Kehamilan

Kenali Gejala Abortus Habitualis atau Keguguran Berulang

Tri Yuniwati Lestari, 05 Apr 2021

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Keguguran dapat terjadi berulang dan kondisi itu disebut sebagai abortus habitualis. Ketahui gejala keguguran berulang lewat pembahasan di bawah ini.

Kenali Gejala Abortus Habitualis atau Keguguran Berulang

Dalam dunia medis, kondisi keguguran disebut sebagai abortus. Apabila keguguran terjadi secara berulang atau berkali-kali, kondisi itu disebut dengan abortus habitualis.

Keguguran habitualis dapat terjadi karena berbagai penyebab, seperti faktor genetik, faktor anatomi, gangguan sistem endokrin, infeksi, dan lainnya. 

Untuk tahu gejala abortus habitualis atau keguguran berulang, simak baik-baik ulasan berikut ini.

Ketahui Gejala Abortus Habitualis

Dijelaskan oleh dr. Sara Elise Wijono gejala paling umum dari abortus habitualis adalah keguguran yang terjadi secara berulang sebanyak tiga kali berturut-turut. Gejala keguguran berbeda-beda, tergantung kondisi kehamilan ibu.  

Dalam beberapa kasus, keguguran bisa terjadi begitu cepat sehingga seseorang mungkin tidak tahu bahwa dirinya sedang hamil. Hal itu mungkin diakibatkan karena gejala keguguran yang dialami mirip dengan menstruasi. 

Artikel Lainnya: Kehamilan Pertama Rentan Keguguran, Mitos atau Fakta?

Menurut dr. Sara, gejala abortus habitualis sama dengan keguguran pada umumnya. Dilansir dari beberapa sumber, berikut adalah penjelasan lengkap mengenai gejala keguguran berulang:

Keluar Bercak Darah

Gejala paling umum dari kondisi abortus habitualis adalah muncul bercak darah dari vagina. Namun, bercak darah yang muncul selama kehamilan tak selalu menandakan keguguran, ya. 

Apabila bercak darah keluar sedikit dan hilang dalam beberapa hari, kemungkinan itu hanya flek kehamilan biasa. Kendati begitu, Anda tetap harus memeriksakan bercak darah tersebut kepada dokter kandungan 

Perdarahan Vagina

Gejala keguguran yang paling umum lainnya adalah perdarahan vagina. Jumlah perdarahan yang Anda alami biasanya tergantung dari berapa minggu usia kehamilan. 

Jika keguguran terjadi pada saat hamil muda, pendarahan yang terjadi mungkin mirip menstruasi berat pada hari pertama. Perdarahan pun dapat berlanjut selama satu atau dua minggu. 

Sebaiknya gunakan pembalut untuk menampung bekas pendarahan. Hindari penggunaan tampon untuk menampung keguguran. Karena tampon dapat meningkatkan risiko infeksi vagina.

Artikel Lainnya: Tips Cegah Keguguran yang Wajib Anda Tahu

Keluarnya Jaringan atau Cairan dari Vagina

Ketika mengalami keguguran, vagina Anda dapat mengeluarkan lendir yang berwarna merah muda dan keputihan. Tak hanya itu, selama keguguran, bagian serviks menjadi lunak agar jaringan dan sisa-sisa janin dari rahim dapat keluar. 

Perut Kram atau Kontraksi

Proses keguguran sebenarnya merangsang tubuh ibu untuk memicu kontraksi yang serupa dengan persalinan. 

Akan tetapi, dalam kasus keguguran, tubuh akan berusaha mengeluarkan janin, plasenta, dan jaringan lainnya lewat vagina. Kondisi tersebut akan memicu kram perut yang menyakitkan seperti kontraksi.

Nyeri Punggung Ringan Hingga Parah

Saat keguguran, aliran darah yang tadinya meningkat bisa langsung menghilang. Kondisi itu bisa menimbulkan nyeri di perut yang menjalar hingga ke punggung bagian bawah.

Artikel Lainnya: Mitos Seputar Keguguran yang Perlu Diluruskan

Kapan Harus ke Dokter?

Guna mencegah keguguran berulang, dr. Sara menyarankan ibu untuk lebih memerhatikan lagi gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas. Segera hubungi dokter kandungan jika mengalami satu atau lebih dari gejala tersebut.

Gejala tersebut mungkin bukan tanda abortus habitualis, tetapi dokter dapat melakukan tes untuk memastikan kondisi kandungan ibu dan janin baik-baik saja.

Selain itu, pencegahan lain yang dapat dilakukan adalah memastikan kondisi ibu sudah siap untuk hamil kembali setelah mengalami keguguran. 

Jika sebelumnya sudah pernah mengalami keguguran pastikan ibu tahu penyebabnya dengan melakukan pemeriksaan lengkap. Pemeriksaan tersebut bisa berupa pemeriksaan darah, urine, pemeriksaan imunologi, serta pemeriksaan anatomi gynecology (ultrasonografi, historiografi, dan laparaskopi).

Artikel Lainnya: Makanan yang Harus Dijauhi Ibu Hamil untuk Hindari Risiko Keguguran

Apabila ibu didiagnosis memiliki kondisi yang memicu keguguran berulang, pastikan untuk berkonsultasi rutin dengan dokter kandungan selama masa kehamilan.

Selain itu, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut untuk membantu menjaga kehamilan tetap sehat:

  • Mendapatkan perawatan prenatal rutin selama kehamilan.
  • Hindari alkohol, obat-obatan, dan merokok saat hamil.
  • Pertahankan berat badan yang sehat sebelum dan selama kehamilan.
  • Hindari infeksi dengan mencuci tangan sampai bersih dan menjauhi orang yang sedang sakit.
  • Batasi jumlah kafein tidak lebih dari 200 miligram per hari.
  • Konsumsi vitamin prenatal untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi Anda dan janin.
  • Konsumsi makanan sehat seperti buah, daging, dan sayuran. Pastikan semua makanan yang Anda konsumsi sudah matang sempurna. 

Untuk tahu informasi kehamilan lainnya, baca terus artikel di aplikasi Klikdokter. Anda juga bisa konsultasi dengan dokter kandungan melalui layanan Live Chat.

(OVI/JKT)

Kehamilan
Keguguran