Sukses

Ingin Redakan Stres? Cuci Piring Saja!

Anda sedang stres dan butuh aktivitas untuk meredakannya? Mudah, kok! Coba, deh, pergi ke dapur dan mulai cuci piring.

Klikdokter.com, Jakarta Stres tak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari, apalagi jika Anda hidup di kota-kota besar dengan tuntutan hidup yang tinggi. Saat stres, kebanyakan orang berusaha meredakannya dengan me-time atau bertemu dengan sahabat. Akan tetapi, banyak juga kebingungan ingin melakukan apa untuk redakan stres. Jika sedang stres dan kebetulan Anda sedang tak ingin pergi ke luar rumah, cobalah pergi ke dapur dan mulai cuci piring.

Stres merupakan istilah untuk ketegangan mental atau emosional akibat situasi-situasi yang merugikan, traumatis, atau menuntut. Berdasarkan penjelasan dari dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, kondisi tertekan bisa memberi beban berlebih pada kesehatan mental, sehingga dapat menurunkan kualitas hidup.

“Orang dengan tingkat stres tinggi memiliki kesulitan untuk fokus dalam menjalankan tugasnya. Tak cuma itu, berbagai penelitian juga telah membuktikan bahwa stres juga berhubungan dengan obesitas, hipertensi, dan penyakit jantung,” kata dr. Reza menjelaskan.

Lantas, apa kaitan antara kondisi stres dan cuci piring?

Menurut peneliti dari Universitas Negeri Florida (FSU), Amerika Serikat, mencuci piring bisa secara signifikan menurunkan tingkat stres jika dilakukan dengan penuh perhatian.

Pada studi tersebut, tim peneliti meneliti 51 mahasiswa mencuci piring. Sebelum mereka memulainya, setengah mahasiswa membaca paragraf kutipan pendek mengenai kegiatan cuci piring yang penuh kesadaran (fokus pada mindfulness), sedangkan sebagian lainnya hanya membaca kutipan pendek paragraf deskriptif tentang mencuci piring.

Kutipan pendek yang deksriptif ini tidak rumit dan mudah dipahami, sedangkan kutipan pendek yang penuh mindfulness ini fokus pada kesadaran secara mental saat sedang melakukan cuci piring tersebut.

“Saya tertarik pada bagaimana kegiatan tugas sehari-hari bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan keadaan sadar (mindful state) dan dengan demikian dapat meningkatkan perasaan kesejahteraan (well-being), kata Adam Hanley, penulis studi dari FSU dalam sebuah pernyataan yang dikutip di Time.

1 dari 2 halaman

Cuci piring dan kemampuannya dalam mengatasi stres

Para peneliti menemukan bahwa partisipan yang mencuci piring dengan penuh kesadaran (dengan fokus pada gestur seperti mencium sabun, merasakan suhu air, dan menyentuh peralatan yang dicuci) dapat meningkatkan perasaan terinspirasi sebanyak 25 persen dan menurunkan tingkat kegugupan hingga 27 persen. Sebaliknya, grup partisipan lainnya yang tidak mencucinya secara penuh kesadaran, tidak mendapatkan manfaat apa-apa dari kegiatan bersih-bersih ini.

Kesimpulan dari tim peneliti, tugas sehari-hari jika dikerjakan dengan niat dan penuh kesadaran bisa meningkatkan kondisi kesadaran pelakunya.

Menarik, ya? Meski begitu, studi ini tergolong kecil, yaitu hanya memiliki 51 partisipan, sehingga butuh replika studi berskala lebih besar. Walaupun demikian, para peneliti memberikan kesan bahwa memberikan atau melakukan sesuatu secara sadar penuh alias mindfulness bisa diraih lewat berbagai kegiatan umum harian. Selain itu, kegiatan ini juga mungkin dapat meredakan stres sekaligus meningkatkan kesejahteraan psikologis.

Ingin lebih efektif? Hirup aroma lavender

Saat sedang mencuci piring, mungkin Anda perlu memasang aromaterapi lavender. Kenapa? Menurut sebuah studi di Jepang, bunga lavender diketahui mengandung zat linalool yang punya efek sebagai penenang, sehingga mampu menurunkan derajat keparahan stres. Meski demikian, dr. Reza mengingatkan bahwa mekanisme bagaimana zat tersebut bisa jadi agen penenang masih belum diketahui pasti.

Banyak peneliti beranggapan bahwa mekanisme kerja linalool dalam lavender adalah melalui penyerapan di saluran napas, yang kemudian menuju reseptor di otak, lalu bekerja sebagai penenang. Sayangnya, studi tersebut menunjukkan hasil berbeda. Studi tersebut menunjukkan bahwa mekanisme kerja linalool di otak pada reseptor GABA (gamma-aminobutirat) harus melalui serabut saraf penciuman yang terangsang oleh zat linalool tersebut.

Walau tampak meyakinkan, tetapi studi tersebut merupakan uji coba terhadap tikus, belum kepada manusia, sehingga butuh studi lanjutan. Namun, bukan berarti aromaterapi lavender tak berguna.

“Meski mekanisme dan dosis yang dianjurkan masih belum diketahui pasti, menghirup aroma lavender bisa Anda jadikan alternatif untuk mengusir stres,” kata dr. Reza. “Namun, hindari menghirup aroma tersebut terlalu sering atau terlalu banyak karena dikhawatirkan bisa picu efek samping yang merugikan,” lanjut dr. Reza mengingatkan.

Nah, jika suatu ketika Anda dilanda stres, cobalah lakukan tugas harian seperti mencuci piring yang dilakukan dengan niat dan penuh kesadaran. Bukan karena terpaksa, ya. Jika ada, pasang aromaterapi lavender karena menurut penelitian aroma tersebut punya efek menenangkan, yang mungkin bisa meredakan stres secara lebih efektif.

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar