Sukses

Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Jalani Bed Rest

Banyak sekali faktor yang menyebabkan ibu hamil harus menjalani bed rest. Simak penjelasannya di sini.

Kehamilan tidak melulu menghalangi seorang wanita untuk tetap melakukan aktivitas sehari-hari. Kendati begitu, setiap ibu hamil tetap perlu memperhatikan kondisi tubuhnya dengan saksama. Itu karena terdapat beberapa kondisi saat kehamilan yang mewajibkan ibu hamil bed rest di rumah.

Saat ini, hampir 1 dari setiap 5 wanita memiliki keadaan yang mengharuskan mereka melakukan bed rest atau tirah baring selama kehamilannya. 

Namun, penelitian menemukan bahwa tirah baring tanpa indikasi tertentu bisa menimbulkan risiko nyata, seperti gumpalan darah, depresi dan kecemasan, berat badan bayi lahir rendah, serta tulang dan otot yang lemah.

1 dari 4 halaman

Kondisi yang Mewajibkan Ibu Hamil untuk Bed Rest

Adapun beberapa kondisi yang mewajibkan ibu hamil bed rest di rumah, yaitu:

  1. Tekanan Darah Tinggi dan Preeklampsia

Preeklampsia adalah kondisi ketika seorang wanita hamil memiliki tekanan darah tinggi, protein dalam urine, dan pembengkakan di kaki dan tangannya. Ini biasanya terjadi pada akhir kehamilan, meskipun bisa datang lebih awal atau setelah melahirkan.

Artikel lainnya: 6 Tips Tetap Sehat bagi Ibu Hamil Meski Harus Bed Rest

Preeklampsia dapat menyebabkan eklampsia, suatu kondisi serius yang dapat memiliki risiko kesehatan bagi ibu dan bayi serta berujung kematian. 

  1. Perdarahan Vagina Akibat Kelainan Letak Plasenta

Salah satu kelainan letak plasenta yang paling sering terjadi adalah plasenta previa. Plasenta previa terjadi ketika plasenta sebagian atau seluruhnya menutupi serviks, yang merupakan pembukaan rahim atau jalan lahir. 

  1. Memiliki Risiko Tinggi untuk Melahirkan Secara Prematur

Persalinan prematur terjadi ketika tubuh Anda mengalami gejala untuk lahir terlalu dini dalam kehamilan. Berikut ini beberapa kondisi yang memiliki risiko tinggi terjadinya persalinan prematur:

  • Merokok
  • Sangat gemuk atau kurus sebelum hamil
  • Tidak mendapatkan perawatan prenatal yang baik dan teratur
  • Minum alkohol atau menggunakan narkoba selama kehamilan
  • Memiliki kondisi kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, preeklampsia, diabetes, gangguan pembekuan darah, atau infeksi
  • Hamil dengan bayi yang memiliki cacat lahir tertentu
  • Sedang hamil dengan bayi dari fertilisasi in vitro
  • Dan lainnya

Artikel lainnya: Ibu Hamil, Jangan Sampai Kelelahan dan Kelaparan

2 dari 4 halaman

Manfaat Bed Rest bagi Ibu Hamil

Bed rest dilakukan untuk memperbanyak waktu istirahat dan mengurangi aktivitas harian yang selama ini rutin dilakukan ibu hamil. Bahkan, jika kondisi saat itu sangat mengkhawatirkan, ibu hamil diwajibkan untuk duduk atau berbaring di tempat tidur saja dan tidak bergerak kecuali ingin ke kamar mandi.

Dengan menjalani bedrest, diharapkan dapat menurunkan risiko kelahiran prematur atau komplikasi kehamilan yang berbahaya bagi ibu dan janin. 

Secara spesifik, tujuan ibu hamil bed rest adalah sebagai berikut:

  • Jika tekanan darah ibu tinggi, maka bed rest dapat membantu menurunkan tekanan darah tersebut
  • Mengurangi rasa stres, karena ibu dapat beristirahat cukup di rumah
  • Memberikan kesempatan pada tubuh ibu hamil untuk kembali bekerja dengan normal
  • Membantu meningkatkan aliran darah ke plasenta

Artikel lainnya: Ibu Hamil Kebo, Gejala Baik atau Buruk bagi Kesehatan Ibu?

3 dari 4 halaman

Tips Bed Rest Saat Hamil

Ada kalanya, bed rest saat hamil membuat ibu merasa tidak nyaman karena harus berada di posisi duduk atau berbaring dalam waktu yang lama. Hal seperti ini bisa menimbulkan keluhan, seperti nyeri otot dan sendi, gangguan sembelit, serta tubuh terasa kaku.

Selain itu, ibu hamil juga mungkin akan mengalami gangguan mood dan merasa sangat bosan. Bahkan pada beberapa kasus, ibu hamil yang melakukan bed rest dalam jangka waktu yang sangat lama bisa mengalami depresi.

Supaya efek negatif bed rest tidak terjadi, ibu hamil bisa melakukan beberapa tips berikut ini:

  • Lakukan olahraga ringan di tempat tidur. Caranya, gerakkan atau putar tangan dan kaki agar sirkulasi darah tetap lancar. Tindakan ini juga membuat Anda terhindar dari risiko penggumpalan darah.
  • Untuk menghindari rasa bosan, ibu hamil dapat melakukan aktivitas sederhana seperti membaca buku, menonton televisi, merajut, atau mewarnai. Perbanyak asupan air putih, sayur, dan buah untuk menghindari gangguan sembelit akibat jarang bergerak.
  • Tidur dalam posisi yang nyaman agar terhindar dari gangguan nyeri otot dan sendi. Caranya, berbaring miring dengan meletakkan bantal di bawah perut, belakang pinggang, dan di antara lutut. Jangan lupa untuk mengubah posisi setiap 30 menit untuk mencegah tekanan di bagian tubuh tertentu.
  • Penuhi asupan gizi setiap hari dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.
  • Manjakan tubuh dengan melakukan creambath, manicure, atau pedicure, misalnya dengan memanggil pekerja salon langganan Anda untuk datang ke rumah.

Pahami bahwa tujuan dari ibu hamil bed rest adalah untuk kebaikan diri serta janin dalam kandungan. Jadi, hindari pikiran negatif dan jalani tirah baring dengan semangat. Dengan demikian, Anda akan merasa lebih rileks dan bed rest lebih mudah untuk dijalani.

Bagi Anda yang punya pertanyaan seputar manfaat bed rest untuk ibu hamil atau lainnya, Anda dapat bertanya langsung kepada dokter kami. Gunakan layanan Live Chat dengan mengunduh aplikasi KlikDokter. 

[NWS/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar