Sukses

Tips Mencari Donor Darah yang Tepat

Mencari donor darah yang tepat tidaklah mudah. Berikut ini tips mencari donor darah yang sesuai dengan anda.

Klikdokter.com, Jakarta Setidaknya setiap 8 detik ada satu orang yang membutuhkan donor darah di Indonesia. Kebutuhan akan darah sangat diperlukan pada mereka yang mengalami anemia, luka akibat kecelakaan, operasi besar, penyakit kelainan darah atau sumsum tulang, wanita yang mengalami perdarahan terkait kehamilan atau persalinan, dan kondisi lainnya. 

Donor darah di Indonesia sendiri diatur oleh Peraturan Pemerintah No. 2/2011 sebagai tujuan sosial dan kemanusiaan.

Pada UU No. 36/2009 tentang Kesehatan dikatakan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas pelaksanaan pelayanan donor darah yang aman, mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Syarat donor darah yang harus Anda perhatikan

Semua orang yang berusia 17-65 tahun termasuk dalam kategori pendonor yang diperbolehkan. Tetapi, calon pendonor harus melewati beberapa pemeriksaan kesehatan hingga dinyatakan layak mendonorkan darahnya. 

Berikut adalah syarat-syarat pendonor yang harus dipenuhi sebelum akan melakukan donor:

  • Memiliki berat badan tidak kurang dari 45 kilogram
  • Sehat secara jasmani dan rohani
  • Tekanan darah 100-170 (sistolik) dan 70-100 (diastolik)
  • Kadar Hb darah (hemoglobin darah) saat pemeriksaan antara 12,5g% – 17g%
  • Suhu tubuh 36,6-37,5 derajat celsius
  • Maksimal 5 kali menjadi donor darah dalam setahun dengan jarak penyumbangan minimal 3 bulan
  • Denyut nadi teratur, yaitu sekitar 50-100 kali/menit
  • Tidak memiliki penyakit malaria, HIV, hepatitis B dan C, penyakit jantung dan paru, kanker, hipertensi, diabetes, kelainan darah atau perdarahan abnormal, epilepsi atau kejang, sipilis, serta ketergantungan narkoba dan alkohol.

PMI memastikan untuk selalu dan wajib melakukan skrining beberapa penyakit menular seperti HIV, hepatitis C, hepatitis B dan sifilis. Skrining dilakukan dengan menggunakan reagen yang sensitivitasnya 99,8 persen,

Saat semua pendonor telah melakukan rentetan pemeriksaan dan dikatakan layak mendonorkan darah, itu artinya siapa saja boleh menerima darah tersebut jika membutuhkan.

Tentunya darah tersebut juga harus lolos skrining berbagai penyakit menular yang berbahaya, sehingga Anda tidak perlu khawatir. Yang perlu diperhatikan dalam menilai apakah donor darah tersebut tepat adalah golongan darah beserta rhesusnya. 

1 dari 2 halaman

Pentingnya donor darah

Mereka yang memiliki golongan darah AB tergolong penerima universal. Golongan darah AB bisa mendapatkan donor darah dari jenis golongan darah A, B, AB, ataupun O. Namun, hanya bisa mendonorkan darahnya kepada mereka dengan golongan darah AB saja.

Sedangkan golongan darah O dikatakan sebagai pendonor universal, namun saat ini tidak lagi digunakan, kecuali dalam keadaan darurat. Oleh karena itu, mencari donor darah yang tepat haruslah yang sesuai dengan golongan darah Anda. 

Itulah sebabnya donor darah sangat baik dilakukan untuk mendukung kebutuhan stok darah di PMI. Apabila ada pasien yang membutuhkan, hasil donor darah bisa segera digunakan untuk menyelamatkan nyawa.

Resus dan akibat darah tidak cocok

Selain golongan darah, faktor resus (Rh) juga perlu diperhatikan. Darah yang memiliki faktor Rh maka dikatakan resus positif, dan jika tidak memiliki faktor Rh maka dikatakan resus negatif.

Mereka  yang memiliki Rh negatif bisa mendonorkan darah kepada orang yang memiliki Rh negatif dan Rh positif. Sedangkan, pendonor dengan Rh positif hanya bisa memberikan darahnya kepada mereka yang Rh positif.

Apabila terjadi ketidakcocokan antara pendonor dan yang mendapatkan donor maka akan terjadi reaksi yang tidak diharapkan seperti reaksi hemolitik akut (Acute Hemolytic Reaction), reaksi demam non hemolisis, reaksi alergi maupun reaksi anafilaksis. 

Bagaimana, sudah yakin untuk melakukan donor darah atau mungkin mencari stok darah yang cocok? Beberapa tips mencari donor darah yang tepat – yang dijelaskan di atas – bisa Anda jadikan patokan. Yang terpenting, selalu koordinasikan dengan pihak yang berwenang seperti PMI atau puskesmas untuk menghindari kondisi yang tidak diinginkan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar