Sukses

BAB Berdarah Tak Melulu Akibat Wasir

Penyebab BAB (Buang Air Besar) berdarah tak melulu karena wasir. Simak penjelasan penyebab lainnya BAB berdarah selain wasir

Buang air besar berdarah umumnya dianggap sebagai akibat dari wasir. Hal itu memang ada benarnya, karena wasir merupakan salah satu gangguan kesehatan yang bisa menyebabkan kondisi demikian. Namun, tahukah Anda bahwa terdapat gangguan kesehatan lain yang juga bisa mencetuskan BAB berdarah?

Penyebab BAB Berdarah Selain Wasir

BAB berdarah memang mengkhawatirkan dan selalu dihubungkan dengan penyakit wasir. Namun, kenyataannya tidak selalu begitu. Berikut adalah beberapa gangguan kesehatan selain wasir atau ambeien yang juga bisa menyebabkan terjadinya buang air besar berdarah:

  1. Ulkus lambung

Ulkus lambung adalah perlukaan pada lapisan dinding lambung. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya kebiasaan merokok, stres psikologis, dan infeksi bakteri Helicobacter pylori.

Penderita ulkus lambung umumnya akan mengalami gejala berdasarkan tingkat keparahan dari perlukaan yang terjadi. Beberapa gejala yang khas meliputi nyeri ulu hati disertai dengan mual dan muntah, rasa terbakar, dan BAB berwarna merah gelap hingga hitam menyerupai aspal.

Artikel lainnya: 5 Penyebab BAB Berdarah

Untuk menegakkan diagnosis ulkus lambung, pemeriksaan endoskopi perlu dilakukan guna melihat kondisi lambung dan bagian atas dari usus halus. 

Sementara itu, untuk mencegah terjadinya ulkus lambung, Anda dapat membatasi konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dan alkohol. Jikapun memang perlu minum obat-obatan OAINS, konsumsilah dengan dosis yang sudah ditentukan oleh dokter.

1 dari 2 halaman

BAB Berdarah Indikasi Kanker

  1. Infeksi Saluran Pencernaan

Infeksi saluran pencernaan tidak hanya menimbulkan gejala seperti mual dan muntah, tetapi juga perubahan BAB. Misalnya saja, pada disentri yang merupakan peradangan usus akibat infeksi bakteri shigella maupun amuba.

Gejala disentri dapat meliputi diare yang disertai dengan darah atau lendir, demam, nyeri perut, serta mual dan muntah. Selain itu, disentri juga bisa menyebabkan kematian akibat dehidrasi atau kurangnya cairan pada tubuh.

  1. Polip Usus

Polip adalah pertumbuhan jaringan dari dinding usus yang menonjol ke dalam lumen usus. Terdapat dua jenis polip usus, yaitu bertangkai dan tak bertangkai.

Artikel lainnya: Inilah Cara Mengobati BAB Berdarah Sesuai Penyebabnya

Umumnya polip usus tidak menimbulkan gejala yang khas. Namun pada beberapa kondisi, penderita dapat mengalami BAB disertai dengan darah.

Polip usus itu sendiri dapat berbentuk jinak maupun ganas dan berpotensi menjadi kanker usus. Umumnya, dokter akan mengambil sampel polip tersebut dan melakukan pemeriksaan sel untuk melihat apakah ada risiko ganas atau tidak. Dengan begitu, terapi berikutnya bisa ditegakkan dengan sebaik-baiknya.

  1. Kanker Usus

Kanker usus termasuk jenis penyakit yang banyak terjadi dan menyebabkan kematian. Faktor risiko kanker usus adalah kurangnya konsumsi serat dan tingginya konsumsi daging merah. Selain itu, riwayat kanker usus di keluarga, memiliki polip usus, dan kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker usus.

Beberapa gejala kanker usus yang perlu diwaspadai adalah BAB berdarah disertai dengan nyeri perut yang berlangsung lama, penurunan berat badan tanpa sebab, perubahan konsistensi feses menjadi kecil-kecil seperti kotoran kambing, dan sembelit.

Jika Anda pernah mengalami buang air besar berdarah, sebaiknya segera periksa ke dokter. Tindakan ini bertujuan untuk mencari tahu penyebab utama dari keluhan yang Anda alami, karena BAB berdarah tidak selalu mengindikasikan penyebab ambeien atau wasir. 

Bisa jadi penyebab penyakit lainnya yang lebih berbahaya. Jangan anggap sepele, karena BAB berdarah dapat berujung pada kematian jika tak segera ditangani.

Untuk pertanyaan lain seputar BAB berdarah ataupun kondisi medis lainnya, tanya langsung pada ahlinya melalui fitur Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter

(SEW/NWS)

0 Komentar

Belum ada komentar