Sukses

Jadi Relawan, Ada Manfaatnya bagi Otak

Membantu orang lain atau menjadi relawan memang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Berikut ini berbagai manfaat jadi relawan bagi kesehatan tubuh.

Ingat kata-kata bijak "lebih baik memberi daripada menerima"? Tampaknya memang benar adanya. Bahkan, jika diterapkan dalam kehidupan, dampaknya tak hanya bisa dirasakan orang sekitar, tapi juga untuk kesehatan si pelaku.

Ada banyak sekali cara untuk berbuat baik. Salah satunya adalah dengan menjadi relawan. Nah, manfaat menjadi relawan tidak hanya untuk menolong orang.

Terdapat beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh ketika menjalani kegiatan sebagai relawan. Selengkapnya di ulasan berikut ini.

 

1 dari 4 halaman

1. Memberikan Sense of Reward

Sebuah studi yang dilakukan para peneliti di Universitas Pittsburgh, Amerika Serikat, meneliti kaitan antara menjadi relawan dengan kesehatan otak.

Studi ini memberikan pilihan kepada 45 relawan partisipan: menyelesaikan tugas yang manfaatnya hanya dirasakan diri sendiri, beramal, atau membantu seseorang yang membutuhkan.

Artikel Lainnya: Savior Complex, Kecenderungan untuk Menolong Meski Tidak Dibutuhkan

Setelahnya, pemindaian otak menunjukkan perbedaan yang mencolok sekaligus menarik berdasarkan pilihan mereka. 

Pada partisipan yang memilih untuk membantu seseorang yang membutuhkan, terlihat adanya peningkatan pada dua pusat imbalan otak (reward center).

Bagian otak tersebut bertanggung jawab dalam memberikan rasa senang dan kepuasan.

2. Menurunkan Derajat Stres

Membantu orang lain juga bisa menurunkan kadar stres yang dialami seorang. Dengan membantu orang lain, akan muncul perasaan bahwa dirinya bermanfaat untuk keuntungan orang lain. Hal ini pun kemudian mampu menimbulkan perasaan senang dan meredakan stres.

2 dari 4 halaman

3. Meningkatkan Rasa Empati

Melihat secara langsung berbagai permasalahan sosial dapat mengasah nilai empati terhadap sesama.

Dengan nilai empati yang tinggi, seseorang bisa lebih peka terhadap berbagai masalah yang ada di sekitar kita. Selain itu juga bisa menjadi bagian dari solusi terhadap masalah yang ada.

4.Mencegah Depresi

Membantu orang-orang yang membutuhkan juga terbukti dapat membantu manusia dalam melihat dunia dengan lebih positif, mengurangi risiko perilaku bermasalah, serta mencegah depresi.

5. Menjaga Kesehatan Fisik

Seringkali, kerja sosial melibatkan aktivitas fisik, seperti berjalan dan memindahkan barang. Ketika dilakukan berulang, kebugaran tubuh pun bisa ditingkatkan.

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa menjadi sukarelawan mampu menurunkan risiko kematian, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi.

Artikel Lainnya: Anda Terlalu Suka Menolong? Yuk, Kenali Superhero Syndrome

3 dari 4 halaman

6. Meningkatkan Fungsi Otak

Dilansir dari Grow Ensemble, menjadi relawan telah dipercaya dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah serta memori jangka panjang dan jangka pendek.

Di samping itu juga mengurangi risiko Anda terkena penyakit yang berkaitan dengan usia seperti Alzheimer.

7. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Ketika menjadi relawan, Anda akan mempelajari banyak hal baru dan sekaligus mendapatkan skill atau kemampuan baru. Hal ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan rasa percaya diri.

Saat Anda menjadi relawan dan mendapat pujian atau penghargaan dari orang lain, tentu rasa percaya diri pun akan meningkat.

Jika Anda belum mampu menjadi relawan, paling tidak berbuat baiklah terhadap sesama. Tak harus membantu orang-orang yang tak Anda kenal, tapi cobalah selalu ada untuk teman-teman dan keluarga yang mungkin membutuhkan bantuan Anda.

Cobalah untuk lebih ramah terhadap orang lain, tidak menghakimi, dan perbanyak menebar senyum.

Niscaya, Anda akan senantiasa menjadi orang yang bahagia, dan kebahagiaan dapat menjadi modal untuk Anda hidup sehat.

Manfaatkan fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter untuk berkonsultasi terkait masalah kesehatan yang Anda alami.

(PUT/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar