Sukses

6 Cara Menjaga Kesehatan Mental dari Pengaruh Instagram

Pernah merasa cemas jika jumlah like di Instagram sedikit? Cari tahu cara menjaga kesehatan mental Anda dari media sosial.

Klikdokter.com, Jakarta Siapa sekarang yang tidak punya akun Instagram? Media sosial satu ini memang sangat terkenal dan memiliki banyak pengguna. Hanya saja, sebuah riset menyebut bahwa Instagram merupakan media sosial yang paling buruk bagi kesehatan mental.

Jika Anda pernah merasa sengsara setelah menelusuri Instagram atau media sosial lainnya, Anda tidak sendirian. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Social and Clinical Psychology edisi 2018 mengaitkan penggunaan media sosial dengan meningkatnya depresi dan rasa kesepian.

Salah satu media sosial yang menjadi perhatian penelitian tersebut adalah Instagram. Saat asyik bermain Instagram, salah satu kecenderungannya adalah Anda akan melihat unggahan "pamer" dari berbagai orang. Entah itu baju, sepatu, atau tas yang mahal.

Lewat ungguhan itu, Anda pun bisa terjebak dalam perasaan iri atau tidak puas dengan diri sendiri. Tak melulu soal barang, unggahan "bahagia" seseorang mungkin akan membuat Anda merasa bahwa hidup Anda menyedihkan. Inilah yang akan memengaruhi kesehatan mental Anda.

"Biasanya orang menggunakan media sosial untuk meredakan stres atau melampiaskan sesuatu, mulai dari mengkritik suatu pemberitaan, layanan konsumen, menyerukan kampanye, melihat video lucu, dan lain-lain. Sayangnya, sering kali unggahan seseorang justru menimbulkan stres yang tak ada habisnya," ujar dr. Nitish Basant Adnani BMedSc, MSc, dari KlikDokter.

1 dari 3 halaman

Cara menekan rasa iri yang berujung depresi

Melihat unggahan orang lain yang Anda anggap memiliki hidup yang lebih baik ketimbang hidup Anda, akan membuat diri stres dan tertekan. Namun, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari masalah kesehatan mental akibat media sosial, seperti dikutip dari Livestrong berikut ini.

1. Cari pemicu masalahnya

Langkah pertama untuk menjaga kewarasan Anda di media sosial adalah mengetahui apa yang membuat Anda tertekan. Saat Anda menelusuri Instagram, misalnya, tanyakan kepada diri sendiri apa tipe unggahan atau orang yang selalu membuat Anda merasa tidak mampu atau tidak merasa lebih baik?

Erin Vogel, Ph.D., peneliti dari departemen psikiatri di Universitas California, San Francisco, mengatakan bahwa orang cenderung membandingkan diri dengan orang lainnya yang sama seperti mereka.

"Ketika melihat seorang teman atau kenalan yang tampaknya melakukan jauh lebih baik daripada Anda, sulit untuk tidak membiarkan itu memengaruhi Anda secara negatif," ujar Vogel.

2. Melatih mindfulness (kesadaran batin)

Ketika Anda telah mengidentifikasi unggahan apa yang membangkitkan perasaan iri dan tidak mampu, sekarang Anda harus mulai melatih kesadaran batin.

"Melatih kesadaran adalah teknik yang bagus untuk menempatkan segala sesuatu ke dalam perspektif, sehingga membantu Anda mengatasi efek negatif dari media sosial," kata Vogel. Dengan melakukan latihan kesadaran, Anda dapat belajar untuk mengamati emosi-emosi ini dengan sadar tanpa tersesat atau terjebak di dalamnya.

3. Melihat realitas

Ingatlah bahwa media sosial apa pun, termasuk Instagram, adalah media yang membuat seseorang cenderung membagikan apa yang menjadi kebahagiaan dan kehebatan mereka saja. Jadi, jangan bandingkan diri Anda dengan apa yang Anda lihat lewat unggahan di instagram.

Oleh karena itu, lihatlah realitas yang ada. Membandingkan realitas kehidupan Anda dengan unggahan orang-orang bukan sesuatu yang rasional.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

4. Perbaiki perspektif Anda

Mayoritas unggahan di media sosial menggambarkan realitas yang terdistorsi. Pikiran Anda yang dihasilkan dari bermain Instagram juga bisa terdistorsi. 

Misalnya, ketika teman Anda mengunggah foto anak-anaknya yang sopan dan patuh, Anda mungkin langsung menyimpulkan bahwa Anda adalah orang tua yang buruk karena anak-anak Anda tidak berperilaku seperti itu sepanjang waktu. Ini adalah apa yang disebut distorsi kognitif atau pemikiran yang tidak rasional, salah, atau tidak akurat.

Untuk mengatasi pola-pola berpikir seperti ini Mai-Ly Nguyen Steers, Ph.D, peneliti dari Universituy of Houston, Amerika Serikat, menyarankan restrukturisasi kognitif. Itu adalah mencoba memandang suatu situasi secara berbeda.

"Misalnya, jika Anda merasa buruk karena anak tantrum tanpa henti, sementara anak-anak orang lain tampak seperti malaikat di media sosial, Anda secara kognitif dapat membingkai ulang bagaimana perasaan Anda tentang hal itu,” kata Steers. Aturlah pemikiran Anda, karena jika dilihat dari sisi perkembangan anak, tantrum yang anak Anda alami itu normal. Mereka sudah dapat menyatakan apa yang mereka mau, sesuai usia mereka.

5. Fokus pada apa yang baik dalam hidup Anda

Di tengah gempuran unggahan "sempurna" orang lain, mungkin akan sulit untuk mengingat semua hal baik yang sudah Anda miliki. Merefleksikan dan berterima kasih atas apa yang telah hadir di hidup Anda adalah penting untuk menangkal dampak negatif media sosial. Sedikit rasa bersyukur dapat sangat membantu.

6. Ubah kecemburuan menjadi motivasi

Rasa iri atau kecemburuan Anda pada orang lain yang Anda lihat di Instagram, bisa Anda jadikan motivasi. Membandingkan kehidupan Anda dengan kehidupan orang lain merupakan pencuri kegembiraan. Namun, ubah rasa iri itu sebagai cambuk untuk Anda bisa hidup bahagia dengan cara Anda sendiri.

Itu adalah deretan hal yang bisa Anda lakukan untuk menghindari masalah kesehatan mental akibat terlalu sering main Instagram. Ingat, hidup Anda berbeda dengan hidup orang lain. Penting juga untuk membatasi diri dalam menggunakan media sosial. Waktu dua jam sering dianggap sebagai batas aman menggunakan media sosial. Jadilah pengguna media sosial yang cerdas agar efek buruknya bisa diminimalkan.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar