Sukses

Ibu Hamil Trimester Akhir Sering Diare, Normalkah?

Selain frekuensi buang air kecil meningkat, ibu hamil juga bisa mengalami diare, khususnya pada trimester ketiga. Berbahayakah ini?

Klikdokter.com, Jakarta Ibu hamil sepertinya mesti terbiasa menerima segala perubahan yang terjadi pada tubuhnya, terutama pada masa kehamilan trimester akhir. Di masa ini, ia akan mengalami sering buang air kecil dan diare yang mungkin saja cukup mengganggu.

Kondisi rahim yang semakin membesar dan menekan kandung kemih membuat ibu hamil tak bisa lagi membendung keinginannya untuk buang air kecil. Bahkan, tak cuma perubahan soal buang air kecil yang dialami mereka. Beberapa kondisi kehamilan juga bisa menyebabkan ibu hamil kerap mengalami diare, khususnya saat memasuki trimester ketiga.

Ketika membandingkan antara sering kencing dengan diare, pasti ibu hamil akan lebih mengkhawatirkan soal diare. Sebab, terkadang muncul pikiran tentang ada yang tidak beres dengan kondisi tubuh. Lantas sebenarnya, normalkah diare saat kehamilan berlangsung?

Diare di kehamilan trimester ketiga

Menurut dr. Muhammad Anwar Irzan dari KlikDokter, perubahan hormon yang terjadi pada ibu hamil tak cuma dapat membuat sistem pencernaannya melambat dan mengakibatkan sembelit. Namun, perubahan hormon tersebut juga bisa mempercepat sistem pencernaan, sehingga menimbulkan diare.

Hal ini memang biasanya terjadi di kehamilan trimester ketiga. Jadi, hormon yang fluktuatif pada ibu hamil memang bisa memengaruhi kerja sistem pencernaan. Jika kebetulan hormon melambat, maka yang dihasilkan adalah sembelit.

Sedangkan bila hormon cepat, yang terjadi adalah diare. Jadi diare yang dialami oleh ibu hamil itu tak melulu dipicu oleh infeksi virus atau bakteri. Lagi pula, BAB dapat disebut diare jika dia mengalami lebih dari 3 kali BAB dalam sehari. Jika yang dialami hanya menceret, kondisi ini belum bisa disebut diare dan bukan hal yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

Nah, saat Anda mulai mengalami diare di trimester ketiga, sebaiknya tahan dulu keinginan untuk segera mengonsumsi obat-obatan. Hal ini justru bisa memperparah kondisi Anda. Pasalnya saat hamil, tak semua obat-obatan boleh dikonsumsi, meski sebelum hamil Anda terbiasa mengonsumsi obat-obatan tersebut.

Bahkan, dr. Muhammad Anwar Irzan pun mengatakan, “Terkait hal ini, ibu hamil mungkin tidak perlu mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk mengobati diarenya. Cukup dengan menghindari jenis asupan tertentu yang dapat memperparah kondisi diare.”

1 dari 2 halaman

Mengatasi diare saat hamil tua

Seperti telah dijelaskan di atas, beberapa jenis asupan memang dapat membantu mengatasi diare pada ibu hamil. Menu yang sebaiknya dihindari saat diare antara lain makanan yang tinggi lemak, makanan yang digoreng dengan cara deep fried, makanan pedas, susu, dan makanan yang tinggi serat.

Ya, sampai kondisi BAB kembali normal, tak ada salahnya untuk menghentikan sementara susu atau sayur dan buah yang biasanya Anda makan. Dan yang tak kalah penting, ganti cairan yang hilang dengan memperbanyak minum air putih.

Namun, setelah melakukan upaya di atas dan diare belum berhenti juga setelah 3 hari, barulah Anda perlu memeriksakan kondisi tersebut itu kepada dokter. Pasalnya, kemungkinan besar penyebab diare pada ibu hamil bukan lagi karena perubahan hormon, tetapi karena infeksi virus, bakteri, ataupun karena efek samping vitamin prenatal.

“Vitamin prenatal memang baik untuk kesehatan ibu hamil dan kesehatan bayi dalam kandungan. Tapi hati-hati, vitamin ini juga dapat mengganggu saluran pencernaan dan memicu diare.” kata dr. Muhammad Anwar Irzan.

Selain itu, obat-obatan juga bisa memberikan efek samping berupa diare. Jadi, supaya diare bisa sembuh, obat-obatan atau vitamin tersebut bisa diganti atau bahkan dihentikan sama sekali pemakaiannya, asalkan sudah mengantongi rekomendasi dari dokter secara langsung.

Meski kerap mengkhawatirkan, ternyata kondisi diare pada ibu hamil merupakan hal yang wajar, termasuk pada kehamilan trimester akhir. Untuk mencegah kondisi diare Anda semakin parah, lakukanlah saran-saran di atas. Jika sampai 3 hari kondisi diare tak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar