Sukses

Fika, Cara Minum Kopi di Swedia agar Kerja Lebih Produktif

Agar kerja lebih produktif, yuk coba rehat singkat untuk fika, tradisi ngopi ala Swedia yang mendunia!

Klikdokter.com, Jakarta Ada banyak cara agar kerja bisa lebih produktif, salah satunya adalah menyeruput kopi alias coffee break di tengah kesibukan. Begitu pentingnya rehat singkat ini, warga Swedia punya tradisi fika. Bukan cuma hobi, tetapi tradisi ini diyakini berkaitan dengan produktivitas kerja.

Fika merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan oleh penduduk Swedia. Umumnya, orang-orang akan berkumpul, mengobrol, sambil minum kopi dan menyesap kopi—suatu tradisi kerja yang di salah satu negara Skandinavia ini. Umumnya, fika dilakukan sekitar pukul 10 pagi dan 3 sore, masing-masing selama 15-30 menit, tergantung kebijakan perusahaan masing-masing.

Fika dan kontribusinya terhadap produktivitas kerja

Tak cuma kebiasaan, fika bisa dibilang adalah sebuah kewajiban. Sebanyak apa pun beban kerjanya, setiap karyawannya harus mengambil waktu istirahat sejenak untuk melakukan fika. Jika melewatkan fika, bukan tak mungkin perusahaan bisa memberikan peringatan atau sanksi. Unik, ya?

Kebiasaan berkumpul sejenak untuk minum kopi di Swedia ini dimulai sejak pertengahan tahun 1800-an. Saat itu, muncul kebiasaan sekumpulan ibu rumah tangga berkumpul sekadar minum kopi untuk menyegarkan pikiran. Setelahnya, kebiasan tersebut lantas diikuti juga oleh kaum pria. Tak berhenti di situ, fika juga “menular” sampai ke tempat kerja, yang dimaksudkan agar para karyawan bisa lebih relaks dalam melakukan tugasnya.

Hingga kini, hubungan antara fika dan produktivitas kerja masih diteliti. Namun, berdasarkan studi yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development, Swedia saat ini merupakan salah satu negara dengan produktivitas karyawan yang paling tinggi. Diperkirakan, tradisi fika yang melekat di negara tersebut berkontribusi dalam menurunkan tingkat stres, sehingga performa pekerja pun terjaga. Tak hanya itu, mengobrol bersama teman atau rekan kerja saat fika tak dimungkiri juga bisa memunculkan ide-ide dan keputusan yang baik dalam pekerjaan.

1 dari 2 halaman

Ngopi itu penting dan bermanfaat!

Tak hanya berpotensi meningkatkan produktivitas kerja, minum kopi memang telah terbukti memiliki serangkaian manfaat bagi kesehatan. Studi yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health menemukan bahwa konsumsi kopi pahit (tanpa pemanis dan tanpa susu) sebanyak 250-500 mililiter per hari, mampu melindungi Anda dari gagal jantung. Lebih detailnya, Anda yang mengonsumsi kopi pahit sesuai jumlah rekomendasi tersebut terbukti memiliki risiko gagal jantung sebanyak 11 persen lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak punya kebiasaan minum kopi.

Selain itu, konsumsi kopi juga terbukti dapat melindungi Anda dari penyakit hati. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal “Hepatology” melaporkan bahwa minum kopi menurunkan risiko kematian akibat gagal hati sebesar 66 persen.

Lebih lanjut, ada pula beberapa studi yang menunjukkan bahwa kopi menstimulasi saraf dan meningkatkan performa. Dalam jangka panjang, kebiasaan minum kopi juga dapat melindungi Anda dari pikun, atau secara medis disebut demensia Azheimer.

Tertarik untuk menerapkan kebiasaan minum kopi seperti fika yang dilakukan masyarakat Swedia? Jika ya, ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama, hindari menambahkan krim dan pemanis tambahan ke dalam kopi, karena hal tersebut dapat meningkatkan risiko diabetes dan kolesterol tinggi. Kedua, pertimbangkan pemilihan waktu. Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi kopi pada pukul 6-8 pagi, karena pada saat tersebut secara alamiah tubuh mengeluarkan hormon kortisol (hormon stres) dalam kadar yang tinggi. Hormon tersebut secara alami membantu seseorang untuk berkonsentrasi, sehingga pada dasarnya kopi tak diperlukan pada waktu tersebut. Lebih baik kopi dikonsumsi sekitar pukul 9-11, saat kortisol lebih rendah kadarnya.

Agar coffee break yang Anda lakukan dapat membuat kerja lebih produktif sekaligus menjadi momen yang menyenangkan, tak ada salahnya mengajak rekan kerja, atau bahkan atasan Anda. Toh, minum kopi bareng sambil menikmati camilan bersama layaknya tradisi fika di Swedia jauh lebih baik ketimbang melakukannya sendirian. Setuju?

(RN/ RVS)

0 Komentar

Belum ada komentar