Sukses

Tips Jantung Sehat untuk Ibu Hamil

Kehamilan dapat membebani jantung dan sistem peredaran darah. Untuk ibu hamil, lakukan kiat ini agar jantung tetap kuat.

Klikdokter.com, Jakarta Selama kehamilan, jantung memompa 40 persen lebih banyak darah ke seluruh organ tubuh. Ini artinya jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya. Sebenarnya, mekanisme ini penting untuk melindungi ibu hamil dari perdarahan berlebih saat persalinan. Namun, terkadang perahan tenaga yang dilakukan jantung malah membuat detak jantung tak beraturan. Meski demikian, kondisi ini umumnya tidak berbahaya.

Persiapan sebelum kehamilan

Menurut Dr. Katherine Bianco dari Lucile Packard Children’s Hospital, Amerika Serikat, penting bagi wanita untuk mempersiapkan kehamilan dengan baik dan menyadari faktor-faktor risiko sebelum kehamilan.

“Dianjurkan bagi setiap wanita yang berencana hamil untuk mengonsumsi vitamin prenatal dan suplemen asap folat setidaknya enam bulan sebelum kehamilan. Idealnya, Anda juga berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter kandungan,” kata Bianco, dilansir Healthline.

Hal itu penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko dalam kehamilan di masa depan, seperti sindrom metabolik, diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, malnutrisi, dan sebagainya. Bila faktor risiko sudah diketahui, penanganan dapat dimulai dan/atau dimodifikasi sebelum kehamilan terjadi.

Memiliki faktor risiko atau tidak, para ahli kesehatan tetap menyarankan wanita untuk melakukan langkah-langkah preventif demi memastikan jantung tetap sehat selama kehamilan. Berdasarkan laporan U.S. Department of Health and Human Services, ada lima persiapan kehamilan yang harus diperhatikan oleh wanita:

  1. Mengonsumsi asam folat sebanyak 400–800 mg setiap hari. Bicarakan dengan dokter berapa jumlah asam folat yang Anda perlukan.
  2. Berhenti merokok dan minum alkohol.
  3. Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, pastikan terkontrol dengan baik. Beberapa gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi kehamilan meliputi asma, diabetes, kesehatan mulut, obesitas, dan epilepsi.
  4. Diskusikan dengan dokter mengenai obat-obatan bebas yang Anda gunakan, termasuk suplemen makanan atau herbal, serta vaksinasi yang dibutuhkan.
  5. Hindari paparan dengan bahan-bahan yang beracun yang dapat menyebabkan infeksi. Kotoran kucing atau hewan pengerat juga harus diwaspadai.
1 dari 2 halaman

Risiko hamil dengan gangguan jantung

Banyak wanita dengan gangguan jantung tetap dapat memiliki kehamilan yang sehat. Seperti dikutip dari Parents, ada beberapa gangguan pada jantung yang dapat ditangani dengan baik selama kehamilan:

  • Heart murmur (bising jantung): Bising jantung adalah terdeteksinya suara lain selain detak jantung normal. Beberapa ibu hamil terkena gangguan ini karena peningkatan volume darah.
  • Aritmia: Aritmia adalah irama jantung yang tak beraturan. Kondisi ini bisa memburuk selama kehamilan karena jantung bekerja lebih keras.
  • Prolaps katup mitral: Kondisi ini terjadi ketika sekat yang memisahkan ruang atas dan bawah jantung tidak menutup dengan benar.
  • Tekanan darah tinggi: Risiko paling besar pada ibu hamil dengan hipertensi adalah preeklamsia. Bagi Anda yang punya darah tinggi, pastikan obat-obatan yang dikonsumsi tidak membahayakan kehamilan.

Ada pula kondisi-kondisi jantung yang memerlukan konsultasi lebih dalam. Meski bukan halangan untuk hamil, wanita yang memiliki artifisial katup jantung, stenosis katup mitral, dan kardiomiopati harus berkonsultasi dengan dokter dan ahli jantung untuk menentukan apakah kehamilan adalah ide yang baik. Untuk Anda para ibu yang tengah mengandung, semoga kehamilan lancar hingga persalinan!

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar