Sukses

Ibu Hamil Trimester Akhir Sering Diare, Normalkah?

Selain frekuensi buang air kecil meningkat, ibu hamil juga bisa mengalami diare, khususnya pada trimester ketiga. Berbahayakah ini?

Ibu hamil mesti terbiasa menerima segala perubahan yang terjadi pada tubuhnya, terutama di kehamilan trimester akhir. Di masa ini, ia akan mengalami sering buang air kecil dan diare yang cukup mengganggu.

Kondisi rahim yang semakin besar dan menekan kandung kemih membuat ibu hamil tak bisa lagi membendung keinginannya untuk buang air kecil.

Tidak cuma itu, beberapa kondisi kehamilan juga bisa menyebabkan diare saat hamil, khususnya saat memasuki trimester ketiga.

Ketika membandingkan antara sering kencing dengan diare pada ibu hamil, Anda mungkin akan lebih khawatir soal diare. Sebab, diare paling erat kaitannya dengan masalah kesehatan.

Lantas, sebenarnya, normalkah diare atau sering BAB saat hamil tua?

1 dari 3 halaman

Diare di Kehamilan Trimester Ketiga

Menurut dr. Muhammad Anwar Irzan dari KlikDokter, perubahan hormon yang terjadi pada ibu hamil tak cuma dapat membuat sistem pencernaan melambat dan mengakibatkan sembelit.

Keadaan tersebut juga bisa mempercepat sistem pencernaan, sehingga menimbulkan diare. Ini biasanya terjadi di kehamilan trimester akhir.

Artikel Lainnya: Dehidrasi pada Ibu Hamil, Apa Bahayanya bagi Janin?

Jadi, hormon yang fluktuatif pada ibu hamil memang bisa memengaruhi kerja sistem pencernaan. Jika kebetulan hormon melambat, maka yang dihasilkan adalah sembelit.

Sedangkan bila hormon cepat, yang terjadi adalah diare. Jadi diare atau sering BAB saat hamil tua tak melulu dipicu oleh infeksi virus atau bakteri.

Lagi pula, BAB dapat disebut diare jika terjadi lebih dari 3 kali dalam sehari. Jika yang dialami hanya menceret, kondisi ini belum bisa disebut diare dan bukan hal yang perlu dikhawatirkan secara berlebih.

Nah, saat Anda mulai mengalami diare di trimester ketiga, sebaiknya tahan dulu keinginan untuk segera mengonsumsi obat-obatan. Hal ini justru bisa memperparah kondisi Anda.

Pasalnya, saat hamil, tak semua obat-obatan boleh dikonsumsi, meski sebelum hamil Anda terbiasa mengonsumsi obat-obatan tersebut.

“Ibu hamil mungkin tidak perlu mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk mengobati diarenya," kata dr. Muhammad Anwar Irzan.

"Ibu hamil cukup menghindari jenis asupan tertentu yang dapat memperparah kondisi diare,” sambungnya. 

2 dari 3 halaman

Mengatasi Diare saat Hamil Tua

Cara mengatasi diare pada ibu hamil relatif sederhana. Hal yang perlu dilakukan adalah mencermati makanan yang dikonsumsi.

Menu yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil saat diare, antara lain makanan yang tinggi lemak, makanan yang digoreng dengan cara deep fried, makanan pedas, susu, dan makanan yang tinggi serat.

Artikel Lainnya: 4 Bahaya Buah Nangka bagi Ibu Hamil

Ya, sampai kondisi BAB kembali normal, tak ada salahnya untuk menghentikan sementara susu atau sayur dan buah. Dan, yang tak kalah penting, ganti cairan yang hilang dengan memperbanyak minum air putih.

Akan tetapi, jika setelah 3 hari melakukan upaya tersebut diare belum berhenti juga, Anda sebaiknya memeriksakan diri kepada dokter.

Diare yang tidak kunjung membaik setelah 3 hari dapat menjadi tanda dari adanya infeksi virus, bakteri atau efek samping vitamin prenatal yang dikonsumsi.

“Vitamin prenatal memang baik untuk kesehatan ibu hamil dan kesehatan bayi dalam kandungan. Tapi, hati-hati, vitamin ini juga dapat mengganggu saluran cerna dan memicu diare,” ujar dr. Muhammad Anwar Irzan.

Selain itu, obat-obatan juga bisa memberikan efek samping berupa diare saat hamil.

Jadi, supaya diare bisa sembuh, obat-obatan atau vitamin tersebut bisa diganti atau bahkan dihentikan sama sekali pemakaiannya. Asalkan, sudah mengantongi rekomendasi dari dokter secara langsung.

Meski mengkhawatirkan, ternyata kondisi diare pada ibu hamil yang tidak melulu terjadi akibat gangguan kesehatan. Tapi, kondisi ini mesti tetap diatasi dengan melakukan cara mengatasi diare pada ibu hamil seperti yang telah dijelaskan di atas.

Jika sampai 3 hari kondisi diare atau sering BAB saat hamil tua tak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar