Sukses

Trik Hadapi Atasan Temperamental agar Tak Stres Saat Bekerja

Punya atasan yang temperamental dan hobi marah-marah? Hadapi dengan cara ini, agar stres tidak melanda ketika Anda sedang asyik bekerja.

Klikdokter.com, Jakarta Lingkungan kerja yang kondusif dan tidak bikin stres bisa memberikan pengaruh baik pada performa pekerjaan. Mulai dari suasana kantor yang nyaman, tim kerja yang solid, dan atasan yang menyenangkan serta memberikan dukungan kepada bawahan.  Sayang, hal-hal positif seperti itu kadang berhenti di tengah jalan. Entah karena target yang masih jauh tertinggal atau hal lain, ada kalanya mood atasan Anda berubah menjadi buruk, bahkan tergolong temperamental.

Ya, atasan Anda―yang tadinya menyenangkan―menjadi mudah tersinggung, bersikap negatif, sering marah-marah, gemar menyalahkan bawahan, dan masih banyak lagi perilaku yang mungkin membuat Anda stres di tempat kerja.

Lantas, harus bagaimana? Apakah harus mencari tempat kerja baru agar tidak selalu tertekan akibat sikap temperamental atasan? Jangan buru-buru, Anda bisa menerapkan tips berikut untuk menghadapi sikap temperamental atasan:

  1. Jangan ikut larut

Ketika atasan Anda mulai marah-marah mengenai suatu hal, suasana di tempat kerja pasti akan menjadi tegang. Agar Anda tidak ikut-ikutan tertekan dan kemudian stres, cobalah untuk tidak terlarut dalam suasana, apalagi bila sikap temperamental atasan bukan disebabkan oleh kesalahan Anda.

  1. Perhatikan pencetus kemarahan atasan

Perhatikan pola mood atasan Anda, pada hal apa dan kapan saja ia biasanya marah. Semisal, atasan Anda sering marah di hari Senin pagi, mungkin karena kemacetan di jalan, atau karena ia belum sempat minum kopi favoritnya di kantor.

Apapun alasannya, cobalah untuk menjaga sikap Anda sebaik mungkin, Usahakan untuk tidak menyinggung hal-hal yang dapat mencetuskan kemarahan atasan Anda.

  1. Hindari

Jika tidak mengetahui apa yang membuat atasan Anda marah, sebaiknya cobalah menghindar untuk bertukar tatap dengannya terlebih dahulu. Namun, jika Anda memang memiliki jadwal meeting bersama atau ada pertanyaan darurat yang harus dijawab dengan bertatap langsung, ya, Anda harus tetap hadapi.

Jika tidak berani, cobalah tunggu hingga mood atasan Anda kembali baik. Atau, jika ingin bertanya, cobalah melalui e-mail atau pesan singkat ketimbang berkunjung langsung ke ruangannya.

  1. Jangan selalu berpikir bahwa semua salah Anda

Meski “kecipratan” amarahnya, bukan berarti kemarahan atasan disebabkan oleh kesalahan Anda. Oleh karena itu, berhenti menghakimi diri sendiri dan bersikaplah lebih relaks.

Sementara itu, jika Anda memang penyebab atasan menjadi marah-marah, cobalah evaluasi kembali apa yang telah Anda perbuat. Tanyakan juga kepada kolega untuk pendapat pemikiran yang lebih objektif. Setelah mengoreksi diri, pastikan Anda tidak melakukan kesalahan itu lagi.

Jika sudah bekerja dengan baik dan sesuai prosedur namun atasan Anda tetap bersikap temperamental dan marah-marah, mungkin saja memang sifat aslinya seperti itu. Hal terpenting, agar Anda tidak stres, jangan terlalu dimasukkan ke dalam hati dan hindari membawanya menjadi masalah pribadi.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar