibu. Jika ada masalah atau kelainan pada plasenta, maka bayi tidak akan mendapatkan cukup nutrisi sehingga perkembangan bayi jadi melemah dan akhirnya meninggal dalam kandungan.

4. Gangguan Sistem Endokrin

Gangguan sistem endokrin bisa memicu keguguran. Misalnya, sindrom polikistik ovarium, diabetes mellitus, gangguan hormon tiroid, hingga hiperprolaktinemia. Sekitar 17-20 persen wanita yang mengalami keguguran memiliki masalah pada sistem endokrin mereka. 

Tak hanya itu, gangguan hormon tiroid juga bisa meningkatkan risiko keguguran apabila tidak ditangani secara dini. 

5. Faktor Usia Ibu 

Faktor usia juga bisa menjadi faktor penyebab keguguran. Wanita yang berusia di atas 35 tahun, lebih rentan mengalami keguguran ketimbang mereka yang hamil pada usia di bawah 35 tahun. 

Sel telur yang dihasilkan oleh ibu berusia di atas 35 tahun lebih buruk ketimbang mereka yang hamil di usia muda. Janin pun tidak dapat bertumbuh dan berkembang dengan sempurna. 

6. Kebiasaan Merokok

Ibu yang punya kebiasaan merokok juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami keguguran ketimbang mereka yang bersih dari rokok. Bahkan, ibu yang merokok akan memiliki 35 persen kemungkinan mengalami keguguran. Hal ini karena secara tidak langsung ibu yang merokok akan menyalurkan nikotin dan zat beracun lainnya pada bayi.

7. Penyakit Darah Tinggi

Darah tinggi atau hipertensi juga bisa menjadi penyebab keguguran. Hipertensi dapat mengakibatkan pasokan darah dan oksigen ke janin berkurang. Ini bisa mengganggu pertumbuhan janin dan berujung pada keguguran. 

Artikel Lainnya: Kualitas Sperma Bisa Sebabkan Keguguran pada Ibu Hamil?

8. Berat Badan Ibu Terlalu Kurus atau Gemuk 

Ibu yang terlalu kurus cenderung kurang asupan nutrisi, sehingga janin tidak cukup juga mendapatkan nutrisi untuk tumbuh kembangnya. Begitu juga dengan ibu yang memiiki tubuh yang gemuk, keguguran akan semakin bertambah risikonya seiring dengan bertambahnya berat badan ibu hamil. 

Hal ini bisa dipengaruhi oleh hipertensi dan diabetes yang rentan dialami oleh ibu hamil dengan obesitas. 

9. Mengonsumsi Alkohol Berlebihan 

Semakin banyak minum alkohol akan semakin tinggi risiko terjadi keguguran. Alkohol dapat masuk ke dalam plasenta sehingga mudah masuk ke dalam janin di dalam kandungan. 

Jika sudah masuk tubuh janin, organ hati tidak akan mampu memecah alkohol di dalam tubuh karena organ hati masih dalam tahap perkembangan. Hal ini dapat memicu keguguran jika kadar alkohol di dalam tubuh janin sangat tinggi.

Untuk mengurangi risiko keguguran selama hamil, Anda bisa rutin mengecek kondisi kehamilan setiap bulan. Jika Anda merasa tidak enak badan (sakit perut, kram, dan nyeri di bagian perut) atau merasa janin tidak bergerak aktif seperti biasanya, jangan tunda pemeriksaan ke dokter. 

Informasikan riwayat kesehatan Anda secara jelas pada dokter, sehingga faktor risiko bisa diketahui demi kelancaran kehamilan Anda. 

[FY]

1 Komentar