Sukses

5 Alasan Mengapa Cuci Tangan Bisa Menyelamatkan Nyawa Anda

Tindakan sederhana seperti mencuci tangan ternyata dapat menyelamatkan nyawa! Ketahui alasannya lewat artikel ini.

Klikdokter.com, Jakarta Hari ini warga dunia memperinghati Hari Cuci Tangan Sedunia (Global Handwashing Day), yang diperingati setiap tahunnya tanggal 15 Oktober. Kebiasaan untuk mencuci tangan pun tak pernah bosan digaungkan selama bertahun-tahun, misalnya kebiasaan cuci tangan sejak usia dini. Bagaimana tidak, meski cuci tangan adalah tindakan sederhana, tapi kebiasaan ini punya manfaat begitu besar hingga mampu menyelamatkan nyawa.

Sebetulnya fokusnya tak hanya anak-anak, tapi juga semua usia. Berbagai kuman yang dapat mengancam kesehatan dapat ditularkan lewat sentuhan. Terlebih lagi, Anda pun juga tak bisa memastikan bahwa permukaan berbagai benda yang sering disentuh bebas dari kuman. Untuk itu, perisai terbaik dari serangan kuman adalah dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Harus sesering apa Anda perlu mencuci tangan?

Berikut ini adalah momen-momen krusial untuk Anda sebaiknya segera mencuci tangan, yaitu:

  • Sebelum, selama, dan setelah mengolah makanan
  • Sebelum makan
  • Sebelum dan sesudah menjaga orang sakit
  • Sebelum dan sesudah merawat luka
  • Setelah menggunakan toilet
  • Setelah mengganti popok atau membersihkan anak yang selesai dari toilet
  • Setelah membuang ingus, batuk, atau pilek
  • Setelah menyentuh binatang, makanan binatang, atau kotoran binatang
  • Setelah menyentuh sampah
1 dari 3 halaman

Berbagai alasan kenapa cuci tangan itu penting

Cuci tangan disebutkan sebagai ranking pertama dalam sepuluh penemuan terbaik dalam bidang pencegahan penyakit di masyarakat. Lima alasan berikut akan menunjukkan seberapa penting tindakan cuci tangan, hingga dapat menyelamatkan nyawa Anda dan orang di sekitar:

  1. Mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh

Saat tangan menyentuh permukaan benda yang mengandung kuman, kuman bisa masuk ke dalam tubuh secara tidak sengaja. Tanpa disadari, Anda sering menyentuh mata, hidung, dan mulut. Tangan yang kotor dapat memindahkan kuman lewat “akses” tersebut.

Kuman yang masuk ke organ mata dapat menyebabkan keluhan pada mata seperti mata merah, berarir, perih, atau pandangan kabur. Jika masuk ke hidung, bisa timbul infeksi pernapasan yang gejalanya adalah pilek, batuk, dan nyeri tenggorokan. Jenis infeksi saluran napas yang dapat menyebar lewat sentuhan misalnya selesma (disebabkan oleh adenovirus) dan flu Singapura yang juga dikenal sebagai hand, foot, and mouth disease. Saat penderita batuk atau bersin tanpa ditutup, kuman dapat menempel pada berbagai permukaan dan pindah ke orang lain.

Mulut juga dapat menjadi pintu masuknya kuman yang dapat menyerang saluran pencernaan dengan gejala nyeri perut, muntah, dan mencret. Umumnya hal ini terjadi akibat tidak membersihkan tangan sebelum makan, terutama setelah menggunakan toilet. Feses dari manusia merupakan sumber dari berbagai kuman seperti salmonela, E. coli, dan norovirus yang semuanya dapat menyebabkan diare. Penting untuk diketahui, dalam 1 gram feses manusia dapat mengandung 1 triliun kuman.

  1. Terbukti mengurangi insiden penyakit serius

Kebiasaan mencuci tangan terbukti ampuh dalam mengurangi insiden penyakit seperti infeksi pernapasan, saluaran cerna, kulit, dan mata. Berdasarkan penelitian, edukasi mencuci tangan di komunitas akan menurunkan insiden penyakit ini:

  • Diare hingga 23-40 persen
  • Diare pada orang-orang dengan imunitas rendah hingga 58 persen
  • Penyakit pernapasan pada populasi umum hingga 16-21 persen
2 dari 3 halaman

Selanjutnya

  1. Meningkatkan taraf kesehatan anak

Sekitar 1,8 juta anak-anak berusia di bawah 5 tahun mengalami kematian setiap tahunnya dari penyakit diare dan pneumonia (radang paru-paru). Kondisi ini terutama terjadi pada area dengan akses air bersih yang sulit.

Cuci tangan dengan sabun dapat melindungi 1 dari 3 anak kecil yang sedang mengalami diare, serta 1 dari 5 anak kecil yang mengalami infeksi pernapasan seperti pneumonia. Cuci tangan juga diketahui dapat mengurangi angka ketidakhadiran anak di sekolah. Edukasi cuci tangan dengan sabun bisa menurunkan angka absen sekolah akibat penyakit pencernaan hingga 29-57 persen.

  1. Mencegah infeksi nosokomial

Ini merupakan poin ini penting bagi penyedia layanan kesehatan, mulai dari dokter, bidan, perawat, dan pekerja kesehatan lainnya.

Infeksi nosokomial adalah penyakit infeksi yang diperoleh selama menjalani perawatan di rumah sakit. Sering kali hal ini terjadi pada pasien dengan kondisi berat, misalnya pasien yang sedang di rawat di Intensive Care Unit (ICU).

Agar tidak menyebarkan kuman lain pada pasien yang terbaring di ICU, maka personel kesehatan harus dapat menjaga kebersihan tangannya dengan rutin mencuci tangan. Ini juga berlaku untuk keluarga pendamping pasien yang sedang dirawat inap. Jika tidak, infeksi tambahan pada pasien yang sedang dirawat bisa memperberat kondisi pasien dan berisiko memperpanjang masa perawatan.

Infeksi nosokomial diperkirakan terjadi pada 16 juta pasien setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada negara-negara dengan pendapatan menengah dan rendah, frekuensi infeksi terkait ICU setidaknya 2-3 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan negara dengan pendapatan tinggi.

  1. Menurunkan angka resistensi antibiotik

Saat penyakit infeksi dapat dicegah, maka jumlah pemakaian antibiotik pun akan menurun. Dengan begitu, risiko perkembangan resistensi antibiotik akan ikut berkurang, apalagi mengingat pemakaian antiobiotik di Indonesia sering tidak tepat guna. Kerap terjadi bahwa antibiotik digunakan untuk penyakit-penyakit ringat yang sebenarnya dapat sembuh dengan sendiri (diakibatkan oleh virus). Penggunaan yang salah ini dapat menyebabkan bakteri-bakteri “terbiasa” dengan antibiotik sehingga efek perlawanannya berkurang.

Selain itu, karena akses antibiotik kadang mudah didapat tanpa resep dokter, ini bisa berujung pada penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Atau saat konsumsi antibiotik tidak tuntas, risiko terjadinya resistensi antibiotik pun makin tinggi.

Bila resistensi antibiotik terjadi, ini bisa menyulitkan pengobatan penyakit dan adanya kemungkinan hilangnya nyawa. Untuk itu, penghentian “lingkaran setan” terjadinya resistensi antibiotik bisa dicegah dengan mencegah diri tertular penyakit infeksi dengan rajin mencuci tangan. Mudah, bukan?

Mencuci tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah melakukan aktivitas tertentu, merupakan salah satu cara terbaik untuk mengusir kuman dari tangan. Dengan begitu, tubuh juga akan terhindar dari penyakit dan tetap sehat. Yuk bersama-sama memutus tali penyebaran kuman dan mencegahnya menjangkiti orang-orang di sekitar Anda. Anda pun secara tak langsung berkontribusi menyelamatkan nyawa, dan inilah salah satu semangat Hari Cuci Tangan Sedunia!

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar