Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Faktor Penyebab Mimisan yang Berbahaya dan Perlu Diwaspadai

Faktor Penyebab Mimisan yang Berbahaya dan Perlu Diwaspadai

Jangan anggap sepele mimisan. Bisa jadi penyebab mimisan adalah masalah kesehatan serius yang dapat membahayakan tubuh Anda. Simak daftarnya di sini.

Mimisan merupakan salah satu gangguan kesehatan yang tidak asing bagi banyak orang. Hampir setiap orang pernah mengalami mimisan, baik anak-anak, dewasa, maupun lansia. Penyebab mimisan pun beragam, dimulai dari yang ringan seperti terbentur, hingga gejala penyakit serius.

Mimisan adalah istilah awam untuk merujuk kondisi darah yang keluar dari hidung. Keluarnya darah tersebut terjadi ketika pembuluh darah di permukaan dalam rongga hidung pecah. Dalam medis, mimisan dikenal dengan istilah epistaksis.

Berdasarkan lokasinya, epistaksis dibagi menjadi dua, yaitu epistaksis anterior dan epistaksis posterior. Epistaksis anterior terjadi ketika perdarahan berasal dari pecahnya pembuluh darah bagian depan hidung. Sementara, epistaksis posterior terjadi saat lokasi perdarahannya di bagian belakang hidung.

Meski jarang menimbulkan masalah kesehatan yang serius, mimisan bisa saja merupakan salah satu gejala dari penyakit yang berbahaya. Berikut tujuh penyakit penyebab mimisan yang perlu Anda waspadai.

1 dari 5 halaman

1. Leukemia

Leukemia atau dikenal dengan kanker darah, merupakan kanker yang menyerang sel-sel darah putih (leukosit) dalam tubuh. Kanker ini berawal dari sumsum tulang yang menimbulkan produksi  sel-sel darah putih secara abnormal. 

Gejala leukemia antara lain kelelahan, kelemahan, pusing, sakit kepala, sesak napas, kulit pucat, mudah terkena berbagai infeksi, demam, mudah memar atau berdarah, mudah mimisan, gusi rentan berdarah, nyeri pada sendi atau tulang, dan pembengkakan di perut.

Artikel lainnya: Mimisan saat Terangsang, Apakah Benar Bisa Terjadi?

Terdapat beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada leukemia. Komplikasi tersebut juga berhubungan dengan menurunnya fungsi sel darah putih di dalam tubuh penderita leukemia, di antaranya infeksi berat (sepsis).

Selain itu, bila fungsi trombosit turun, bisa terjadi perdarahan di berbagai area tubuh, seperti paru, otak, dan pencernaan. Komplikasi infeksi berat dan perdarahan pada leukemia dapat mengancam nyawa penderitanya.

2. Polip Hidung

Polip hidung adalah pertumbuhan jaringan pada dinding dalam rongga hidung. Jaringan ini bersifat lunak, tidak sakit, dan bukan kanker. Bentuk polip menggantung menyerupai anggur atau tetesan air mata.

Belum diketahui secara jelas penyebab dari polip hidung. Namun, polip hidung dikaitkan dengan proses peradangan kronis di hidung.

Beberapa gejala yang dapat muncul pada polip hidung adalah hidung tersumbat, hidung berair, indera penciuman dan perasa berkurang, mimisan, mengorok saat tidur, serta akumulasi lendir di tenggorokan (post-nasal drip).

Jika tidak ditangani, polip hidung dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa, yaitu sumbatan jalan napas saat tidur (obstructive sleep apnea).

Artikel lainnya: Pertolongan Pertama Saat Anak Mimisan

2 dari 5 halaman

3. Hemofilia

Hemofilia adalah penyakit yang berhubungan dengan gangguan yang menghambat pembekuan darah karena kekurangan faktor pembekuan darah. Akibatnya, perdarahan akan sulit berhenti pada penderita hemofilia. Terdapat beberapa jenis hemofilia dan kebanyakan dipengaruhi faktor genetik.

Gejala yang muncul pada hemofilia bervariasi, tergantung seberapa kurangnya faktor pembekuan di dalam tubuh penderitanya. Jika faktor pembekuannya sangat rendah, penderita berpotensi mengalami perdarahan spontan tanpa intervensi secara sengaja seperti membuat perlukaan.

Beberapa gejala hemofilia di antaranya perdarahan berlebihan tanpa sebab yang jelas, mudah memar, mimisan, urine atau tinja berdarah, dan nyeri disertai pembekakan pada sendi-sendi.

Beberapa komplikasi dapat terjadi pada hemofilia. Yang paling jelas, gangguan pembekuan darah dapat menyebabkan perdarahan di berbagai area tubuh, termasuk mimisan. Hemofilia yang parah bisa berdampak serius. Penderitanya bisa mengalami perdarahan di otak yang bisa mengancam nyawa. 

4. Idiopathic Thrombocytopenic Purpura

Penyebab mimisan yang berbahaya lainnya adalah idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP). Penyakit autoimun ini menyebabkan gangguan pembekuan darah. Pada ITP, terjadi kekeliruan cara kerja sistem kekebalan tubuh berlaku. Kekebalan tubuh malah menyerang  trombosit.

Padahal, trombosit merupakan bagian sel darah yang berfungsi dalam pembekuan darah. Akibatnya, penderita ITP mudah mengalami perdarahan atau memar secara berlebihan.

Gejala ITP meliputi mudah memar secara berlebihan (purpura), perdarahan sulit berhenti, bintik-bintik merah keunguan di bawah kulit, mimisan, urine atau tinja berdarah, gusi mudah berdarah, dan perdarahan menstruasi secara berlebihan.

Komplikasi dari ITP yang mengancam jiwa adalah ketika perdarahan sudah terjadi di otak. 

Artikel lainnya: 3 Cara Hentikan Mimisan atau Hidung Berdarah paling Efektif

3 dari 5 halaman

5. Tumor

Pada beberapa kasus perdarahan dari rongga hidung atau mulut dapat terkait dengan adanya tumor. Tumor adalah petumbuhan sel yang abnormal pada tubuh manusia. Massa tersebut biasanya kaya akan pembuluh darah yang rapuh sehingga dapat berdarah.

Beberapa tumor yang dapat menyebabkan keluhan mimisan adalah tumor daerah hidung dan tumor daerah nasofaring. Jika khawatir akan hal ini, pencitraan lebih lanjut seperti scan tomografi komputer (CT scan), perlu dilakukan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

6. Infeksi Hidung

Mimisan bisa terjadi pada infeksi hidung dan sinus paranasal seperti rhinitis atau sinusitis. Infeksi pada hidung bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur.

Selain mimisan, biasanya pasien akan mengeluhkan demam atau nyeri pada daerah wajah. Lendir juga bisa timbul karena proses peradangan yang terjadi.

4 dari 5 halaman

7. Obat Pengencer Darah

Penyebab mimisan ini bukanlah suatu penyakit, tapi terkait efek penggunaan obat. Perdarahan merupakan salah satu efek samping dari penggunaan obat pengencer darah yang sering digunakan untuk penyakit jantung, stroke atau pembuluh darah.

Obat pengencer darah tentu penting dan diperlukan oleh pasien yang membutuhkan. Tetapi hal itu harus dalam pengawasan dokter.

Mimisan terus-menerus selama penggunaan obat ini perlu Anda sampaikan ke dokter pribadi Anda. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk menghindari perdarahan lanjutan yang tidak diinginkan.

Mimisan hanya gejala dari suatu masalah kesehatan. Ada kalanya Anda membutuhkan penanganan medis menyeluruh untuk mencari tahu penyebab mimisan. Jika Anda sering mimisan, bisa saja disebabkan masalah kesehatan yang lebih berbahaya. Segeralah periksakan diri ke dokter.

Kalau masih penasaran soal gejala mimisan yang berbahaya, tanyakan langsung kepada dokter via LiveChat di aplikasi KlikDokter.

[HNS/JKT]

0 Komentar

Belum ada komentar