Sukses

Awas, Terkucil dari Pergaulan Bisa Picu Gangguan Kesehatan

Tidak hanya menyebabkan kesepian, terkucil dari pergaulan konon juga memicu terjadinya gangguan kesehatan. Apa indikasinya?

Klikdokter.com, Jakarta Manusia adalah makhluk sosial, di mana kehadiran orang lain adalah hal mutlak agar bisa tetap melangsungkan kehidupan. Hal dasar yang biasanya dilakukan manusia adalah bergaul, berteman dan memiliki lingkungan sosial agar tidak merasa kesepian. Sebab, sangat berbahaya jika hidup sendiri alias terkucil dari pergaulan.

Anda pasti tahu, kehadiran orang lain di dalam kehidupan bisa memberikan banyak manfaat. Salah satu yang mungkin paling dirasakan adalah sebagai “tempat” untuk berbagi dan berinteraksi, serta saling menolong.

Namun demikian, banyak juga orang-orang yang enggan untuk berteman. Atau, karena berbuat suatu masalah, ia menjadi dikucilkan dari pergaulan. Pada akhirnya, dirinya akan merasa kesepian atau selalu sendiri meski dikelilingi banyak orang.

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, kesepian nyatanya tak hanya berpengaruh buruk pada kondisi fisik, tapi juga dapat menyebabkan beragam kerugian dari sisi kesehatan mental.

“Kesepian dapat memicu gangguan kejiwaan, mulai dari depresi, gangguan kecemasan sosial, bahkan gangguan makan,” ungkap dr. Nadia.

Gangguan kesehatan akibat terkucil

Merasa terkucil dari pergaulan memang berbahaya, terutama untuk kesehatan mental. Umumnya, saat orang merasa sangat jauh dari pergaulan sosial, mereka akan mengalami stres. Hal ini bukanlah suatu pertanda baik, karena merupakan awal dari segala masalah yang akan dihadapi dalam kehidupan ke depannya.

Perlu Anda ketahui, penolakan sosial adalah sesuatu yang mungkin pernah dialami sebagian besar orang. Keadaan ini tak hanya memunculkan trauma psikis (mental), tapi juga rasa rasa sakit pada fisik.

Memang, apabila penolakan sosial hanya terjadi sekali, Anda mungkin akan bisa menerimanya sehingga tidak mengalami stres. Akan tetapi, apabila penolakan sosial tersebut terjadi berulang kali bahkan hingga membuat Anda dikucilkan, otak akan meresponsnya sebagai keadaan “berbahaya” yang pada akhirnya menimbulkan trauma.

Lebih lanjut, penolakan secara sosial atau terkucil dari pergaulan dapat bermanifestasi menjadi banyak hal. Melansir dari Healthline, dalam beberapa kasus, mengingat-ingat penolakan sosial yang pernah didapatkan bisa memicu munculnya rasa sakit dan respons trauma. Jika ini terjadi berkelanjutan, orang yang terkucil dari pergaulan akan merasa semakin stres hingga akhirnya mengalami depresi.

Bila sudah masuk ke tahap depresi, tubuhnya menjadi rentan terkena penyakit. Sebut saja, berat badan berlebih atau obesitas, tekanan darah tinggi atau hipertensi, penyakit jantung, diabetes melitus dan lainnya. Bahkan, bukan tidak mungkin bahwa orang-orang yang terkucil hingga merasa depresi juga memiliki keinginan yang tinggi untuk mengakhiri hidup secepatnya alias bunuh diri.

Mengetahui bahwa terkucil dari pergaulan atau kehidupan sosial rentan mengakibatkan  kesepian yang memicu berbagai gangguan kesehatan, Anda yang merasakan kondisi tersebut sebaiknya segera melakukan introspeksi diri. Jika dirasa benar-benar “mentok”, jangan sungkan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada psikiater. Tindakan ini dilakukan supaya Anda bisa melakukan perbaikan diri dari luar maupun dalam, agar tak lagi menarik diri dari kehidupan sosial. Berteman dengan banyak orang adalah hal yang menyenangkan dan berguna untuk kesehatan mental.

(NB/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar