HomeIbu Dan anakKehamilan9 Keluhan Ibu Hamil Trimester 3 dan Cara Mengatasinya
Kehamilan

9 Keluhan Ibu Hamil Trimester 3 dan Cara Mengatasinya

dr. Sepriani Timurtini, 27 Sep 2022

Ditinjau oleh Tim Medis Klikdokter

Icon ShareBagikan
Icon Like

Trimester akhir kehamilan, biasanya ibu hamil akan mengalami berbagai keluhan. Mulai dari susah tidur hingga kaki bengkak. Bagaimana cara menanganinya?

9 Keluhan Ibu Hamil Trimester 3 dan Cara Mengatasinya

Memasuki trimester tiga kehamilan, tidak serta-merta Mama terbebas dari beragam keluhan. Justru, bumil akan merasakan banyak keluhan saat hamil tua, yang dapat mengganggu persiapan persalinan. 

Tenang, Mama tidak perlu panik. Keluhan saat hamil tua adalah lumrah akibat adanya perubahan fisik dan hormonal yang signifikan. Meski begitu, ketidaknyamanan ini mesti segera diatasi.

Berikut adalah beberapa keluhan ibu hamil trimester 3 dan cara mengatasinya:

1. Insomnia

Ilustrasi Insomnia pada Ibu Hamil

Kesulitan tidur alias insomnia kerap dialami wanita selama kehamilan. Namun, pada sebagian wanita, gangguan tidur akan lebih parah terjadi di kehamilan trimester tiga

Hal tersebut utamanya disebabkan oleh perut yang sudah sangat membuncit, sehingga sulit untuk berganti posisi tidur. Alasan lainnya adalah pengaruh hormon estrogen dan janin yang aktif bergerak saat Mama beristirahat.

Bumil yang mengalami insomnia dapat bermeditasi atau menyetel musik sebelum tidur untuk menenangkan pikiran. Mendapatkan pijatan ringan dengan essential oil, seperti chamomilelavender, atau kayu cendana juga bisa bikin rileks.

Artikel Lainnya: Berat Badan Ideal Saat Hamil, Ini Cara Menghitungnya

2. Kontraksi Braxton Hicks

Memasuki trimester akhir, ibu hamil umumnya akan lebih sering mengalami kontraksi. Kontraksi ini berupa rasa kencang di sekitar perut yang terjadi selama beberapa saat. 

Apabila kontraksi hanya terjadi sementara, tidak sampai ganggu aktivitas, dan tidak disertai keluarnya darah, itu adalah normal. Kontraksi yang seperti ini dinamakan Braxton hicks alias kontraksi palsu. 

Untuk mengatasinya, Mama hanya perlu beristirahat sejenak dan mengatur napas panjang. Bila perlu, ambil posisi berbaring dan miring ke kiri. Posisi ini akan membuat aliran darah ke rahim dan janin lebih lancar. Kontraksi pun lebih cepat berlalu.

3. Kaki Bengkak 

Besarnya ukuran rahim saat hamil tua bisa membentuk “bendungan” pembuluh darah di pangkal paha. Bendungan ini menyebabkan aliran darah balik dari kaki ke jantung sedikit terhambat. Alhasil, terjadilah kaki bengkak. 

Untuk mengatasi keluhan saat hamil tua yang satu ini, Mama bisa menyangga kaki saat duduk. 

Mama perlu memposisikan kaki lebih tinggi dari jantung ketika berbaring. Posisi ini akan membantu memperbaiki aliran darah balik ke jantung, sehingga bengkak dapat berkurang. 

Gunakan alas kaki yang terbuka dan tidak memiliki hak guna menghindari tekanan berlebih pada kaki. 

Meski umumnya terjadi secara normal, kaki bengkak saat hamil bisa menjadi tanda bahaya, yaitu jika terdapat protein pada urine. Bila hal itu terjadi, Mama wajib segera memeriksakan diri ke dokter atau klinik dengan fasilitas penunjang yang lengkap.

4. Depresi

Benarkah Depresi Akibat Kehamilan Bisa Berlangsung Lama? (Wavebreakmedia/Shutterstock)

Depresi dapat terjadi sejak trimester pertama. Namun, sebagian besar bumil lebih berat mengalaminya di trimester ketiga, bahkan bisa berlanjut pasca melahirkan. 

Perasaan sedih, cemas, atau takut berlebihan menjelang waktu persalinan sangat dipengaruhi fluktuasi hormonal. 

Untuk mengurangi depresi, cobalah untuk mengelolanya dengan bermeditasi dan melakukan yoga prenatal. Mama juga bisa membaca buku motivasi yang membuat hati nyaman atau mendengar musik agar rileks.

Jika diperlukan, Mama juga dapat berkonsultasi dengan psikolog untuk mengurai dan mengatasi depresi yang dirasakan. 

Artikel Lainnya: Ternyata, Ini Manfaat Suami Mengelus Perut Ibu Hamil!

5. Kesulitan Bernapas

Gangguan pada pernapasan bisa menjadi masalah ibu hamil di trimester 3. Hal ini disebabkan oleh pembesaran rahim.  

Saat rahim membesar, hanya ada sedikit ruang bagi paru-paru untuk mengembang, sehingga menyulitkan Mama untuk bernapas. 

Keluhan saat hamil tua tersebut bisa diatasi dengan meninggikan sedikit kepala dan bahu dengan lebih banyak bantal ketika berbaring atau istirahat.

6. Kram Otot

Kram otot merupakan keluhan yang kerap dialami saat hamil 9 bulan. Kondisi ini utamanya terjadi di pagi hari, saat baru bangun tidur.

Kram otot terjadi akibat aliran darah yang terhambat karena penekanan rahim. Selain itu, keluhan ini juga dilatari oleh stres otot akibat membawa beban berat (janin). 

Untuk membantu mengurangi kram otot saat hamil tua, bumil harus minum air putih setidaknya 8 gelas sehari. 

Ibu hamil juga perlu melakukan olahraga ringan secara rutin dan gerakan peregangan di area kaki. Hal ini penting agar otot-otot yang tegang bisa kembali rileks sehingga frekuensi kram berkurang.

7. Nyeri Tulang Belakang

Janin yang terus membesar membuat berat badan Mama bertambah. Kondisi ini bisa membuat tulang belakang kewalahan dalam memberi topangan. Akibatnya, ibu hamil akan merasa pegal dan terkadang nyeri. 

Untuk membantu meredakannya, gunakan bantal hangat yang ditempelkan di area punggung yang terasa nyeri. 

Selain itu, usahakan memilih tempat duduk yang bisa menyangga tulang belakang dengan baik.

Artikel Lainnya: Kesalahan-kesalahan saat Hamil Tua yang Sering Dilakukan!

8. Sering Buang Air Besar 

Ini juga merupakan keluhan saat hamil tua yang kerap terjadi. Jika Mama sering buang air besar di trimester ketiga, Mama tak sendirian. 

Masalah sering buang air besar ini terjadi karena berbagai faktor. Misalnya, perubahan hormon dan perubahan pola makan. 

9. Rasa Terbakar di Dada (Heartburn)

Kondisi ini disebabkan oleh adanya aliran balik asam lambung ke kerongkongan. 

Selain karena lambung yang tertekan oleh rahim, heartburn juga bisa terjadi akibat pengaruh hormon kehamilan. 

Risiko terjadinya heartburn lebih tinggi bila Mama gemar mengonsumsi makanan yang digoreng, pedas, serta asam. 

Untuk mencegahnya, ibu hamil wajib menghindari makanan maupun minuman yang bisa menjadi pemicu keluhan ini. Mama juga perlu makan tepat waktu, dengan porsi lebih kecil tapi sering.

Trimester ketiga sangat penting dan mungkin menjadi waktu yang sangat menantang bagi Mama dan bayi yang akan lahir. Namun, jangan panik ataupun stres sendiri karenanya.

Apabila benar-benar merasa terganggu dengan keluhan yang Mama alami saat hamil tua, jangan sungkan untuk konsultasi ke dokter.

Jika Mama ingin berkonsultasi dengan dokter seputar kandungan dan janin, manfaatkan layanan Tanya Dokter. Yuk, #JagaSehatmu dan janin selalu!

[RS]

Hamil

Konsultasi Dokter Terkait

Tanya Dokter